HeadLine

Thursday, 28 November 2013

Menyusuri Eksotisme Kampung Batik Laweyan

Solo
alias Surakarta Hadininngrat..

Siapa yang tak kenal dengan kota ini..
Kota yang sangat terkenal dengan budayanya, kota yang begitu eksotis dengan keramah-tamahan penduduknya, dan kota yang sangat epik dengan sejarahnya..

dan disini lah tempat dimana aku dibesarkan..

Setelah sekian lama nggak pulang ke kota Solo, tiba-tiba aku terbersit keinginan untuk keliling kota Solo dengan sepeda. Sebenernya cita-citaku keliling Solo dengan sepeda sudah lama direncanakkan hanya saja baru terlakasana saat ini.

Dan destinasiku kali ini adalah


Kampoeng Batik Laweyan..
Selamat datang di Laweyan - photo by Rizki Pradana
Kenapa tempat ini aku pilih sebagai pemberhentian pertama, karena daerah inilah yang paling dekat dengan rumah, serta jika berwisata disebuah kampung yang begitu epik, pastilah akan menjadi sebuah perjalanan yang anti mainstream.

Pukul 06.30 mulai kukayuh sepedaku, dari daerah kartasura kearah selatan kemudian berbelok ke arah timur menuju kampung batik laweyan..

Kurang lebih 20-30 menit nge-gowes sepeda, sambil membawa kamera di pundak. Aku pun siap untuk hunting view dan wisata blusukkan di kampung batik Laweyan..

Aktivitas di pagi hari - photo by Rizki Pradana
Begitu tiba di kampung batik ini, suasana damai dan asri nampak langsung menyambutku. berteman udara sejuk di pagi hari, terlihat disana-sini warga yang memulai aktifitasnya untuk mencari rejeki. Mulai dari ibu-ibu yang bersiap ke pasar, seorang ibu yang mengantar anaknya sekolah, hingga para penjual batik yang mulai membuka tokonya.

Thursday, 14 November 2013

Be a Job Seeker Now

Assalamulaikum....

waahhh..pasti pada kangeen yaa sama aku,hehe (sekali-sekali GR boleh kan)..
maaf untuk sementara aku menepi dari dunia per-Blogging'an karena harus mempersiapkan dan menata masa depan.. Jadi harap maklum kalau aku tiba-tiba menghilang dari dunia Blog untuk sementara waktu karena aku sekarang sedang berusaha buat dapet pekerjaan yang di idam-idamkan..


sekitar 2 minggu yang lalu aku baru saja mengikuti TES CPNS di Jogjakarta
minggu lalu dapet panggilan interview di perusahaan di Malang
dan minggu ini sedang giat-giatnya nyebar lamaran (lamaran kerja lho, bukan lamaran nikah,hehe)

Jadi harap di maklumi jika untuk beberapa waktu belum bisa berbagi tulisan-tulisan yg bermanfaat, karena fokusnya sedang terbagi untuk yang lain yang lebih prioritas..:)))

sekalian bersama dengan postingan ini aku minta doa yang tulus dari para pengunjung setia Epicentrum semoga apa yang sedang aku uasahakan berbuah hasil,, khususnya TES CPNS yang sudah aku lewati kemarin semoga bisa lolos dan mendapatkan posisi yang diharapkan..Amiiin....

doa dan dukungan tulus dari kawan-kawan semua akan sangat berarti bagi diriku yang tak ada apa-apanya ini..dan semoga yang ikut mendokan aku hanya bisa mengucapkan terimakasih setinggi-timgginya, dan semoga Allah SWT memudahkan segala urusan kawan-kawan sekalian...Amiieen...

keep blogging...

wassalamulaikum

Sunday, 3 November 2013

Curhatan Bus PSSI seharga 1,3 Milyar


Halo kawan, perkenalkan namaku OH1521, bis yang baru saja dipinang PSSI. Aku terlahir dari keluarga teknokrat asal Jerman, Mercedes Benz, di tahun 1995. Tahun yang sama, ketika aku mulai mencumbui jalan-jalan di Indonesia.

Kawan, aku mempunyai dapur pacu yang letaknya di belakang tubuhku, makanya sering disebut Omni Hinten (OH). Aku menggendong mesin bertipe OM 366LA.II/23 dengan 6 silinder, turbo-charged dan intercooler. Oh iya, gara-gara intercoolerku ini, orang-orang di Indonesia akrab menyebutku KULER. Tubuhku lumayan imut, hanya sepanjang 11.058 mm, dengan wheelbase 6.050 mm. Dahulu, ketika baru terlahir, aku adalah simbol prestise dari pengelola jasa transportasi. Namun kini hal itu telah memudar, orang-orang bisa saja dengan mudah meminangku hanya dengan uang Rp 140 juta sampai Rp 170 juta di tangan.

Kawan, baju yang ku pakai ini baru sekitar setahun ku pakai. Hasil jahitan karoseri Tentrem di Malang. Mereka memberi nama Scorpion King untuk model ini. Bajuku ini hasil kolaborasi almarhum Bapak Kuncoro Cahyana (pemilik PO Harapan Jaya) dan tim desain Tentrem tahun 2010. Terinspirasi dari model Scania Touring yang sedang IN tahun 2009 lalu. Scorpion King yang ku sandang ini termasuk generasi kedua, hasil facelift headlamp di akhir 2012 lalu. Setahun yang lalu, bajuku ini berharga Rp 340 juta

Friday, 1 November 2013

Apakah ini di Luar Negeri?

Ini Bukan di Luar Negeri, ini INDONESIA

Ini di Bahama? Bukan , ini di Balikpapan



Pasti Singapura? Kamu salah , ini di Bontang , Kalimantan Timur



Di Monako? Salah , ini di Bunaken.




Pasti di Eropa? Bukan, ini adalah  Cartenz Pyramid 
yang merupakan salah satu puncak tertinggi di gunung Jayawijaya di Papua.




Lokasi shooting Jurassic Park kah? Atau di Selandia Baru? 
Ternyata pemandangan yang indah ini terdapat di Flores.




Lokasi shooting Lord of the Rings ya? Ternyata masih di Indonesia, 
dan merupakan salah satu sudut indah dari Gunung Bromo.




Mirip Tokyo Drift ya? Bukan, ini masih di Jakarta. coba lihat plat mobilnya.

Monday, 28 October 2013

Sumpah Pemuda: Dari Pemuda Untuk Para Pemuda

Sumpah Pemuda??, Cumpah miapah??

Roy : Rin kamu tahu 28 Oktober ini hari apa??
Rini : Ya hari senin lah, masa gitu aja gak tau, nggak punya tanggalan yah?
Roy : Maksud aku ada peringatan hari apa??
Rini : Mene ketehe' (mana aku tahu) kucing lu ulang tahun kali
Roy: Ya saalaam, kamu masa nggak tahu, ini kan Hari SUMPAH PEMUDA..!!!!
Rini : Haaah..??? Cumpah Miapah, Ciyus loh??
Roy : Bukan "Cumpah Miapah tapi Sumpah Pemuda

Percakapan di atas hanyalah sedikit gambaran kecil betapa makna SUMPAH PEMUDA kini telah mulai memudar, khususnya dikalangan para "Pemuda" sendiri. Terlepas dari benar-benar terjadi atau tidaknya percakapan seperti itu di dunia nyata, tapi kurang lebih seperti itulah gaya percakapan para pemuda masa kini yang lebih  enjoy menggunakan bahasa gaul dan bahasa Vicky-nisasi. Kadang memang timbul pertanyaan 

"apakah makna sumpah pemuda masih relevan di masa kini, disaat bahasa Inggris ala Vicky-nisasi mulai menjadi hal yang lumrah di Negeri ini??"

Ironis. Satu kata yang menurutku paling tepat untuk menggambarkan betapa kecilnya pengaruh Sumpah Pemuda bagi pemuda jaman sekarang. Rasa Nasionalisme yang mulai terkikis. Ketidakpedulian kepada bangsa dan tanah air. Dan yang lebih menyedihkan banyak pemuda yang berkiblat pada luar negeri. Mulai dari gaya berpakaian, aliran musik, hingga cara berperilaku pemuda saat ini sarat muatan asing.

Teringat sebuah Quote dari seorang mantan Presiden kita yang sungguh luar biasa, Sang Proklamator negeri ini yang pernah berkata:

"Beri aku seribu orang tua maka akan aku cabut Semeru dari akarnya,
Tapi beri aku sepuluh pemuda maka akan aku goncangkan dunia..!!"

Tapi menurutku tak banyak lagi pemuda yang bangga pernah memiliki pemimpin negeri seperti beliau. Bahkan mungkin tak banyak lagi pemuda yang mengidolakan beliau. Padahal Bung Karno yakin pemuda itu adalah masa depan bangsa yang dapat membuat bangsa ini terbang lakasana Garuda di langit dunia Internasional. Tapi justru apa yang kita lihat saat ini sangat menyedihkan. 

Wednesday, 23 October 2013

Ku Panggil Namamu Dinda


Siang itu itu awan mendung masih menggantung di atas langit Cibodas. Rintik hujan pun masih terus membasahi pucuk-pucuk pinus di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Secangkir kopi panas dan sepiring ubi cilembu menemaniku berbincang hangat di base camp pendakian Green Ranger, sebuah kelompok pencinta alam yang bermarkas di kaki gunung Gede-Pangrango. Ya, siang itu aku bersama Faisal, Adit, dan Marisa berencana melakukan pendakian ke puncak Gede-Pangrango.

Markas Green Ranger sudah menjadi rumah kedua bagiku. Kami selalu disambut dengan hangat di sana. Kebetulan siang itu Bang Idhat, Founding Father nya Green Ranger, sedang asik berbagi cerita. Beliau menceritakan tentang adiknya yaitu Idhan Lubis dan Soe Hok Gie ketika melakukan pendakian terakhirnya di Gunung Semeru.

Hujan nampaknya sudah tidak lagi turun. Tapi kabut lembut perlahan turun dari arah puncak, memeluk lebatnya hutan pinus di kawasan Cibodas. Sinar mentari sore pun seakan tak mampu menembus lebalnya kabut. Aku dan ketiga kawanku memutuskan untuk segera sholat ashar dan bergegas memulai pendakian, mumpung hujan sudah mulai reda.

Tepat pukul tiga sore kami meninggalkan base camp Green Ranger menuju Pos Pendakian untuk melapor. Surat ijin, barang bawaan, hingga perbekalan, semua diperiksa. Setelah semua lengkap pendakian pun dimulai. Kabut tipis pun perlahan naik kemabali, menyisakan pemandangan sore yang menawan. Semburat jingga sang mentari sore mulai mewarnai daun-daun yang masih nampak basah sisa hujan tadi siang.

“Riz, ntar kita break di Jembatan Kayu yah” kata Faisal sambil menepuk pundakku dari belakang.

“Eh iya, terserah, ente atur aja deh, lagipula kita kan mau jalan santai”, Jawabku sambil asik mendengarkan MP3 lewat headset, “Kasian juga tuh si Marisa, udah lama nggak muncak dia, hehehe”

“Enak aja, gini-gini diajakin balapan naik turun Pangrango juga masih berani” Celetuk Marisa sambil menyikut bahuku.

Tuesday, 22 October 2013

Royal Wedding Keraton Yogyakarta

Siapa yang tidak kenal dengan kota Yogyakarta, atau masyarakat jawa sering menyebutnya dengan kata Ngayogjokarto Hadiningrat. Kota yang sarat dengan nilai budaya yang luhur serta satu-satunya propinsi di Indonesia yang mendapatkan gelar "istimewa". Bukan hanya karena kota ini memegang teguh budayanya tetapi juga kota ini penuh sejarah bagi negeri ini sehingga layak dan patut dijadikan daerah istimewa.


Dua hari ini Keraton Yogyakarta sedang mengadakan perhelatan akbar, yaitu Pernikahan Agung (Royal Wedding) putri Keraton. Pernikahan agung Keraton Yogyakarta kali ini antara Gusti Kanjeng Ratu Hayu dan Kanjeng Pangeran Haryo Notonegoro, yang merupakan pernikahan terakhir putri Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X. Karena itu, pernikahan ini digelar lebih megah, dengan jumlah tamu lebih banyak serta perayaan yang lebih meriah.

Kebetulan dua hari ini aku dapat ikut menyaksiakan perhelatan agung tersebut. Meski hanya lewat layar kaca, tapi suasana kemeriahan dan kesakralan Pernikahan Agung Keraton Yogyakarta ini begitu terasa. Yang ingin aku bagi disini adalah tentang bagaiman kota Jogja begitu memegang teguh yang namanya kebudayan luhur. Terlihat dari begitu panjangnya prosesi pernikahan putri terakhir dari Sri Sultan Hamengku Buwono X ini.

Sebagai bagian dari warisan budaya, beberapa prosesi adat dalam pernikahan ini dipertahankan. Prosesi pernikahan agung ini bahkan memiliki 12 tahapan. Bagaimana prosesnya, berlangsung? Berikut tahapan prosesinya yang sudah dilangsungkan sejak 13 Oktober 2013. 

Sunday, 20 October 2013

Di Atas Langit Nusantara

Hari ini aku berdiri di atas bumi, tapi begitu dekat dengan langit..
Begitu dekat dengan Sang Pencipta, begitu dekat dengan angkasa Nusantara..
INDONESIA


Mungkin bagi sebagian pendaki, "puncak gunung" adalah sebuah obsesi, atau  mungkin adalah tempat yang harus dicapai jika melakukan perjalanan pendakian.. Tapi bagiku tidak. Bagiku puncak adalah sebuah harapan dan impian, sebuah singgasana mimpi dimana engkau dapat merasakan betapa kecilnya dirimu di mata Sang Pencipta..

Sebuah tempat dimana engkau dapat meneriakkan jutaan rasa, rasa syukur, rasa bahagia, dan rasa cinta.. Sebuah tempat dimana dirimu akan merasa betapa indah dan kaya nya negeri yang kau pijak. Sebuah tempat dimana kita dapat merasa bangga dapat berdiri di atas tanah air INDONESIA

Thursday, 17 October 2013

Mencintai Laksana EIdelweis


Jutaan gemintang sesaat mulai kembali ke pelukan alam..
Mentari pagi pun perlahan mulai datang menggantikan malam..
Kuarangkai butiran kata cinta ini untukmu sayang..
Tepat di antara rimbunnya hamparan Anaphalis javanica 
di pelukan kabut Alun-alun Suryakencana. 

Ku ingin kau tahu sayang, 
Bahwa cintaku. Laksana bunga edelweis
Sang bunga abadi, tumbuh di puncak-puncak gunung yang sulit terdaki. 
Begitupun cinta kita yang penuh perjuangan dan pengorbanan demi merengkuh bahagia bersama.

Wednesday, 16 October 2013

''KENAPA SAYA TIDAK DIPERKOSA ?''

Kisah Nyata ini terjadi di USA ...

 Ia tentang serang Wanita dari Malaysia yang bekerja di USA. Dia berjilbab & memiliki Akhlak yang bagus, suka membaca Ayat Kursi.

Suatu malam perempuan ini dalam perjalanan pulang kerumah dari tempat kerjanya. Kebetulan dia mengambil jalan pintas untuk pulang. Jalan yang dilalui pula agak sunyi, tidak banyak orang yang melalui jalan itu.

karena hari sudah lewat malam, berjalan dijalan yang agak gelap membuat dia agak gelisah & takut. Lebih - lebih lagi dia berjalan sendirian.

Tiba-tiba dia melihat ada seorang laki-laki (kulit putih Amerika) bersandar didinding tepi lorong itu. Wanita tersebut sudah mulai takut, cemas, & gelisah. yang bisa dilakukannya waktu itu adalah berdo'a kepada Allah swt memohon keselamatan atas dirinya. Dia baca ayat kursi dengan penuh pengharapan agar Allah swt membantu dia saat itu.

Waktu dia melewati tempat lelaki itu bersandar,dia sempat menoleh & dapat melihat muka lelaki itu. Nasib baik diperolehnya, lelaki itu tidak berbuat sesuatu & perempuan ini selamat sampai kerumahnya.

Keesokan paginya, wanita ini membaca surat kabar yang memberitakan seorang perempuan diperkosa oleh seorang laki-laki yang tidak dikenalnya dideket lorong yang dia lalui semalam hanya 10 menit setelah dia melintasi lorong tersebut. Muslimah ini yakin benar lelaki bule yang dia lihat semalam adalah pelakunya.

Atas rasa tanggung jawab, dia terus kekantor polisi & membuat laporan. Wanita ini dapat mengenali pelakunya, polisi dapat bukti bahwa lelaki tersebut adalah pemerkosa yang dicari.

Tapi perempuan ini heran juga kenapa lelaki tadi tidak menjadikan dia mangsa ketika dia melalui lorong tersebut padahal dia sendirian ketika itu, wanita ini meminta kebenaran kepada pegawai polisi yang bertugas untuk bertanya sedikit kepada sipemerkosa tadi,polisi memberi izin kepadanya untuk bertanya kepada sipemerkosa.

Tanya perempuan : ''why dont 't you do anything to me on that night even though you know that I'm alone ?'' (kenapa anda tidak melalukan apa - apa terhadap saya malam itu walaupun anda tahu saya seorang saja disana)

Pemerkosa itu menjawab : ''No,you are not anole,that night I saw two young man walking with you. One your right side and the other one was by your left. If you werw alone of course you will be my victim.'' (tidak, kamu bukan sendiri malam itu saya tampak ada 2 orang lelaki berjalan dengan kamu. Seorang sebelah kanan & seorang lagi sebelah kiri kamu. Kalaulah kamu seorang diri malam itu, sudah pasti kamu jadi mangsa saya.''

Wanita ini merasa terkejut, mendengar penjelasan sipemerkosa. Dia bersyukur kehadirat Allah swt karena dirinya masih dipelihara, mungkin juga berkat ayat kursi yang dia baca malam itu.

''..Barangsiapa membaca ayat kursi apabila berbaring ditempat tidurnya, Allah mewakilkan 2 orang malaikat memeliharanya hingga subuh. Barangsiapa yang membaca ayat Al-Kursi ketika dalam ksempitan, Niscaya Allah berkenan memberi pertolongan kepadanya.'' [Dari Abdullah Bin 'Amr r.a]


Sebuah kisah nyata yg sangat menarik pada pandangan saya.. Semoga kita semua mendapat pelajaran & ilmu yang bermanfaat.. Sebagai hamba kita seharusnya percaya dengan kemampuan senjata orang Mu'min yaitu : Do'a

Waktu Hujan Turun


Tak ada waktu tuk menjelaskan, Tak sangka ini kan datang
Tiap liku berbagi hidup, Sejenak melepas lelah
Kau tinggalkan diriku

Waktu hujan turun, di sudut gelap mataku
Begitu derasnya, kan ku coba bertahan

Ingat kembali yang terjadi, Tiap langkah yang kita pilih
Meski terkadang perih, Harapan untuk yang terbaik
Sekeras karang kita coba, Tetap kau tinggal diriku

Waktu hujan turun, di sudut gelap mataku
Begitu derasnya, kan ku coba bertahan
Waktu hujan turun, di sudut gelap mataku
Begitu derasnya, kan ku coba bertahan

Tak akan ku halangi, walau ku tak ingin kau pergi
Kan ku bangun rumah ini
Walau tanpa dirimu
Walau tanpa dirimu

Waktu hujan turun, di sudut gelap mataku
Begitu derasnya, kan ku coba bertahan
Bertahan

~~ Hujan Turun - Sheila on 7 ~~

Sungguh teramat indah setiap nikmat dari Nya,,
Meskipun sederhana,, hanya sebuah senja yang bersahaja,,
itu cukuplah memberi arti bagi setiap hamba
yang yang senantiasa rindu akan cinta Nya..

hembusan angin menyambut malam yang dingin pun perlahan merasuk menyejukkan hati..
dan sepenggal syair lagu dari musisi masa kecilku berikan arti tak terperi di ujung hari ini..

tak pandai bibir ini mengucap syair indah..
tak pandai tangan ini menggurat bait-bait nan syahdu..
hanya rasa syukur atas nikmat Nya yang bisa terucap..
Dan pucuk daun yang basah pun menjadi saksi atas nikmat yang cukup lama kutunggu..

Hujan....:)

Sunday, 13 October 2013

Garuda "Muda" di Dadaku

Assalamulaikum..



Aku mau tanya pada sahabat EPICENTRUM semuanya..


Kapan kalian terakhir kali bangga sama Indonesia??


Mungkin banyak dari  kita yeng berfikir cukup lama untuk bisa menjawab pertanyaan tersebut. Atau sekedar mngingat kapan Indonesia Juara dalam event resmi. Aku sendiri pun hampir lupa kapan aku bisa merasakan euforia kebahagiaan dan kebanggan terhadap Indonesia (khususnya prestasi dalam dunia olah raga). Sekilas yang aku sempat ingat adalah saat tahun 2002 Indonesia berhasil meraih piala Thomas (Thomas Cup) dalam salah satu ajang paling bergengsi di dunia bulu tangkis. 

Pada saat itu Indonesia berhasil menang dengan sangat dramatis 3-2 atas negeri jiran Malaysia, dimana saat pertandingan menyisakan satu tunggal putra, dengan poin sementara 2-2, Hendrawan (yang saat itu menjadi tunggal terakhir Indonesia) berhasil mengakhiri perlawanan  Roslin Hasyim melaui pertandingan yang sangat dramatis, dan menjadi "pahlawan" Thomas Cup bagi Indonesia.

Saat itu aku masih duduk di kelas 6 SD, tapi entah bagamana aku bisa merasakan kebahagiaan dan kebanggaan saat Indonesoa berhasil menjuarai Thomas Cup tahun 2002. Namun sayang seribu kali sayang, hingga saat ini kejayaan bulu tangkis Indonesia masih belum dapat kembali seperti pada masa-masa itu. Saat dimana Indonesia menjadi salah satu negara yang paling di takuti dalam cabang Bulu Tangkis

Dari ajang Sepak bola??

Friday, 11 October 2013

Kenapa Kucing Menoleh Jika Dipanggil "Pus"

Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita menemukan banyak hewan di sekeliling kita, mulai dari anjing, kucing, belalang, kupu-kupu, ular, tawon, lebah, nyamuk, dan lalat.

Di antara hewan yang telah disebutkan, mungkin yang paling familiar dan akrab dengan manusia adalah anjing dan kucing.

Anjing dan kucing, menurut saya, adalah hewan yang paling banyak menerima perhatian dari kita, manusia.

Anjing dan kucing sangat populer untuk dijadikan hewan peliharaan, baik itu di rumah atau sekedar memelihara dengan memberi mereka makan.



Mereka pastinya sangat senang jika diberikan makan, karena mereka tidak usah susah-susah cari makan ke sana ke mari dengan perut lapar. Mereka hanya perlu menggonggong atau mengeong sebagai tanda mereka lapar dan berharap diberi makan.

Thursday, 10 October 2013

Bromo: Membelah Padang Savana

"Final Destination"

Ini bukan judul sebuah film sadis yang sering kita lihat, tapi ini adalah pemberhentian terakhirku di kawasan Gunung Bromo ini. Setelah menyambut pagi di Pananjakan dan menikmati pemandangan kawah serta hamparan lautan pasir dari Puncak Bromo, perjalanan ku pun berlanjut ke satu tempat yang cukup unik dari namanya.

Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik

Kenapa namanya Teletubbies??, ya karena perbukitan ini sangat mirip dengan setting lokasi acara anak-anak Teletubbies. Bukit ini adalah suatu areal yang unik di sisi timur gunung Bromo, yakni berupa hamparan Savana luas. Sekilas hamparan bukit - bukit tersebut menyerupai bukit rumput hijau di serial film anak tersebut. 

Tentu saja, Bukit Teletubbies di Bromo ini tidak ada hubungannya dengan Teletubbies di televisi. Nama julukan inipun ada karena pengujung yang memberikan nama, bukan masyarakat Tengger sendiri yang menamakannya. Bagi warga Tengger Kawasan tersebut di kenal dengan nama lain, yaitu "Lembah Jemplang".

membelah lautan pasir menuju padang savana
Untuk sampai di Bukit Teletubbies ini, aku dan rombongan harus mengarungi lautan pasir yang begitu luas. Berdesakan di dalam Jip, dan menghirup debu yang cukup menyesakkan dada, karena harus membaleh lautan pasir ke arah timur kawasan Bromo. Sama seperti cerita pendakian ku kemarin, seolah ada satu ikatan tersendiri yang terjalin sesama Traveller sehingga meski kami baru saling mengenal kita sudah merasa telah berteman lama.

Tuesday, 8 October 2013

Bromo: Pegunungan Tengger dan Pesonanya

Setelah puas aku menikmati pemandangan sunrise yang menawan di Puncak Pananjakan, kini saatnya aku memulai pendakian Gunung Bromo. Gunung Bromo sendiri termasuk dalam jajaran Pegunungan Tengger, yang memiliki bentang alam berupa pegunungan. Terdiri dari gunung Semeru, gunung Batok, gunung Widodaren, gunung Kursi, dan gunung Bromo, yang memberikan keindahan alam yang sangat menarik. 

gugusan pegunungan Tengger
Pegunungan Tengger merupakan salah satu gunung purba yang ada di Indonesia. Awalnya memiliki tinggi sekitar 4000 mdpl, Gunung Tengger mengalami letusan dahsyat yang kemudian membentuk lima kloni gunung, salah satunya gunung Bromo. Gunung Bromo terletak di kaldera pasir gunung Tengger purba, yang oleh masyarakat sekitar disebut “segoro wedi”. Gunung Bromo merupakan satu dari dua kawah gunung api yang terletak di pegunungan Tengger.

Gunung Bromo memiliki ketinggian sekitar 2.392 meter di atas permukaan laut. Jangan bayangkan mendaki gunung ini seperti medaki gunung layaknya perjalananku ke Semeru yang lalu. Untuk jalur pendakian ke Gunung Bromo ini sudah disediakan anak tangga untuk mempermudah pengunjung menuju puncak Gunung Bromo ini. Jumlah anak tangga yang harus kita daki untuk menuju puncak sekitar 250 buah anak tangga, entahlah aku pun tidak tahu berapa pastinya karena jelas tidak ada waktu menghitungnya. jadi yang mau merasakan sensasi naik gunung tanpa harus bersusah-susah, Bromo lah tempatnya.

Monday, 7 October 2013

Bromo: Beautiful Sunrise at Pananjakan


Setelah kakiku sesaat melayang diatas atap pulau jawa "Mahameru", aku pun melanjutkan langkah untuk menikmati kepingan surga yang lain di bumi pertiwi ini. masih dalam satu kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, ada satu tempat yang saangaat eksotis dan tak kalah indah dengan puncak para dewa. 

Bromo, begitulah meraka menyebut tempat yang indah ini. Sebuah gugusan gunung api aktif yang berada ditengah lembah, mebuatnya begitu menawan dengan landscape nya yang tentu saja membius siapa saja yang melihatnya. Dan kali ini aku akan berceloteh tentang indahnya Bromo dan kecantikan ciptaan Allah ini.

Mimpiku masih terus berlanjut untuk menikmati surga khatulistiwa. Setelah atap pulau jawa, kini aku ingin melihat suatu keindahan dari tempat yang banyak orang bilang adalah tempat terindah untuk melihat sang surya muncul dari peraduannya, dan tempat eksotis itu adalah Bromo.

Menikmati matahari terbit atau sunrise memang menjadi salah satu "menu" wajib jika kita menjelajahi kawasan Bromo. Tidak dapat dipungkiri lagi banyak pengunjung yang rela bangun pagi-pagi buta bahkan ada yang tidak tidur untuk dapat menikmati keindahan sunrise di Bromo ini. Memang sih satu hal yang cukup kontras di mana di kawasan perkotaan sekitar dini hari adalah jam-jam yang nyenyak untuk beristirahat, sedangkan di kawasan ini waktu dini hari adalah saat di mana dimulainya sebuah aktivitas untuk memulai hari.

Wednesday, 2 October 2013

Ultralight: Make Your Trekking SImple

Kamu Pilih yang Mana??
Apakah ultralight hiking atau ultralight trekking itu?!

Atau bisa juga pertanyaannya menjadi, kenapa orang-orang mau membawa beban 15 - 20 kg ransel? yang didalamnya berisikan perbekalan, peralatan serta kebutuhan di saat berada di alam bebas. Dengan kondisi beban berat seperti itu akan membuahkan beberapa problem yaitu:
Lambat, membosankan
Kelelahan, lekas marah, dan rendahnya rasa kebersamaan saat di jalan setapak
Meningkatkan kemungkinan untuk terluka, sakit dipunggung, keseleo mata kaki, lutut nyeri, otot sakit, memar atau lecet, sakit dibagian pinggul serta bahu, dll.
Perjalanan hiking atau trekking yang panjang berarti juga akan membuat sedikitnya waktu untuk bersantai di tenda, menikmati asyiknya suasana saat di basecamp.
Saat kita mulai mendirikan tenda dan mencoba beristirahat, kita akan merasa sangat letih dan membuat malas untuk melakukan hal lain.

Semua hal diatas merupakan penghambat untuk menikmati alam sekitarnya, sedangkan tujuan kita ke alam bebas adalah untuk menikmatinya, jadi kenapa tidak kita rubah..?? Bagaimana jika kita pergi dengan ransel ukuran 30 - 40lt untuk perjalanan 3 hari 2 malam? dengan ukuran dan berat ini, perjalanan yang biasanya terasa berat karena beban berat dari ransel seukuran 70lt, akan terasa lebih ringan, dan tanpa beban yang terlampau berat. Serta kita akan lebih bisa menikmati alam bebas sepanjang perjalanan, dan juga kita bisa lebih cepat sampai dilokasi basecamp tidak dalam keadaan sangat lelah.

Dengan pemilihan peralatan dan mengaturnya dengan tepat, ransel kapasitas 40lt akan terasa sangat cukup sekali untuk perjalanan diatas. Mengenai contoh-contoh peralatan ultralight akan dibahas pada bagian lain.

Untuk siapa ultralight hiking (backpacking) itu?
Ultralight backpacking adalah untuk semua orang yang serius dengan kegiatan trekking atau naik gunung. Ransel yang berat akan merubah banyak orang baru yang tadinya mungkin akan bisa menikmati perjalanan trekking menjadi kapok dan tidak mau mencoba lagi.

Tuesday, 1 October 2013

Night Bus in London

Malam ini udara dingin sekali, tak seperti musim dingin sebelumnya desember kali ini terasa lebih menggigit tulang. Dua hari lagi hari raya Natal akan tiba. Rochelle yang sedang berdiri di salah satu halte di pinggir kota London, dengan jaket wool tebal, tampak terus mengusap-usap telapak tangannya untuk mengusir dingin.

Sayup-sayup terdengar suara burung hantu di kejauhan. Rochelle mengutuk bossnya dalam hati, karena memaksanya berangkat pada jam yang sangat tidak menyenangkan ini. Musim dingin tahun ini memang dapat dikata sebagai musim dingin teburuk di London.

Malam itu Rochelle ditugaskan untuk mengantarkan sebuah paket ke sebuah gudang tua di ujung barat kota. Perjalanan ke sana memerlukan waktu sekitar setengah jam, tidak banyak alat transportasi menuju tepat itu, dan satu-satunya jenis angkutan umum yang tersedia adalah bis bertingkat yang sudah tua dan jalannya lambat.

Setelah menunggu lama, akhirnya bis itu muncul. Rochelle pun naik. Hanya Ada beberapa penumpang saja yang terlihat. Rochelle terus melangkah menuju tangga karena dia memutuskan untuk duduk di tingkat atas saja. Tetapi tiba-tiba langkahnya dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat tangga.

Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya." 

Friday, 27 September 2013

Suatu Hari di Metro Mini

metromini
Ini kisah tentang seseorang yang baru saja datang dari kampung untuk mengadu nasib di ibu kota. Sebagamana kita tahu Jakarta memang bagai sebuah magnet bagi setiap orang ingin mencoba peruntungan di kerasnya ibu kota, meski tak jarang mereka banyak yang justru menjadi lebih susah hidup di jakarta, tapi apa mau dikata jakarta tetap menjadi primadona bagi mereka yang mencoba peruntungan nasibnya.

Siang itu di tengah teriknya ibu kota, bercampur dengan debu jalanan yang terhempas oleh bis kota dan ribuan kendaraan yang memenuhi jalan ibu kota. Seorang pria paruh baya yang baru datang dari kampung tiba di salah satu terminal yang cukup sibuk di ibu kota, Lebak Bulus. Dengan secarik kertas berisi alamat, sang pria berjalan menuju sebuah metromini jurusan Pulo Gadung.

Monday, 16 September 2013

Cinta dalam Gelas

my second short story
writen by: Rizki Pradana
Awan mendung diiringi rintik hujan masih terus mebasahi kota Jogja siang itu. Dengan langkah sedikit gontai aku menuju ruang sidang sarjana yang berada di lantai dua kampusku. Dua jam lebih aku menunggu kedatangan Annisa. Minggu sebelumnya dia berjanji akan menemaniku menghadapi sidang tugas akhir skripsi, tapi hingga waktu sidang tiba dia tak kunjung datang.

Sudah hampir satu tahun kami berdua saling mengungkapkan rasa cinta yang ada di dalam hati kami masing-masing dan berncana untuk langsung menikah ketika kami lulus kuliah. Bahkan kami sudah saling mengenalkan orang tua kami masing-masing sebagai bentuk keseriusan hubungan kami.

Kami berdua memang berbeda fakultas. Tidak ada yang istimewa dari perjumpaan pertama kami. Nyaris klise, kami bertemu pertama kali pada saat sedang menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata) di desa yang sama dua tahun yang lalu. Tentu saja awalnya kami professional menjalankan tugas dan program kerja KKN kami, tapi perlahan tumbuh perasaan yang tidak biasa.

Dimulai dari kekagumanku akan pola pikirnya, penampilannya yang selalu anggun dengan jilbab yang tak pernah digulung-gulung, caranya bertutur kata, hingga cara dia dalam bersikap sehari-hari, membuatku semakin tertarik dan mengharapkannya bisa menjadi pendamping hidupku kelak.

Thursday, 12 September 2013

Lembah Kasih

Writen by Rizki Prdana


Hembuasan angin yang bertiup pelan dari puncak Pangrango, menggoyangkan pucuk-pucuk bunga eidelweis yang mulai mengering. Mentari pun sudah kembali ke peraduan, dan sang purnama telah menampakkan diri meski nampak malu-malu di balik awan. Kabut tipis pun turun perlahan, menyelimuti hutan-hutan di sekitar lembah Mandalawangi.

Seperti biasa selepas sholat maghrib di dalam tenda, aku pun keluar menatap jutaan bintang yang membentang di atas langit malam. Begitu tenang suasana lembah Mandalawangi malam itu, Cahaya purnama melengkapi suasana syahdu di lembah Mandalawangi. Hanya ada tiga tenda yang berdiri disana hari itu. Perlahan ku putar sebuah lagu Cahaya Bulan yang diiringi sebuah puisi dari mendiang Soe Hok Gie, Sebuah Tanya.

Kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin
           

Sunday, 8 September 2013

MISTERI LONCENG MENARA SEKOLAH

Assalamaulaikum..

Mendadak beberapa hari ini perasaanku dipenuhi dengan rasa gundah dan kebingungan yang selalu melintas dalam benak. Sesujurnya diriku tak tau ingin memulai cerita ini dari mana. Selayaknya cerita-cerita film yang diangkat berdasarkan kisah nyata, aku mencoba menceritakan sendiri kisah yang aku alami beberapa hari yang lalu.

Barangkali teman-teman sekalian pernah atau bahkan sering mengalami peristiwa yang terkadang sulit untuk di jelaskan dengan akal sehat. Bahkan ketika nalar pun dipaksa untu mengurainya, ujung benang merah dari peristiwa itu kadang tak pernah ditemukan. Nyaris sama dengan apa yang ku alami beberapa hari yang lalu.

Mungkin peristiwa ini akan terasa begitu “ganjil” bagi kalian, tapi buatku apa yang akan ku ceritakan ini bisa membuat kita lebih tenang, dan selalu berfikir positif. Dan yang terpenting membuat kita makin dekat denganNya dan percaya bahwa memang tidak ada kekuatan belebihi kekuatanNya.

Sabtu, 7 September 2013
Pukul 07.30 pagi
Pagi itu tak ada sedikitpun pikiran negatif yang terlintas dalam benakku, bahkan dalam akalku yang paling tidak rasional pun tak membayangkan kejadian yang akan ku alami kali ini. Seperti biasa pagi itu aku habiskan sarapanku dan bergegas menyiapkan foto kopi ijazah SMA yang akan aku legalisir. Ya, sebentar lagi tes CPNS di buka, aku harus menyiapkan semuanya, termasuk melegalisir semua ijazah, barangkali saja nanti diperlukan sebagai persyaratan pemberkasan.

Semua sudah siap, SIM dalam dompet sudah kukantongi, HP pun ku masukkan dalam saku kemeja biruku pagi itu. Dengan motor aku tembus kesibukan kota Solo pagi itu menuju salah satu SMA Negeri, yang boleh dikata tersohor di kota ini. SMA Negeri I Surakarta, salah satu SMA terbaik di kota ini, tempat dimana 5 tahun yang lalu aku masih duduk di salah satu kelasnya dengan seragam putih abu-abu, merasakan indahnya masa-masa indah di bangku SMA.

Friday, 6 September 2013

Aron Ralston, The True Story of 127 Hour

ralston.jpg (450×318)

Aron Ralston, seperti biasa melakukan pendakian rutinnya di hari Sabtu seorang diri. Ia berencana untuk menghabiskan hari dengan mengendarai sepeda gunung dan mendaki batu-batu merah dan pasir di luar Taman Nasional Canyonlands di Utah tenggara. Ralston berasal dari Aspen, Colorado, adalah sarjana teknik dan musik yang pernah bekerja selama lima tahun di Intel.

Ralston sendiri telah mendaki tempat itu berkali-kali dan kali ini dia melakukannya sebagai pemanasan untuk sebuah pendakian gunung tertinggi di Amerika Utara. Mengenakan T-shirt dan celana pendek dan membawa ransel ia berencana untuk melakukan ‘Canyoneering’ jauh ke ngarai Bluejohn Canyon. Ranselnya berisi dua burrito (makanan khas Meksiko), satu liter air, alat multi fungsi tapi imitasi bermerek Leatherman, alat P3K, kamera video, kamera digital dan peralatan panjat tebing. Dia tidak membawa jaket. Canyoneering adalah melakukan perjalanan ke ngarai dengan menggunakan berbagai skill : berjalan, mendaki, memanjat tebing dengan menggunakan berbagai peralatan. Canyoneering yang dilakukan Ralston adalah melewati lembah yang bercelah sempit.

Ralston berada 150 meter di atas puncak dinding vertikal Bluejohn Canyon. Dia melakukan manuvernya untuk mencapai bagian atas sebuah batu besar yang terselip di antara dinding ngarai sempit. Dia mulai memanjat permukaan batu dan rasanya sangat stabil ketika ia berdiri di atas. Ketika ia mulai turun di sisi yang berlawanan, batu seberat 800-pound (kurang lebih 362 kg) itu tiba-tiba bergeser, menjepit lengan kanannya – ia terjebak.

Thursday, 29 August 2013

Hypothermia

ilustrasi
Jika Anda seorang yang sudah sering malang melintang dalam dunia pendakian gunung, pasti mengetahui tentang Hypothermia danFrosbite yang sering dijumpai dalam petualangan alam bebas di gunung. Karena dua hal tadi adalah penyebab bahaya utama pendakian gunung yang sangat khas. Cuaca dingin merupakan hal yang biasa dalam petualangan alam bebas dan mendaki gunung, semakin dingin semakin antusias para pendaki menikmati keindahan alam bebas.

Namun di balik kesenangan itu ada bahaya yang mengancam yaitu kecelakaan dalam pendakian serta faktor alam, cuaca yang dingin dan ekstrim. Hypothermia sendiri merupakan kondisi dimana suhu tubuh mengalami penurunan secara perlahan namun pasti, dan jika tidak ada pertolongan dapat menyebabkan cedera serius bahkan kematia. Dapat dibayangkan jika suhu sudah pada titik terendah, tubuh sangat menderita. Suhu normal manusia berkisar antara 37 derajat dapat turun hingga 25 derajat. Hypothermia diawali dengan badan yang menggigil, depresi pada pernapasan dan tekanan jantung. Pada suhu yang lebih dingin akan terjadi kejang-kejang dan otak mulai beku serta selanjutnya dapat menyebabkan orang tersebut sekarat kemudian meninggal.

Wednesday, 28 August 2013

MAHAMERU: Perjalanan Menuju Puncak Para Dewa (Bagian 5)

--Puncak Abadi Para Dewa—

Middi berjalan di depan dengan ayunan langkah yang lebih cepat, kali ini aku yakin bahwa itu memang dia, sambil bilang “ane tunggu di puncak ya ki”. tak ada jawaban keluar dari mulutku, hanya sebuah anggukan kecil, mempersilahkannya melangkah di depan. Kali ini yang dikatakannya benar, tepat pukul 07.00 Middi adalah orang pertama dari Tim kami yang tiba di Puncak Mahameru, 5 menit setelahnya aku memegang tepian batu dan melihat sebuah tanah datar seluas lapangan bola, sambil berkata..

Sampai…ya, Aku Sampaaii.....

Hanya rasa haru yang memenuhi hati. Lapisan tekad kami, yang telah kami teguhkan untuk dapat sampai disini. Sebuah Impian. Harapan. Persahabatan. Cinta. Inilah satu puncak yang selalu melintas dalam setiap mimpi-mimpiku, tak hanya aku, tapi juga mimpi-mimpi mereka, sahabat yang begitu dekat bagai seorang saudara. Hati kami telah kami bawa kesini mencapai puncak tertinggi Tanah Jawa. ...

beberapa langkah lagi Puncak Mahameru
Aku menghampiri Middi yang tengah duduk santai di tengah tanah lapang itu diatas sebuah tumpukkan batu. Mataku sedikit berkaca-kaca, rasa haru memenuhi rongga dada, dan langsung ku hadapkan tubuhku ke barat, kutekuk lututku, dan aku bersujud sambil terus mengagungkan nama-Nya, Middi pun ikut dalam keharuan dan kami sujud syukur bersama di Tanah Tertinggi Pulau Jawa ini, di puncak yang konon adalah Puncak abadi pada Dewa.

MAHAMERU: Perjalanan Menuju Puncak Para Dewa (Bagian 4)

--Perjalanan Hati--

18 Agustus 2013 pukul 00.00

Dalam dingin yang membekukan di Kalimati, kami semua satu Tim telah terjaga. Semua sudah bersiap menempuh sebuah perjuangan maha dahsyat, bukan hanya perjalan fisik, tapi juga sebuah perjalanan hati. Kami akan melakukkan summit attack ke satu tempat tertinggi di pulau ini. Semua persiapan sudah harus terpasang; headlamp, masker, kacamata, jaket tebal, sarung tangan, kupluk, dan air minum yang cukup.

Masih ada satu tempat lagi yang harus dilalui sebelum kami menuju puncak abadi para dewa, tempat itu bernama Arcopodo. Sedikit di atas tempat ini adalah batasan vegetasi, hutan cemara berganti dengan gunungan pasir hingga ke puncak, Mahameru.

Dalam satu lingkaran kami semua mulai berdoa, Aku pun sejenak menundukkan kepala, dipeluk dinginnya malam hatiku memanjatkan doa pada Sang Pemilik Nyawaku ini.

Yaa Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu
malam ini aku akan melangkah menuju satu titik tertinggi
satu titik yang tak semua orang dapat berdiri di atasnya
satu titik yang tak akan mudah di gapai tanpa peran dari Mu
Yaa Allah Yang Maha besar
Malam ini bisa jadi malam terakhirku melihat bintang
Malam ini bisa jadi malam terakhirku menghirup udara bebas
Malam ini bisa jadi malam terakhirku bersua dengan alam
Maka,
Mudahkan langkahku mewujudkan mimpiku ini
Ringankan kakiku untuk melangkah menjemput puncaknya
Lancarkan aku dan semua kawan2 ku di perjalanan ini
Dan setelah malam ini
Aku akan ikhlas menerima apapun takdir yang akan menjemputku
Dengan “Bismillahirohmanirrohim”
Aku melangkah…….

Langkah kaki mulai kami ayun meningglkan tenda kami dalam kebekuan di Kalimati. Kami semua berjalan dalam barisan menuju satu tempat; Arcopodo. Kami tak sendirian, bersama ratusan pendaki lain kami berjalan beriringan. Mataku tak dapat lepas memandang Mahameru, ratusan orang tengah berusaha mencapai puncaknya malam itu. 

Seperti kunang-kunang yang bergerak dalam barisan, lampu-lampu senter mereka membentuk garis cahaya sepanjang jalur menuju puncak Mahameru. Sungguh luar biasa indah dan menggetarkan jiwa.

Satu jam pertama kami lewati dengan penuh semangat, menembus lebatnya belantara dengan jalur yang terus menanjak, sesekali kami harus pun rehat untuk mengumpulkan tenaga. Ramainya pendaki malam itu membuat kami tidak sendirian. Lalu lintas menuju Arcopodo didominasi pendaki yang berharap mencapi Mahameru pagi itu. 

Dua jam sudah kami berjalan, ketinggian kian bertambah dan alam pun mulai tak cocok lagi dengan tubuh kami. Nafas mulai tersengal, dengan oksigen yang makin sedikit, kami terus melangkah. Perlahan persedian air kami mulai menipis. Kami hanya membawa 4 botol teh manis dalam kemasan mineral 600 ml. dalam hatiku mulai gundah “ini tak akan cukup sampai puncak”

Sayup-sayup terdengar suara dari atas kami “Arcopodo, arcopodo”, dalam hati pun lega terasa, berarti tinggal satu langkah lagi menuju puncak Mahameru. Tepat pukul 03.00 kami tiba di Arcopodo. Dahulu di kanan kiri jalur ini penuh dengan prasasti “in memoriam” mengenang para sahabat yang meninggal atau hilang di Mahameru, tapi kini sudah tak banyak terlihat karena sebagian besar telah diturunkan. Biarkan Mahameru tetap dalam pelukan alam, dan kenangan akan sahabat-sahabat kami yang mati dan hilang akan kami simpan di dalam hati.

in memoriam

MAHAMERU: Perjalanan Menuju Puncak Para Dewa (bagian 3)

--Berselimut Kabut Ranu Kumbolo—

17 Agustus 2013

Masih terngiang penggalan lirik Mahameru yang terus ku putar di dalam tenda sepanjang malam.

Mendaki melintas bukit, Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin, Berselimut kabut Ranu Kumbolo...

Dua Srikandi dalam pelukan kabut Ranu Kumbolo
Syair itu benar-benar menggambarkan suasana Ranu Kumbolo pagi ini, kabut tebal menghalangi sinar surya menyentuh permukaan Ranu Kumbolo. Seolah menyelimutinya dari segala macam keburukan dan apapun yang hendak menyentuhnya. Akupun bergegas masuk ke dalam selimut kabut itu untuk ikut menikmati pagi di Bumi Pertiwi yang sedang merayakan hari kemerdekaanya yang ke-68 ini.

Dirgahayu Indonesiaku..!!!
Merdeka..!!!
Sekali Merdeka tetap Merdeka..!!!

Tepat 17 Agustus, Di tepi Danau di ketinggian 2400 meter diatas permukaan laut ini, di salah satu surga di tanah khatulistiwa ini, kurasakan bangga menjadi anak dari ibu pertiwi. 68 tahun sudah bumi ini lepas dari penjajahan kolonial bangsa lain, meski bukan berarti mutlak merdeka dari penjajahan-penjajahan lain yang terus menyerang negeri ini.

Penjajahan moral, penjajahan akhlak, dan penjajahan ideology masih terus menerpa bangsa ini. Kita memang sudah merdeka dari adu domba bangsa Belanda tapi kita masih dijajah oleh koruptor yang masih bebas merajalela. Kita memang sudah merdeka dari kekejian pasukan Jepang tapi moral pemuda kita masih dijajah olah teknologi yang memberikan pengaruh buruk bagi perkembangan mereka.

MAHAMERU: Perjalanan Menuju Puncak Para Dewa (Bagian 2)

--Perjananan Menuju Surga—

Tanggal 16 Agustus 2013

Ranu Pani di pagi hari
Dipeluk dinginnya pagi di Ranu Pani, kami bersiap untuk santap pagi dan menyiapkan diri menuju puncak abadi para dewa. Menu pagi itu adalah sayur sop hasil kolaborasi Chef Ayi dan Chef eNeng. Buatku ini adalah menu termewah yang pernah aku nikmati selama hampir 5 tahun mendaki gunung. 

Sekitar pukul 09.30 pagi kami semua mendaftarkan diri ke Pos Informasi, menyerahkan sejumlah persyaratan administratif, memang sedikit molor dari jadwal, tapi tak apalah lah yang penting sekarang surat izin pendakian Gunung Semeru sudah ditangan.

Sarapan pagi bersama di Ranu Pani
Barulah sekitar pukul 11.00 pendakian benar-benar dimulai. Jalur pendakian Semeru yang akan kami lalui adalah Ranupane – Waturejeng – Ranukumbolo – Oro Oro Ombo – Cemoro Kandang – Kalimati – Arcopodo – Puncak Mahameru. Sedang target pendakian kami hari ini adalah sebuah surga yang ada di kaki Semeru; Ranu Kumbolo.

Bersiap melangkah menuju Ranu Kumbolo

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM