Showing posts with label Adventure. Show all posts
Showing posts with label Adventure. Show all posts

Thursday, 10 March 2016

Tips Mendaki Gunung Untuk Pemula (katanya)

Assalamualaikum...

lama tak menyapa para pembaca, maklum sekarang sudah semakin banyak kesibukan di kantor..

Kalau diingat-ingat kayaknya aku udah pernah nulis soal tips pendaki pemula ini. Kalau kamu rajin baca Epicentrum pasti udah tau postingan yang berhubungan dengan Naik Gunung Tapi emang gak terangkum jadi satu postingan sih. Emang nyebar-nyebar di beberapa postingan, makanya, mungkin ini saatnya untuk menjadikannya satu, seperti aku dan kamu. 

Tips ini terdiri dari SSS (bukan Slamet, Sumbing, Sindoro ye), yakni SEBELUM, SAAT, dan SESUDAH pendakian, biar gampang buat diinget-inget dan (kalo bisa) dipraktekkan.

Langsung aja, ini dia, aku bagi 16 Tips Untuk Pendaki Pemula.


SEBELUM PENDAKIAN

Wednesday, 23 October 2013

Ku Panggil Namamu Dinda


Siang itu itu awan mendung masih menggantung di atas langit Cibodas. Rintik hujan pun masih terus membasahi pucuk-pucuk pinus di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Secangkir kopi panas dan sepiring ubi cilembu menemaniku berbincang hangat di base camp pendakian Green Ranger, sebuah kelompok pencinta alam yang bermarkas di kaki gunung Gede-Pangrango. Ya, siang itu aku bersama Faisal, Adit, dan Marisa berencana melakukan pendakian ke puncak Gede-Pangrango.

Markas Green Ranger sudah menjadi rumah kedua bagiku. Kami selalu disambut dengan hangat di sana. Kebetulan siang itu Bang Idhat, Founding Father nya Green Ranger, sedang asik berbagi cerita. Beliau menceritakan tentang adiknya yaitu Idhan Lubis dan Soe Hok Gie ketika melakukan pendakian terakhirnya di Gunung Semeru.

Hujan nampaknya sudah tidak lagi turun. Tapi kabut lembut perlahan turun dari arah puncak, memeluk lebatnya hutan pinus di kawasan Cibodas. Sinar mentari sore pun seakan tak mampu menembus lebalnya kabut. Aku dan ketiga kawanku memutuskan untuk segera sholat ashar dan bergegas memulai pendakian, mumpung hujan sudah mulai reda.

Tepat pukul tiga sore kami meninggalkan base camp Green Ranger menuju Pos Pendakian untuk melapor. Surat ijin, barang bawaan, hingga perbekalan, semua diperiksa. Setelah semua lengkap pendakian pun dimulai. Kabut tipis pun perlahan naik kemabali, menyisakan pemandangan sore yang menawan. Semburat jingga sang mentari sore mulai mewarnai daun-daun yang masih nampak basah sisa hujan tadi siang.

“Riz, ntar kita break di Jembatan Kayu yah” kata Faisal sambil menepuk pundakku dari belakang.

“Eh iya, terserah, ente atur aja deh, lagipula kita kan mau jalan santai”, Jawabku sambil asik mendengarkan MP3 lewat headset, “Kasian juga tuh si Marisa, udah lama nggak muncak dia, hehehe”

“Enak aja, gini-gini diajakin balapan naik turun Pangrango juga masih berani” Celetuk Marisa sambil menyikut bahuku.

Sunday, 20 October 2013

Di Atas Langit Nusantara

Hari ini aku berdiri di atas bumi, tapi begitu dekat dengan langit..
Begitu dekat dengan Sang Pencipta, begitu dekat dengan angkasa Nusantara..
INDONESIA


Mungkin bagi sebagian pendaki, "puncak gunung" adalah sebuah obsesi, atau  mungkin adalah tempat yang harus dicapai jika melakukan perjalanan pendakian.. Tapi bagiku tidak. Bagiku puncak adalah sebuah harapan dan impian, sebuah singgasana mimpi dimana engkau dapat merasakan betapa kecilnya dirimu di mata Sang Pencipta..

Sebuah tempat dimana engkau dapat meneriakkan jutaan rasa, rasa syukur, rasa bahagia, dan rasa cinta.. Sebuah tempat dimana dirimu akan merasa betapa indah dan kaya nya negeri yang kau pijak. Sebuah tempat dimana kita dapat merasa bangga dapat berdiri di atas tanah air INDONESIA

Thursday, 10 October 2013

Bromo: Membelah Padang Savana

"Final Destination"

Ini bukan judul sebuah film sadis yang sering kita lihat, tapi ini adalah pemberhentian terakhirku di kawasan Gunung Bromo ini. Setelah menyambut pagi di Pananjakan dan menikmati pemandangan kawah serta hamparan lautan pasir dari Puncak Bromo, perjalanan ku pun berlanjut ke satu tempat yang cukup unik dari namanya.

Bukit Teletubbies dan Pasir Berbisik

Kenapa namanya Teletubbies??, ya karena perbukitan ini sangat mirip dengan setting lokasi acara anak-anak Teletubbies. Bukit ini adalah suatu areal yang unik di sisi timur gunung Bromo, yakni berupa hamparan Savana luas. Sekilas hamparan bukit - bukit tersebut menyerupai bukit rumput hijau di serial film anak tersebut. 

Tentu saja, Bukit Teletubbies di Bromo ini tidak ada hubungannya dengan Teletubbies di televisi. Nama julukan inipun ada karena pengujung yang memberikan nama, bukan masyarakat Tengger sendiri yang menamakannya. Bagi warga Tengger Kawasan tersebut di kenal dengan nama lain, yaitu "Lembah Jemplang".

membelah lautan pasir menuju padang savana
Untuk sampai di Bukit Teletubbies ini, aku dan rombongan harus mengarungi lautan pasir yang begitu luas. Berdesakan di dalam Jip, dan menghirup debu yang cukup menyesakkan dada, karena harus membaleh lautan pasir ke arah timur kawasan Bromo. Sama seperti cerita pendakian ku kemarin, seolah ada satu ikatan tersendiri yang terjalin sesama Traveller sehingga meski kami baru saling mengenal kita sudah merasa telah berteman lama.

Tuesday, 8 October 2013

Bromo: Pegunungan Tengger dan Pesonanya

Setelah puas aku menikmati pemandangan sunrise yang menawan di Puncak Pananjakan, kini saatnya aku memulai pendakian Gunung Bromo. Gunung Bromo sendiri termasuk dalam jajaran Pegunungan Tengger, yang memiliki bentang alam berupa pegunungan. Terdiri dari gunung Semeru, gunung Batok, gunung Widodaren, gunung Kursi, dan gunung Bromo, yang memberikan keindahan alam yang sangat menarik. 

gugusan pegunungan Tengger
Pegunungan Tengger merupakan salah satu gunung purba yang ada di Indonesia. Awalnya memiliki tinggi sekitar 4000 mdpl, Gunung Tengger mengalami letusan dahsyat yang kemudian membentuk lima kloni gunung, salah satunya gunung Bromo. Gunung Bromo terletak di kaldera pasir gunung Tengger purba, yang oleh masyarakat sekitar disebut “segoro wedi”. Gunung Bromo merupakan satu dari dua kawah gunung api yang terletak di pegunungan Tengger.

Gunung Bromo memiliki ketinggian sekitar 2.392 meter di atas permukaan laut. Jangan bayangkan mendaki gunung ini seperti medaki gunung layaknya perjalananku ke Semeru yang lalu. Untuk jalur pendakian ke Gunung Bromo ini sudah disediakan anak tangga untuk mempermudah pengunjung menuju puncak Gunung Bromo ini. Jumlah anak tangga yang harus kita daki untuk menuju puncak sekitar 250 buah anak tangga, entahlah aku pun tidak tahu berapa pastinya karena jelas tidak ada waktu menghitungnya. jadi yang mau merasakan sensasi naik gunung tanpa harus bersusah-susah, Bromo lah tempatnya.

Wednesday, 2 October 2013

Ultralight: Make Your Trekking SImple

Kamu Pilih yang Mana??
Apakah ultralight hiking atau ultralight trekking itu?!

Atau bisa juga pertanyaannya menjadi, kenapa orang-orang mau membawa beban 15 - 20 kg ransel? yang didalamnya berisikan perbekalan, peralatan serta kebutuhan di saat berada di alam bebas. Dengan kondisi beban berat seperti itu akan membuahkan beberapa problem yaitu:
Lambat, membosankan
Kelelahan, lekas marah, dan rendahnya rasa kebersamaan saat di jalan setapak
Meningkatkan kemungkinan untuk terluka, sakit dipunggung, keseleo mata kaki, lutut nyeri, otot sakit, memar atau lecet, sakit dibagian pinggul serta bahu, dll.
Perjalanan hiking atau trekking yang panjang berarti juga akan membuat sedikitnya waktu untuk bersantai di tenda, menikmati asyiknya suasana saat di basecamp.
Saat kita mulai mendirikan tenda dan mencoba beristirahat, kita akan merasa sangat letih dan membuat malas untuk melakukan hal lain.

Semua hal diatas merupakan penghambat untuk menikmati alam sekitarnya, sedangkan tujuan kita ke alam bebas adalah untuk menikmatinya, jadi kenapa tidak kita rubah..?? Bagaimana jika kita pergi dengan ransel ukuran 30 - 40lt untuk perjalanan 3 hari 2 malam? dengan ukuran dan berat ini, perjalanan yang biasanya terasa berat karena beban berat dari ransel seukuran 70lt, akan terasa lebih ringan, dan tanpa beban yang terlampau berat. Serta kita akan lebih bisa menikmati alam bebas sepanjang perjalanan, dan juga kita bisa lebih cepat sampai dilokasi basecamp tidak dalam keadaan sangat lelah.

Dengan pemilihan peralatan dan mengaturnya dengan tepat, ransel kapasitas 40lt akan terasa sangat cukup sekali untuk perjalanan diatas. Mengenai contoh-contoh peralatan ultralight akan dibahas pada bagian lain.

Untuk siapa ultralight hiking (backpacking) itu?
Ultralight backpacking adalah untuk semua orang yang serius dengan kegiatan trekking atau naik gunung. Ransel yang berat akan merubah banyak orang baru yang tadinya mungkin akan bisa menikmati perjalanan trekking menjadi kapok dan tidak mau mencoba lagi.

Friday, 6 September 2013

Aron Ralston, The True Story of 127 Hour

ralston.jpg (450×318)

Aron Ralston, seperti biasa melakukan pendakian rutinnya di hari Sabtu seorang diri. Ia berencana untuk menghabiskan hari dengan mengendarai sepeda gunung dan mendaki batu-batu merah dan pasir di luar Taman Nasional Canyonlands di Utah tenggara. Ralston berasal dari Aspen, Colorado, adalah sarjana teknik dan musik yang pernah bekerja selama lima tahun di Intel.

Ralston sendiri telah mendaki tempat itu berkali-kali dan kali ini dia melakukannya sebagai pemanasan untuk sebuah pendakian gunung tertinggi di Amerika Utara. Mengenakan T-shirt dan celana pendek dan membawa ransel ia berencana untuk melakukan ‘Canyoneering’ jauh ke ngarai Bluejohn Canyon. Ranselnya berisi dua burrito (makanan khas Meksiko), satu liter air, alat multi fungsi tapi imitasi bermerek Leatherman, alat P3K, kamera video, kamera digital dan peralatan panjat tebing. Dia tidak membawa jaket. Canyoneering adalah melakukan perjalanan ke ngarai dengan menggunakan berbagai skill : berjalan, mendaki, memanjat tebing dengan menggunakan berbagai peralatan. Canyoneering yang dilakukan Ralston adalah melewati lembah yang bercelah sempit.

Ralston berada 150 meter di atas puncak dinding vertikal Bluejohn Canyon. Dia melakukan manuvernya untuk mencapai bagian atas sebuah batu besar yang terselip di antara dinding ngarai sempit. Dia mulai memanjat permukaan batu dan rasanya sangat stabil ketika ia berdiri di atas. Ketika ia mulai turun di sisi yang berlawanan, batu seberat 800-pound (kurang lebih 362 kg) itu tiba-tiba bergeser, menjepit lengan kanannya – ia terjebak.

Thursday, 29 August 2013

Hypothermia

ilustrasi
Jika Anda seorang yang sudah sering malang melintang dalam dunia pendakian gunung, pasti mengetahui tentang Hypothermia danFrosbite yang sering dijumpai dalam petualangan alam bebas di gunung. Karena dua hal tadi adalah penyebab bahaya utama pendakian gunung yang sangat khas. Cuaca dingin merupakan hal yang biasa dalam petualangan alam bebas dan mendaki gunung, semakin dingin semakin antusias para pendaki menikmati keindahan alam bebas.

Namun di balik kesenangan itu ada bahaya yang mengancam yaitu kecelakaan dalam pendakian serta faktor alam, cuaca yang dingin dan ekstrim. Hypothermia sendiri merupakan kondisi dimana suhu tubuh mengalami penurunan secara perlahan namun pasti, dan jika tidak ada pertolongan dapat menyebabkan cedera serius bahkan kematia. Dapat dibayangkan jika suhu sudah pada titik terendah, tubuh sangat menderita. Suhu normal manusia berkisar antara 37 derajat dapat turun hingga 25 derajat. Hypothermia diawali dengan badan yang menggigil, depresi pada pernapasan dan tekanan jantung. Pada suhu yang lebih dingin akan terjadi kejang-kejang dan otak mulai beku serta selanjutnya dapat menyebabkan orang tersebut sekarat kemudian meninggal.

Wednesday, 28 August 2013

MAHAMERU: Perjalanan Menuju Puncak Para Dewa (Bagian 5)

--Puncak Abadi Para Dewa—

Middi berjalan di depan dengan ayunan langkah yang lebih cepat, kali ini aku yakin bahwa itu memang dia, sambil bilang “ane tunggu di puncak ya ki”. tak ada jawaban keluar dari mulutku, hanya sebuah anggukan kecil, mempersilahkannya melangkah di depan. Kali ini yang dikatakannya benar, tepat pukul 07.00 Middi adalah orang pertama dari Tim kami yang tiba di Puncak Mahameru, 5 menit setelahnya aku memegang tepian batu dan melihat sebuah tanah datar seluas lapangan bola, sambil berkata..

Sampai…ya, Aku Sampaaii.....

Hanya rasa haru yang memenuhi hati. Lapisan tekad kami, yang telah kami teguhkan untuk dapat sampai disini. Sebuah Impian. Harapan. Persahabatan. Cinta. Inilah satu puncak yang selalu melintas dalam setiap mimpi-mimpiku, tak hanya aku, tapi juga mimpi-mimpi mereka, sahabat yang begitu dekat bagai seorang saudara. Hati kami telah kami bawa kesini mencapai puncak tertinggi Tanah Jawa. ...

beberapa langkah lagi Puncak Mahameru
Aku menghampiri Middi yang tengah duduk santai di tengah tanah lapang itu diatas sebuah tumpukkan batu. Mataku sedikit berkaca-kaca, rasa haru memenuhi rongga dada, dan langsung ku hadapkan tubuhku ke barat, kutekuk lututku, dan aku bersujud sambil terus mengagungkan nama-Nya, Middi pun ikut dalam keharuan dan kami sujud syukur bersama di Tanah Tertinggi Pulau Jawa ini, di puncak yang konon adalah Puncak abadi pada Dewa.

MAHAMERU: Perjalanan Menuju Puncak Para Dewa (Bagian 4)

--Perjalanan Hati--

18 Agustus 2013 pukul 00.00

Dalam dingin yang membekukan di Kalimati, kami semua satu Tim telah terjaga. Semua sudah bersiap menempuh sebuah perjuangan maha dahsyat, bukan hanya perjalan fisik, tapi juga sebuah perjalanan hati. Kami akan melakukkan summit attack ke satu tempat tertinggi di pulau ini. Semua persiapan sudah harus terpasang; headlamp, masker, kacamata, jaket tebal, sarung tangan, kupluk, dan air minum yang cukup.

Masih ada satu tempat lagi yang harus dilalui sebelum kami menuju puncak abadi para dewa, tempat itu bernama Arcopodo. Sedikit di atas tempat ini adalah batasan vegetasi, hutan cemara berganti dengan gunungan pasir hingga ke puncak, Mahameru.

Dalam satu lingkaran kami semua mulai berdoa, Aku pun sejenak menundukkan kepala, dipeluk dinginnya malam hatiku memanjatkan doa pada Sang Pemilik Nyawaku ini.

Yaa Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu
malam ini aku akan melangkah menuju satu titik tertinggi
satu titik yang tak semua orang dapat berdiri di atasnya
satu titik yang tak akan mudah di gapai tanpa peran dari Mu
Yaa Allah Yang Maha besar
Malam ini bisa jadi malam terakhirku melihat bintang
Malam ini bisa jadi malam terakhirku menghirup udara bebas
Malam ini bisa jadi malam terakhirku bersua dengan alam
Maka,
Mudahkan langkahku mewujudkan mimpiku ini
Ringankan kakiku untuk melangkah menjemput puncaknya
Lancarkan aku dan semua kawan2 ku di perjalanan ini
Dan setelah malam ini
Aku akan ikhlas menerima apapun takdir yang akan menjemputku
Dengan “Bismillahirohmanirrohim”
Aku melangkah…….

Langkah kaki mulai kami ayun meningglkan tenda kami dalam kebekuan di Kalimati. Kami semua berjalan dalam barisan menuju satu tempat; Arcopodo. Kami tak sendirian, bersama ratusan pendaki lain kami berjalan beriringan. Mataku tak dapat lepas memandang Mahameru, ratusan orang tengah berusaha mencapai puncaknya malam itu. 

Seperti kunang-kunang yang bergerak dalam barisan, lampu-lampu senter mereka membentuk garis cahaya sepanjang jalur menuju puncak Mahameru. Sungguh luar biasa indah dan menggetarkan jiwa.

Satu jam pertama kami lewati dengan penuh semangat, menembus lebatnya belantara dengan jalur yang terus menanjak, sesekali kami harus pun rehat untuk mengumpulkan tenaga. Ramainya pendaki malam itu membuat kami tidak sendirian. Lalu lintas menuju Arcopodo didominasi pendaki yang berharap mencapi Mahameru pagi itu. 

Dua jam sudah kami berjalan, ketinggian kian bertambah dan alam pun mulai tak cocok lagi dengan tubuh kami. Nafas mulai tersengal, dengan oksigen yang makin sedikit, kami terus melangkah. Perlahan persedian air kami mulai menipis. Kami hanya membawa 4 botol teh manis dalam kemasan mineral 600 ml. dalam hatiku mulai gundah “ini tak akan cukup sampai puncak”

Sayup-sayup terdengar suara dari atas kami “Arcopodo, arcopodo”, dalam hati pun lega terasa, berarti tinggal satu langkah lagi menuju puncak Mahameru. Tepat pukul 03.00 kami tiba di Arcopodo. Dahulu di kanan kiri jalur ini penuh dengan prasasti “in memoriam” mengenang para sahabat yang meninggal atau hilang di Mahameru, tapi kini sudah tak banyak terlihat karena sebagian besar telah diturunkan. Biarkan Mahameru tetap dalam pelukan alam, dan kenangan akan sahabat-sahabat kami yang mati dan hilang akan kami simpan di dalam hati.

in memoriam

MAHAMERU: Perjalanan Menuju Puncak Para Dewa (bagian 3)

--Berselimut Kabut Ranu Kumbolo—

17 Agustus 2013

Masih terngiang penggalan lirik Mahameru yang terus ku putar di dalam tenda sepanjang malam.

Mendaki melintas bukit, Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin, Berselimut kabut Ranu Kumbolo...

Dua Srikandi dalam pelukan kabut Ranu Kumbolo
Syair itu benar-benar menggambarkan suasana Ranu Kumbolo pagi ini, kabut tebal menghalangi sinar surya menyentuh permukaan Ranu Kumbolo. Seolah menyelimutinya dari segala macam keburukan dan apapun yang hendak menyentuhnya. Akupun bergegas masuk ke dalam selimut kabut itu untuk ikut menikmati pagi di Bumi Pertiwi yang sedang merayakan hari kemerdekaanya yang ke-68 ini.

Dirgahayu Indonesiaku..!!!
Merdeka..!!!
Sekali Merdeka tetap Merdeka..!!!

Tepat 17 Agustus, Di tepi Danau di ketinggian 2400 meter diatas permukaan laut ini, di salah satu surga di tanah khatulistiwa ini, kurasakan bangga menjadi anak dari ibu pertiwi. 68 tahun sudah bumi ini lepas dari penjajahan kolonial bangsa lain, meski bukan berarti mutlak merdeka dari penjajahan-penjajahan lain yang terus menyerang negeri ini.

Penjajahan moral, penjajahan akhlak, dan penjajahan ideology masih terus menerpa bangsa ini. Kita memang sudah merdeka dari adu domba bangsa Belanda tapi kita masih dijajah oleh koruptor yang masih bebas merajalela. Kita memang sudah merdeka dari kekejian pasukan Jepang tapi moral pemuda kita masih dijajah olah teknologi yang memberikan pengaruh buruk bagi perkembangan mereka.

MAHAMERU: Perjalanan Menuju Puncak Para Dewa (Bagian 2)

--Perjananan Menuju Surga—

Tanggal 16 Agustus 2013

Ranu Pani di pagi hari
Dipeluk dinginnya pagi di Ranu Pani, kami bersiap untuk santap pagi dan menyiapkan diri menuju puncak abadi para dewa. Menu pagi itu adalah sayur sop hasil kolaborasi Chef Ayi dan Chef eNeng. Buatku ini adalah menu termewah yang pernah aku nikmati selama hampir 5 tahun mendaki gunung. 

Sekitar pukul 09.30 pagi kami semua mendaftarkan diri ke Pos Informasi, menyerahkan sejumlah persyaratan administratif, memang sedikit molor dari jadwal, tapi tak apalah lah yang penting sekarang surat izin pendakian Gunung Semeru sudah ditangan.

Sarapan pagi bersama di Ranu Pani
Barulah sekitar pukul 11.00 pendakian benar-benar dimulai. Jalur pendakian Semeru yang akan kami lalui adalah Ranupane – Waturejeng – Ranukumbolo – Oro Oro Ombo – Cemoro Kandang – Kalimati – Arcopodo – Puncak Mahameru. Sedang target pendakian kami hari ini adalah sebuah surga yang ada di kaki Semeru; Ranu Kumbolo.

Bersiap melangkah menuju Ranu Kumbolo

Sunday, 16 June 2013

Cara Menentukan Tempat Untuk Mendirikan Tenda

Cara menentukan tempat untuk mendirikan tenda sebaiknya diketahui oleh para pendaki gunung maupun para penggiat alam bebas. Semua itu diketahui untuk tingkat kenyamanan dan keamanan kita maupun orang lain selalu terjaga. Tetapi sebelumnya Anda harus mengatahui juga aturan tenda apa yang layak Anda gunakan di alam terbuka sehingga tidak salah dalam memilih tenda.


1. Tentukan tenda jenis apa yang Anda perlukan dan perkirakan berapa kapasitas yang dibutuhkan.
2.Cari bahan tenda terpal dengan bahan nylon pada bagian luarnya dan berbahan katun pada bagian dalamnya.
3. Usahakan lapisan luar dan dalam tenda mempunyai jarak terpisah yang jauh.
4. Carilah tenda yang mempunyai serambi pada bagian muka.
5. Carilah tenda yang memiliki dua pintu pada bagian sisinya.
6. Gunakan pasak tenda yang ringan dan kuat. Jangan lupa juga pilih tempat sewa tenda atau jual tenda yang menyediakan sesuai kebutuhan Anda.


Menentukan Tempat
1. Tentukah arah mata angin, dan jangan taruh pintu tenda berlawanan arah datangangin.
2. Buat sistem saluran air yang baik di sekeliling tenda.
3. Hindarkan berkemah atau menggunakan terpal di pinggir sungai, karena selainberisik dan banyak binatang juga bisa berbahaya bila tiba - tiba air sungai meluap.
4. Usahakan tenda tetap dalam kondisi bersih, karena kita pasti ingin tempat istirahat 
yang nyaman.
5. Taruh kantung tempat tenda terpal, pasak sisa dan tempatnya di bagian dalamtenda, jadi bila pagi kita mencarinya akan mudah diketemukan.
6. Jangan dirikan tenda tepat di jalur pendakian, karena hal tersebut membahayakan pendaki lain dan juga sangat mengganggu.

Makanan Untuk Pendakian Gunung

Makanan untuk pendakian gunung sebaiknya dipersiapkan secara matang sejak awal karena kita nantinya akan menempuh medan yang kita belum mengetahui secara pasti keadaannya. Di tengah alam terbuka seperti pendakian gunung aneka bahaya bisa mengancam, apabila segala perlengkapan untuk hal tersebut tidak kita persiapkan. Di antaranya adalah makanan.


Ada beberapa hal yang harus di pertimbangkan dalam menyusun makanan ketika akan mendaki. Hal penting yang harus diperhatikan diantaranya adalah:

     1. Makanan tersebut harus cukup kalori untuk kegiatan kita di alam.
     2. Makanan tersebut tidak menyulitkan untuk di masak ( mudah dan instan )
     3. Makanan harus di sebar di setiap kelompok
     4. Makanan harus di packing dengan benar

Berbicara mengenai kalori maka kita perlu melihat berapa besar aktifitas kita di alam bebas, cuma mendaki atau ada aktifitas lain sekelas orientasi medan atau menolong orang yang sedang hilang di sana. Ingat kegiatan mendaki gunung itu jenis refreshing yang membutuhkan banyak energi, jadi jangan pernah mendaki gunung dengan modal pas - pasan.

Beli makanan sekelas kornet, telur, sarden, sosis sebagai kebutuhan protein yang tinggi untuk mendaki. Setelah makan tersebut di persiapan, perlu juga penyusunan menu masaknya, akan di apakan makanan tersebut, paling mudah ya itu di tumis atau di campur ketika memasak mie instant.

Point kedua adalah mudah dan instant, makanya para pendaki sering membawa mie insatant karena proses mamasaknya yang mudah. Ia juga sebagai pengantikarbohidrat yang baik ketika mendaki, namun jangan lupa di sertakan pula nasi. Karena walau bagaimanapun kultur makanan kita telah di dominasi oleh nasi, jadi apabila belum makan nasi biasanya orang tetap saja lemas.


Jadi bawa seperlunya untuk kebutuhan karbohidrat. Perlu juga di bawa adalah roti tawar, tidak perlu yang berasa karena akan membuat kita boros akan minum kalau rasanya terlalu manis atau gurih. Coklat juga sebagai makanan instant pendakian yang sarat akan kalori, jadi jangan lupa di bawa.

Point ketiga adalah makanan harus di sebar, jadi tidak hanya terfokus pada satu orang pembawa makanan saja. Tujuannya, ketika terjadi hal yang tidak di inginkan, misalnya tersesat atau terpisah dari kelompok. Setiap orang akan memiliki bekal yang cukup untuk survival, bayangkan kalau ia tidak membawa makanan satupun.

Makanan pun harus di kemas dalam teknik tertentu, tidak bisa sembarangan. Misalnya, ketika Anda membawa telur, Anda tidak bisa membawanya begitu saja karena rawan pecah. Sebaiknya bungkus dengan plastik dan masukkan dalam beras yang Anda bawa. 

Juga jangan masukkan semua di dalam satu plastik yang sama, karena ketika pecah satu akan membuat yang lain pun akan terkontaminasi oleh pecahan telurnya, jadi dalam membawa telur harus di pisah satu persatu.

Sumber: Belantara Indonesia

Manajemen Logistik Dalam Pendakian Gunung

Manajemen logistik dalam pendakian gunung, apakah itu? Manajemen logistik adalah sebuah upaya bagi kita untuk mencari bahan - bahan makanan ataupun barang substitusinya yang berbobot ( dari segi nutrisi, kalori, dan ukuran packing ). Supaya  efisien, ekonomis, dan tidak terlalu berat untuk dibawa dalam tas Carrier kita.


Dari berbagai pengalaman dalam pendakian gunung, kita sering mendengar keluhan dari teman - teman pendaki atau juga dari kita sendiri. Yakni, tas Carrieryang berat, sudah membawa tenda dan perlengkapan pribadi, stok makanan untuk beberapa hari, belum lagi jalur yang menanjak tanpa bonus.

Akhirnya sering keluar keluhan lagi, bahwa lebih enak sewa porter daripada terbebani barang berat dalam pendakian. Padahal kalau kita mau berpikir lagi, sewa porter bukanlah solusinya. Sebab, selain kita mesti bayar, “The sense of hiking”nya kurang kalau tanpa menggendong tas Carrier ( keril ) berat dibelakang.

Ada juga yang pernah bilang, “Tas nya  ditinggal disini saja yaa……biar pendaki lain yang bawain” Itulah keluhan dari beberapa pendaki yang saking berat tasnya, sang empunya jadi malas membawanya. 

Saturday, 15 June 2013

Tips Menyusun Rencana Pendakian

Agar perjalanan di alam terbuka sesuai dengan rencana kita, tentu ada beberapa hal yang harus dilakukan. Tidak semudah atau di anggap mudah untuk melakukan kegiatan perjalanan tersebut, semua haruslah tersusun dalam sebuah rencana yang matang. Berikut ini tips menyusun rencana pendakian.


TUJUAN
Cobalah cari referensi tentang gunung yang akan kita tuju. Mulai dari peta, transportasi, kondisi geografis dan adat istiadat setempat.

WAKTU PENDAKIAN
Penentuan waktu yang tepat sangat menentukan keberhasilan pendakian, terutama untuk menghindari bahaya - bahaya obyektif seperti hujan, badai serta penyakit ketinggian dan gangguan dari binatang liar. Dan juga waktu yang di tentukan bisa di ikuti oleh semua anggota tim.

Di Indonesia, musim pendakian yang baik adalah pada bulan Juni - Agustus. Cuaca cerah karena musim kemarau serta bertepatan dengan liburan sekolah atau kuliah. Tetapi juga perlu diperhatikan tentang ketersediaan air di jalur pendakian, karena pada umumnya gunung - gunung di Jawa air tergantung pada saat musim hujan.

ANGGARAN KEUANGAN
Dalam menyusun keuangan beberapa hal yang harus di perhitungkan antara lain alokasi dana untuk perjalanan harus masuk akal. Buatlah anggaran terperinci untuk setiap bidang. Pengeluaran dan pemasukan uang hanya berhak dilakukan oleh satu orang, misalnya bendahara.

PESERTA
Tentukan koordinator perjalanan ( leader ). Bidang - bidang koordinasi,subkoordinasi seperti bidang dana, publikasi dan dokumentasi, perlengkapan akomodasi, logistik, medis dll.

Koordinator lapangan harus dipilih dari orang - orang yang berwibawa dan mempunyai pengalaman sebagai pemimpin yang mampu mengkoordinasipendakian gunung tersebut.

PERIZINAN
Siapkan kelengkapan surat - surat yang dibutuhkan dan tempatkan dalam tas tesendiri agar mudah di ambil saat diperlukan.

Setiap daerah mempunyai peraturan perijinan yang berbeda dan tergantung juga pada sifat kegiatan yang akan dilakukan, untuk penelitian atau petualangan.

-Kopi identitas diri ( KTP Kartu Mahasiswa, Kartu Pelajar )
-Surat jalan dari Kepolisian setempat untuk keamanan
-Surat ijin dari pos pendakian

TRANSPORTASI
Lakukan survey, transportasi apa yang paling efektif dan efisien untuk mencapai tujuan. Sesuaikan dengan anggaran yang ada dan waktu yang di targetkan.

PERENCANAAN DI LAPANGAN
-Merumuskan jadwal yang terperinci, di susun khusus jam per jam.
-Menyusun strategi yang akan di gunakan dan rute yang akan di tempuh, serta tempat menginap.
-Keberhasilan suatu perjalanan di tentukan oleh kemampuan tiap anggota untuk belajar dan bekerja sama sebagai tim yang kompak.
-Perencanaan yang baik berarti mencapai tujuan dengan lebih efektif dan efisien.

PELAKSANAAN DI LAPANGAN
Setiap peserta harus menuruti keputusan dari pimpinannya yang bertanggung jawab dalam kegiatan perjalanan tersebut. Diskusi mengenai masalah yang di hadapi dilakukan saat evaluasi.


10 Tips Sebelum Mendaki Gunung

Bagi kebanyakan orang, sebuah pendakian gunung adalah sebuah kegiatan berbau rekreasi atau juga wisata alam. Tetapi selain hal tersebut, perlu juga sebuah persiapan detail sebelum memulai pendakian gunung. Apabila hal tersebut di lupakan baik sengaja maupun tidak, akan berdampak yang kurang menyenangkan bagi pendaki.


1. Rencanakan perjalanan jauh - jauh hari. Tujuannya, agar pendaki dapat menyiapkan fisik serta kesehatan sebelum waktu keberangkatan. Persiapan fisikdapat dilakukan dengan berolahraga: renang dan joging.

2. Cari informasi sebanyak mungkin soal gunung yang bakal ditandangi. Informasi ini nantinya dapat memberikan panduan kepada para pendaki soal medan pendakian.

3. Buatlah perkiraan waktu perjalanan serta alokasi biaya yang dibutuhkan selama perjalanan. Jangan lupa untuk menyiapkan identitas diri ataupun surat jalan dari kepolisian bagi pendakian besar, seperti ekspedisi.

4. Jangan lupa membawa alat tulis. Dan sebelum berangkat, ada baiknya memberitahukan keluarga atau orang terdekat mengenai rencana pendakian sertagunung tujuan.

5. Siapkan segala perlengkapan dan pakaian yang berguna dalam pendakian. Dan sebaiknya, jangan membawa barang terlalu banyak atau kekurangan. Biasanya, beban barang yang dibawa sepertiga dari berat tubuh pendaki, antara 15 - 20kilogram.

6. Pastikan membawa kantung plastik di dalam backpack. Dalam perjalanan, kantung ini berfungsi untuk menyimpan sampah, pakaian basah, serta memisahkan baju bersih dengan yang kotor. 

7. Perlengkapan P3K wajib dibawa. Minimal obat - obatan pribadi: obat merah, perban, obat batuk, atau obat diare.

8. Siapkan makanan dan air secukupnya untuk konsumsi pribadi. Perlengkapan ini akan sangat dibutuhkan dalam perjalanan menuju kaki gunung, atau kala pendakian.

9. Bawalah makanan dan air ekstra. Tujuannya untuk mengantisipasi cuaca buruk yang menyebabkan waktu pendakian molor.

10. Jangan menggantung barang bawaan di luar backpack. Sebab benda - benda itu bakal menyulitkan langkah sewaktu mendaki.

10 Benda Wajib Bagi Pendaki

Bawalah barang secukupnya kala mendaki gunung. Begitulah saran dari penulis buku Mountain Climbing for EverybodyHarley Bayu Sastha. Dalam tiap perjalanan, para pendaki disarankan membawa beban sepertiga dari bobot tubuh mereka, sekitar 15 - 20 kilogram.


Untuk mencapai berat bawaan itu, para pendaki harus memilah perkakas mereka. Menurut Harley, ada sejumlah benda yang wajib dibawa kala mendaki.

1. Sepatu Boots
Sepatu berbahan kulit atau kain kanvas sangat dianjurkan dalam mendaki gunung. Apalagi bila anti - air. "Yang pasti, carilah sepatu berkulit tebal agar tak mudah robek dalam perjalanan," kata Harley dalam bukunya.

Sepatu dengan ujung tebal juga sangat bermanfaat. Sebab, dapat melindungi jari kaki jika tersandung. Selain itu, pilihlah alas kaki dengan sol yang mampu mencengkeram permukaan tanah agar tidah mudah terpeleset. "Lubang ventilasi pada sepatu juga bagus untuk pendakian."

2. Kaus Kaki
Kaus kaki sangat diperlukan untuk menghindari lecet. Gunakanlah dua pasang kaus kaki dalam tiap perjalanan. Pertama, pakai kaus kaki wool yang menghangatkan telapak kaki, kemudian kaus kaki sintetis yang menyerap keringat.

3. Celana
Untuk pendakian, ada baiknya menggunakan celana berbahan ringan, seperti terbuat dari katun tipis yang mampu menyerap keringat. Selain mudah kering, celana ini tidak menambah berat meski dalam keadaan basah. "Bawa juga celana wind and water proofsangat berguna ketika hujan," ujarnya.

4. Baju Berbahan Katun
Selain celana, baju berbahan katun juga nyaman dipakai dan menyerap keringat. Sediakan juga baju berbahan wool serta kemeja flanel lengan panjang. Pakaian ini mampu menghangatkan badan.

5. Jaket
Benda ini yang tak boleh ketinggalan. Sebaiknya bawa jaket yang ringan, tapi kuat serta hangat. Bila tak ada, bawalah sweater wool. "Wind and waterproof jacket juga wajib diboyong kala mendaki gunung," ujar Harley.

6. Topi Dan Sarung Tangan
Selain untuk menghangatkan, dua benda ini dapat melindungi kulit dari cedera akibat duri, ranting, atau bebatuan tajam. Topi, seperti topi rimba, pun mampu menutup kepala dari panas serta hujan.

7. Lampu Senter Dan Pisau
Pada saat membawa lampu senter, jangan lupa menyiapkan baterai cadangan. Selain itu, dianjurkan membawa berbagai jenis pisau: pisau saku serba guna, pisau golok, dan pisau pinggang

8. Perlengkapan Tidur
Untuk kegiatan istirahat, bawalah satu pasang pakaian khusus, termasuk kaus kaki. Kantung kasur dan matras juga perlu dibawa sebagai alas tidur. Perkakas ini diperlukan agar para pendaki dapat beristirahat dalam kondisi bersih hingga tak mudah terjangkit penyakit.

9. Perlengkapan Memasak
Korek api, spiritus, parafin, panci, sendok, cangkir, piring, serta alat masak lapangan adalah benda wajib diboyong kala mendaki. Begitu juga dengan 1 - 2 liter air bersih. Namun Anda tidak harus membawa benda ini dalam backpack sendiri. Melainkan dapat membaginya dengan teman seperjalanan.

10. Alat Navigasi Dan Obat - Obatan
Anda tak harus membawa segala obat-obatan. Cukup obat umum, seperti perban, obat merah, atau plester, obat batuk dan diare, serta obat - obatan pribadi.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM