HeadLine

Monday, 27 February 2012

Padang Bulan

Yo prakanca dolanan neng njaba..
padang mbulan padange kaya rina..
rembulane..sing ngawe-awe..
ngelingake ojo pada turu sore..

Hayooo,, siapa yang tak kenal dengan lirik lagu "dolanan" diatas..???

buat temen-temen yang tinggal di jazirah tanah jawa khususnya jawa tengah, jogja, jawa timur dan sekitarnya,,dan lahir di era tahun 80an hingga 90an pasti tak asing dengan lirik tersebut..

karena pada masa kita kecil lagu-lagu "dolanan" dan lagu-lagu daerah seperti itu masih sering dinyanyikan di desa-desa oleh anak-anak kecil dikala itu..

berbeda dengan sekarang,, yang mana anak-anak usia SD lebih mengenal lagu-lagu orang dewasa yang liriknya sering "membuat penduduk Indonesia bertambah banyak" (silahkan dipikirkan sendiri maksudnya.hehe...:p),,atau mengajarkan anak kecil untuk G.A.L.A.U padahal masa kecil harusnya digunakan untuk senang-senag bukan galau..sungguh sesuatu banget...Huft..-___-

tapi soobb,,aku kali ini gak bakal mbahas masalah lagu,,karena aku sejujurnya gak ngerti musik..
tapi disini aku akan menceritakan tentang "Padang Bulan"

Padang Bulan yang mau aku ceritakan ini bukan novelnya Bang Andrea Hirata lho..
tapi Padang Bulan disini adalah suatu momen yang indah yang dahulu pernah menjadi saat-saat penuh makna,, tapi mungkin sekarang hal itu sudah banyak dilupakan oleh sebagian orang..

baru saja malam ini aku muter-muter keliling kota Bogor dan masuk ke gang di suatu kampung lalu melihat hal yang membuaku teringat dengan kampung halaman..
saat aku melintasi sebuah jalanan kampung aku melihat sekelompok anak laki-laki yang sedang seru-serunya bermain bola di tengah jalan, dan anak-anak perempuan asik bercengkrama di halaman rumah,,terlihat sungguh mengasyikan sepertinya,,dan mereka nampak sangat bahagia dan menikmati hal yang sedang mereka lakukan..

lalu apa hubungannya dengan Padang Bulan..????

pasti pada penasaran yaa..
oke dilanjut lagi deh bacanya..

jadi begini ceritanya.... setelah melihat aktivitas anak-anak dimalam hari ini,aku jadi teringat masa kecil aku di sebuah desa kecil bernama Widororejo yang terletak di kawasan teritori kab. Sukuharjo,, di pinggiran kota SOLO..

waktu itu usiaku belum genap 8 tahun..
ya seorang anak SD yang polos dan lugu,,dan unyu tentunya,hehe..
serta belum tersentuh peradaban asing (macam apa aja ya,hehe)

pada masa-masa itu tiap bulan purnama tiba,,
ada suatu adat atau bisa juga dibilang kebiasaan di kampung aku untuk mengajak anak-anak kecil baik cowok atau cewek (tidak termasuk b**cong ya,,hehe) bermain di luar rumah bersama sama..
jadi dulu,,waktu bulan purnama atau Padang Bulan,, di kampung aku gak ada istilahnya anak kecil yang cuma bermain di dalam rumah aja,atau cuma nonton tivi aja,,semuanya keluar untuk bermain bersama..

lalu apa yang dilakukan anak-anak kecil dikampungku saat Padang Bulan....??

tepat setelah selesai tadaruz, makan malam, dan sholat isya semua anak-anak kecil berhamburan keluar rumah,,bahkan terkadang setiap rumah sengaja mematikan lampu halamannya agar suasana purnama lebih terasa..

lalu Padang Bulan pun dimulai..

ada yang bermain Delikkan (petak umpet *red)..
ada juga yang main Gobag Sodor, Betengan, Bercok jawil dan permainan-permaian daerah khas anak-anak desa lainnya.
khusus anak-anak cowok pada main bola di jalan kampung,,terus buat anak ceweknya ada yang main Cublak-cublak Suweng..
pokoknya semua permainan daerah yang bikin anak-anak kecil senang, bisa dilakukan bersama-sama, dan permainan-permainan itu tentunya membuat seorang anak makin akrab dengan yang lain..

sedang ayah ibunya ada yang mengawasi dari teras rumah sambil menikmati secangkir teh,,
atau juga saling berlepas canda dengan tetangga yang lain,,
ada pula yang ikut menjadi wasit kalau-anak-anak pada main bola,,hehe..

"pokoknya Padang Bulan itu saat-saat yang benar-benar di nanti-nanti oleh anak-anak kecil di masa itu..karena mereka bebas bermain diluar rumah di malam hari bersama teman-teman yang lain.."

meski malam ini bukan sedang bulan purnama,,tapi melihat anak-anak yang asik bermain di luar rumah seperti tadi,cukup membuatku terkenang akan masa-masa indah dulu..masa kecil yang penuh canda dan tawa yang tak mungkin bisa terlupakan tentunya..

lalu apa kira-kira hikmahnya....???

nah ini dia nih inti pembicaraanku yang ngalor ngidul dari tadi..
jadi kalau kita coba melihat kondisi anak-anak dimasa kini,,tentunya akan membuat kita untuk sedikit merenung serta membandingkan dengan kehidupan kanak-kanak kita dulu..

betapa masih banyak budaya-budaya asli daerah yang itu baik dan layak dijaga mulai tergilas oleh budaya luar yang justru memberikan efek yang (maaf) kurang baik jika dibandingkan dengan budaya asli ketimuran yang telah kita miliki dari kakek moyang kita sedari dulu..

sederhananya saja..
diawali dari lirik lagu yang aku tulis di atas..

"berapa banyak anak kecil sekarang yang masih mengenal lagu-lagu asli daerahnya masing-masing,,atau ekstrimnya apa lagu anak-anak yang terkenal saat ini..???"

"akhir-akhir ini anak-anak kecil justru lebih hafal dengan lagu cinta-cintaan,,lagu bergenre perseligkuhan,,dan lagu-lagu lain yang sebenarnya belum layak mereka kenal..dan lagu anak-anak kini milik abang odong-odong, itu pun kadang anak kecil lebih memilih odong-odong yang muterin lagu-lagu orang dewasa"

lalu permainan daerah..

"berapa banyak anak kecil sekarang yang masih mau meggunakan mainan dan permainan asli daerahnya..??"

"akhir-akhir ini anak-anak kecil justru lebih asik bermain dengan produk-produk dari luar,,coba kita lihat mainan mainan anak rata2 'made in Ch**a',,lalu mana mainan asli kita?, cuma ada di pasar malam yang cuma muncul setahun 2 kali"

permainan edukasi, sosial, dan kebersamaan

"berapa banyak anak kecil sekarang yang memilih permainan yang melibatkan teman yang banyak dan berinteraksi secara langsung seperti yang disuguhkan oleh permainan-permanan daerah itu.??"

"akhir-akhir ini anak-anak kecil justru lebih nyaman bermain dengan kawan di 'dunia maya',atau asik bermain PS sendirian (maksimal berdua),dan justru itu membuat mereka jauh dari interaksi sosial yang seharusnya sudah mulai dipupuk sejak dini"


"Padang Bulan"


sebenarnya telah memiliki semua jawaban itu..
dimana anak-anak bernyanyi riang dengan lagu-lagu yang menyenangkan serta layak mereka nyanyikan..
dimana anak-anak bermain bersama teman-teman mereka dengan riang dan genbira..
dimana interaksi sosial telah diajarkan sejak dini kepada anak..
dan dimana budaya asli memberikan aspek edukasi yang positif bagi perkembangan anak..

aku tak tau,,apakah di tanah jawa pun masih melakukan hal seperti ini (kalau di desa mungkin iya),,tapi yang aku tau kita telah sangat sulit bahkan dapat dikatakan mustahil menemukan hal semacam itu di lingkungan perkotaan..

semoga saja budaya daerah kita masing-masing yang bersifat edukasi dapat tetap terjaga dan lestari bagi perkembangan kepribadian yang baik untuk anak-cucu kita kelak..

selamat bernostalgia kawan dengan masa kacil kita..
dan ayo kita jaga generasi penerus kita dari Kontaminasi budaya asing yang siap menyerang kapan saja..

semoga bermanfaat..

wassalamualaikum...

7 comments:

  1. http://rachmatwidyanto.blogspot.com/2012/02/padang-bulan.html

    sama kita
    ;p

    ReplyDelete
  2. tapi isinya beda,hehe..
    masih hapal lagu2 dolanan gak mas..??
    pengen cari truz donlot aku,hehe..

    ReplyDelete
  3. wah anto padang bulan. erpe padang bulan. aku nasi padang ahh... *geplak! wkwk

    ReplyDelete
  4. wah maaf mas gak jualan nasi padang disini,hehe..:p
    kapan main lg kesini??

    ReplyDelete
  5. haha,, hasilnya kalo udah gede nanti mungkin palah jadi kekanak-kanakan mas,, kerjanane ngelawan nek diomong karo wong tuane

    ReplyDelete

Alangkah lebih bijaksana untuk menyambung silaturahim dipersilahkan meninggalkan jejak berupa komentar,,,terimakasih..^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM