HeadLine

Monday, 30 April 2012

Teknik Fotografi Model

Fotografi Model

assalamulaikum para pembaca EPICENTRUM..
dah lama nih aku gak sharing masalah Fotografi,,terakhir kalu gak salah bahas Fotografi Makro ya..
nah sekarang aku iseng-iseng nyobain jadi fotografer model,,tapi sebelum ke pembahasan kita kenalan dulu sama yang namanya fotografi model..

dari namanya aja udah jelas "Fotografi Model",,pasti objek atau yang menjadi point of view nya adalah seorang model yang dalam hal ini tentu saja adalah "manusia" yang memeragakan sesuatau (itu pengertian menurut aku sendiri lho,hehe)

Nah sebenarnya memotret model (modeling photography), teknik dasarnya hampir sama dengan memotret obyek lainnya, hanya memiliki perbedaan khusus. Perbedaannya tentu saja seperti yang udah aku tulis tadi, adalah pada obyek yang kita foto, yaitu ‘manusia’ baik itu lelaki ataupun wanita, kecil dewasa maupun tua. Banyak sekali unsur yang mempengaruhi hasil kita ketika memotret manusia.

oleh karena itu, berikut beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat memotret model atau manusia, yaitu antara lain: Kondisi si Model, Kostum & Make Up, Lokasi, Lighting, Angle & Komposisi, dan Komunikasi.

Sebelum bicara banyak soal si model, ada beberapa faktor utama yang menjadi penilaian utama dalam memotret manusia, antara lain: pose model, ekspresi, lokasi, komposisi, angle, costum, wardrop, makeup, background yang mendukung, dan lighting yang tepat!

Friday, 27 April 2012

Merapi tak Pernah Ingkar Janji

Expedisi Merapi 2930 mdpl (6-7 April 2012)

merapi dari pasar bubrah
sekitar dua minggu yang lalu aku dan seorang sahabatku (tak perlu disebut lagi namanya,hehe) merencanakan untuk mencari data riset untuk ikut Eagle Awards Documentary Competition..karena tema yang diangkat adalah tentang kebencanaan,,kami pun memutuskan untuk mengangkat tokoh yang ada di dekat gunung Merapi..

nah sayang kan udah sampai merapi kalau gak sekalian ke ex puncak Garuda (karena memang puncak merapi yang legendaris itu telah sirna diterpa keganasan merapi saat erupsi 2010 lalu)..meski puncak garuda sudah tiada,kami tetap berkeinginan untuk mencapai puncak merapi,,salah satu gunung api teraktif di dunia..

sedikit penjelasan,, Merapi (dengan ketinggian puncak 2.930 mdpl) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia (dan tercatat terkatif di dunia setara dengan Mauna Loa di Hawaii). Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.

Jalur Pendakian Selo (1600 m dpl)Jalur ini mulai pada ketinggian ±1600 m merupakan lintasan terpendek menuju puncak, membutuhkan waktu rata-rata 4 jam. Pendakian dimulai dari Joglo II di atas Desa Plalangan, Kec. Selo, Kab. Boyolali. Ditempat ini disediakan tempat parkir yang cukup luas yang biasa dikenal dengan nama "New Selo"

pada tanggal 6 april,,selepas maghrib kami berdua menuju base camp pendakian merapi "BaraMeru" yang terletak kurang lebih 300 meter dari "New Selo", ditemani rintik hujan yang tak kunjung reda kami tiba di base camp dan ketika kami tiba base camp nampak sepi,,wajar mungkin karena memang seharian habis diguyur hujan lebat dan keadaan saat ini pun masih gerimis,,lagipula pendakian merapi bisa dilakukan lewet tengah malam untuk mengejar sunrise di puncak.

Tuesday, 24 April 2012

DPR: Bikin Web Seharga 9,7 M..??

assalamulaiakum saudaraku sebangsa tanah dan sebangsa air..

Akhir-akhir ini makin lama aku makin gemes aja kalau baca TV, ndengerin koran, sama liat radio..
gimana enggak gemes,,apalagi lihat kelakuan para Wakil Rakyat yang kelakuannya masih kayak anak TK (play group menurut versi Gus Dur)..

oke deh,,suatu hari aku bangun pagi dan nyetel TV,,kalau gak salah pas banget di chanel TV-1 (baca dalam inggris)..beritanya kalau gak salah seperti ini

"Renovasi Gedung Banggar (badan Anggaran) DPR seharga 20 M"

bener-bener berita yang pagi-pagi udah bikin spot jantung
pertama masih belum ngeh aku pikir 20 Juta.
tapi setelah aku baca lagi dan dengerin lebih teliti.....

"SH*T..WHAT THE **** RENOVASI GEDUNG RAPAT AJA 20 M..!!!!"

apa-apan..!!!!,,itu mau renovasi gedung apa mau bikin gedung baru gan..??
kursinya aja harganya jutaan,ckckckck...pantesan aja, para anggota dewan yang ngakunya wakil rakyat dan berpihak untuk membela rakyat, pada betah buat MIKIRIN RAKYAT TIDUR..

oke aku gak mau panjang lebar masalah ini,,karena kasus ini juga udah tenggelam gak tau kemana rimbanya (dimakan tomcat kali beritanya,hahaha :D),,dan tetap saja rakyat gak dapet bagian dari itu semua..dan case close begitu saja..-_______-

belum selesai kaget liat berita,,baca koran bikin kaget lagi..

"Renovasi Toilet seharga 2 M" dan "Proyek Kalender DPR 1,3 M"

ini lagi,,apa-apaan renovasi (sekali lagi RENOVASI bukan BIKIN) toilet aja sampe em em-an (emberr kalee),,kalender aja anggarannya sampai 1.3 M,,itu bikinnya peke triplek kali ya, bukan pakai kertas..

Friday, 20 April 2012

SOE HOK GIE dan Gunung Semeru

SOE HOK GIE: Kenangan Kepada Seorang Demonstran


Enam belas Desember 30 tahun lalu, Soe Hok Gie, tokoh mahasiswa dan pemuda, meninggal dunia di puncak Gunung Semeru, bersama Idhan Dhanvantari Lubis. Sosok dan sikapnya sebagai pemikir, penulis, juga aktivis yang berani, coba ditampilkan Rudy Badil, yang mewakili rekan lainnya, Aristides (Tides) Katoppo, Wiwiek A. Wiyana, A. Rachman (Maman), Herman O. Lantang dan almarhum Freddy Lasut.
“Siap-siap kalau mau ikut naik lagi ke Gunung Semeru. Kasih kabar secepatnya, sebab harus ada persiapan di musim penghujan Desember, juga pertengahan Desember itu bulan puasa Ramadhan,” kata Herman O. Lantang, mantan pimpinan pendakian Musibah Semeru 1969, yang masih amat bugar di umurnya yang sudah lewat 57 tahun.

Terkejut dan tersentuh juga saya saat mendengar ajakan Herman itu. Dia merencanakan membentuk tim kecil untuk mendaki puncak Semeru lagi Desember ini, sambil memperingati 30 tahun meninggalnya dua sobat lama kami, Soe Hok Gie dan Idhan Lubis. “Kita juga akan berdoa, sekalian mengenang Freddy Lasut yang meninggal beberapa bulan lalu,” lanjutnya.

Soe meninggal dunia saat baru berumur 27 tahun kurang sehari. Idhan malah baru 20 tahun. “Tanpa terasa Soe sudah tiga dasawarsa meninggalkan kita sejak Orde Baru … perkembangan yang terjadi di Tanah Air dalam dua tahun terakhir ini, khususnya gerakan mahasiswa yang telah menggulingkan pemerintahan Orde Baru, mengingatkan kita kembali pada situasi tahun 1960-an, ketika Soe masih menjadi aktivis mahasiswa kala itu,” begitu bunyi naskah buku kecil acara “Mengenang Seorang Demonstran”, (berisikan antara lain diskusi panel soal bangsa dan negara Indonesia ini), yang bakal diselenggarakan Iluni FSUI dan Alumni Mapala UI.

Kasih Batu dan Cemara
Dari beberapa catatan kecil serta dokumentasi yang ada, termasuk buku harian Soe yang sudah diterbitkan, Catatan Seorang Demonstran (CSD) (LP3ES, 1983), di benak saya mulai tergali suasana sore hari bergerimis hujan dan kabut tebal, tanggal 16 Desember 1969 di Gunung Semeru.

Seusai berdoa dan menyaksikan letupan Kawah Jonggringseloko di Puncak Mahameru (puncaknya Gunung Semeru) serta semburan uap hitam yang mengembus membentuk tiang awan, bersama Maman saya terseok-seok gontai menuruni dataran terbuka penuh pasir bebatuan. Kami menutup hidung, mencegah bau belerang yang makin menusuk hidung dan paru-paru.

Di depan kelihatan Soe sedang termenung dengan gaya khasnya, duduk dengan lutut kaki terlipat ke dada dan tangan menopang dagu, di tubir kecil sungai kering. Tides dan Wiwiek turun duluan. Sempat pula kami berpapasan dengan Herman dan Idhan. Kelihatannya kedua teman itu akan menjadi yang paling akhir mendaki ke Mahameru.

Dengan tertawa kecil, Soe menitipkan batu dan daun cemara. Katanya, “Simpan dan berikan kepada kepada ‘kawan-kawan‘ batu berasal dari tanah tertinggi di Jawa. Juga hadiahkan daun cemara dari puncak gunung tertinggi di Jawa ini pada cewek-cewek FSUI.” Begitu kira-kira kata-kata terakhirnya, sebelum bersama Maman saya turun ke perkemahan darurat dekat batas hutan pinus atau situs recopodo (arca purbakala kecil sekitar 400-an meter di bawah Puncak Mahameru).

Di perkemahan darurat yang cuma beratapkan dua lembar ponco (jas hujan tentara), bersama Tides, Wiwiek dan Maman, kami menunggu datangnya Herman, Freddy, Soe, dan Idhan. Hari makin sore, hujan mulai tipis dan lamat-lamat kelihatan beberapa puncak gunung lainnya. Namun secara berkala, letupan di Jonggringseloko tetap terdengar jelas.

Tuesday, 10 April 2012

Naik Gunung dan Sebuah Nasihat

Pada suatu ketika ada seorang pemuda yang ingin mendaki sampai ke puncak sebuah gunung. Segala sesuatu telah ia persiapkan dari rumah, mulai dari bekal, sampai peralatan2 yang diperlukan. Sebelum memulai pendakiannya, pemuda itu bertemu dengan seorang kakek (tampaknya si kakek mengenal betul kawasan di sekitar gunung tersebut). Lalu pemuda itupun bertanya,

“Kek, kalo mau ke puncak gunung lewat jalan mana ya kek?”
Si kakek berkata, “Hai anak muda, ada 3 jalan untuk menuju ke sana. Jalan yang kanan, tengah, dan kiri.”
“Kalau yang kanan jalannya seperti apa kek?” kata pemuda itu.
“Jalan yang kanan terdapat banyak kerikil-kerikil tajam”

Lalu tanpa panjang lebar, si pemuda segera berjalan ke jalan yang kanan. Tetapi setelah kira-kira 20% perjalanan, dia menemukan jalan yang curam sehingga dia memutuskan untuk kembali pulang. di perjalanan pulang, dia bertemu kakek itu lagi.

“Kek, apa ada jalan lain yang termudah untuk ke sana?”
Si kakek berkata, “Hai anak muda, ada 3 jalan untuk menuju ke sana. Jalan yang kanan, tengah, dan kiri.”
Pemuda bertanya, “Jalan yang kiri seperti apa kek?”
“Jalan yang kiri terdapat banyak sekali semak belukar dan putri malu,” kata kakek itu.

Monday, 9 April 2012

Lebah Madu : Sang Arsitek dan Penari Ulung


Di antara makhluk paling memukau di alam ini adalah lebah madu, makhluk mungil yang menghidangkan kita sebuah minuman yang sempurna, yaitu madu yang dihasilkannya.

Lebih Hebat dari Ahli Matematika
Lebah madu hidup sebagai koloni dalam sarang yang mereka bangun dengan sangat teliti. Dalam tiap sarang terdapat ribuan kantung berbentuk heksagonal atau segi enam yang dibuat untuk menyimpan madu. Tapi, pernahkah kita berpikir, mengapa mereka membuat kantung-kantung dengan bentuk heksagonal?

Para ahli matematika mencari jawaban atas pertanyaan ini, dan setelah melakukan perhitungan yang panjang dihasilkanlah jawaban yang menarik! Cara terbaik membangun gudang simpanan dengan kapasitas terbesar dan menggunakan bahan bangunan sesedikit mungkin adalah dengan membuat dinding berbentuk heksagonal. 

 Mari kita bandingkan dengan bentuk-bentuk yang lain. Andaikan lebah membangun kantung-kantung penyimpan tersebut dalam bentuk tabung, atau seperti prisma segitiga, maka akan terbentuk celah kosong di antara kantung satu dan lainnya, dan lebih sedikit madu tersimpan di dalamnya. Kantung madu berbentuk segitiga atau persegi bisa saja dibuat tanpa meninggalkan celah kosong. Tapi di sini, ahli matematika menyadari satu hal terpenting. Dari semua bentuk geometris tersebut, yang memiliki keliling paling kecil adalah heksagonal. Karena alasan inilah, walaupun bentuk-bentuk tersebut menutupi luasan areal yang sama, material yang diperlukan untuk membangun bentuk heksagonal lebih sedikit dibandingkan dengan persegi atau segitiga. Singkatnya, suatu kantung heksagonal adalah bentuk terbaik untuk memperoleh kapasitas simpan terbesar, dengan bahan baku lilin dalam jumlah paling sedikit.

bentuk hexagonal yang sempurna
 Hal lain yang mengagumkan tentang lebah madu ini adalah kerjasama di antara mereka dalam membangun kantung-kantung madu ini. Bila seseorang mengamati sarang lebah yang telah jadi, mungkin ia berpikir bahwa rumah tersebut terbangun sebagai blok tunggal. Padahal sebenarnya, lebah-lebah memulai membangun rumahnya dari titik yang berbeda-beda. Ratusan lebah menyusun rumahnya dari tiga atau empat titik awal yang berbeda. Mereka melanjutkan penyusunan bangunan tersebut sampai bertemu di tengah-tengah. Tidak ada kesalahan sedikitpun pada tempat di mana mereka bertemu.

Monday, 2 April 2012

cara jitu meningkatkan trafic website anda

Traffik adalah salah satu indikator yang digunakan google dan search engine lainnya untuk menentukan seberapa penting blog atau website anda.

Traffik juga menjadi indikator bahwa blog anda adalah blog yang terpercaya, sehingga anda akan jauh lebih mudah meraih posisi di halaman pertama Google .
 
Jika anda sedang mengikuti program posting berbayar maka anda amat sangat memerlukan traffik melebihi anda memerlukan Pagerank. Jika Alexa anda di atas 300.000, maka anda akan sangat mudah memenangkan bid (tawar menawar) dengan pengiklan.


Ok, akan sangat sulit bagi saya untuk menjelaskan kelebihan program ini, yang jelas setelah saya coba alhamdulihah, . yang tadi nya PR 0 sekarang sudah ada pengakuan nih dari Mbah Googgle jadi PR 2 selama kurang lebih 3 bulana. Saya pastikan cara ini lebih mudah daripada blogwalking setiap hari.
 
Coba hitung berapa waktu yang anda habiskan setiap harinya untuk blogwalking ...?? Dan berapa banyak yang bisa anda undang setiap kali anda blogwalking...? Saya juga blogwalking , dan mungkin itu akan menjadi kegiatan harian hanya untuk mempertahankan posisi alexa rank anda....

Di sistem ini ada beberapa tindakan yang perlu anda lakukan. Lakukanlah tanpa menutup halaman ini biar gampang menuju TPK nya KLIK DISINI
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM