HeadLine

Monday, 26 September 2011

Pangrango Summit 3019 mdpl

naik gunung lagi, naik gunung lagi...
mungkin itu yang akan terlintas dibenak orang yang liat aku sering jalan2 and meng'hedon' bareng seorang sahabat karibku sing arane ichal faizal,,
gak tanggung-tanggung jalan2nya naik-naik kepuncak gunung (kya lagu aja ya,hehe)..
tapi gak slalu naik gunung sob,,blum ada waktu aja buat jalan ke tempat yang lain..

belum habis lelahku menakhlukkan The 1st Summit of Central Java "Mt. Slamet 3432 mdpl"(kisahnya saya ceritakan di waktu yg lain aja ya setelah nilai KKP saya keluar,hehehe),,langsung dateng tawaran ke Pangrago Plaza,,eh salah,maksudnya ke Puncak Pangrango,hehehe

ichal said: "Pe minggu ke2 setelah libur lebaran ke Pangrango nyok.."
erpe said: "hhmmm...thats a great idea ma bro,,aku juga baru aja mau ngjakin ksana,,tapi masa mau dua'an aja,,ogah ntar dikira M**O,,Hahahaha.."

H-2minggu..
erpe said: "Le sido munggah ora (Bro jadi naik gak)??"
ichal said: "Sido lah,,minggu ini kumpulkan massa dulu"

H-3hari...
udah seminggu lebih akhirnya terkumpul massa yang cukup buanyak sampai kita kualahan buat ngurusin nya yaitu sejumlah 4 ekor (Ichal, Erpe, Adit, Rachma),hehehe...;p
dengan segala persiapan yang cukup akhirnya...

jadilah hari Jumat tanggal 16 September 2011 kami berangkat menuju Puncak Tertinggi kedua di Jawa Barat,"Puncak Pangrango"..
perjalanan dimulai dari kosan Rachma hari jumat pukul 17.30 sore untuk menuju Cibodas..
awal peralanan telah diiringi oleh rintik hujan,,pertanda yang kurang kami harapkan sebenarnya,,karena pendakian ini direncanakan tanpa Doom alias gak peke nge-camp lama2..

tapi ya mau gimana lagi,,karana tekad kita udaah bulat,,hujan badaipun kan ditembus (yo'i lebay mameeen)..
dengan sedikit perjuangan karena ada trouble motor yang dialami oleh motor aku..
akhirnya kamipun sampai di Cibodas pukul 20.45..
rencana awal kita akan start menuju puncak pukul 20.00 akhirnya terpakasa molor dan baru berngakat pukul 21.30..

perjalanan pun dimulai..
ditemani rintik hujan kami pun menembus pekatnya malam
dengan berbekal senter, head lamp dan rain coat,,hujan pun ditembus karena malam itu Adit ngotot pengen melihat sun rise di puncak pangrango..
berbeda dengan diriku,,kapan pun sampai dipuncak,,target utamaku adalah Lembah Mandalawangi..

malam kian larut hujan pun tak kunjung henti,dan kami pun terus melangkah menembus malam yang ditemani hujan..
kami mengatur strategi untuk tak banyak istirahat guna mengurangi serangan dingin jika kita banyak berhenti dan mengejar waktu karena sebelum subuh kami harus sudah istirahaat di Kandang badak..
akhirnya kami pun hanya istirahat satu jam sekali..

thats so amazing karena kita bawa satu orang cewek,,dan buat aku dia adalah sosok wanita yang hebat,,dia menunjukkan bahwa dia layak jadi Srikandi di pendakian malam itu..
tanpa banyak mengeluh,tiap satu jam kami istirahat..
tapi karana kami semua saling bersemangat jadi semua pun terbawa semangat..
dan setelah setengah perjalanan ditempuh alhirnya hujan pun berhenti,,dan kami langsung melepas raincoat agar tak menghambat langkah kami.

pukul 01.30 selepas kandang batu kami nyaris tersesat..
karean malam yang makin larut,,dan konsentrasi yang mkin berkurang,,hampir saja kami mengikuti aliran sungai menuju air terjun,,tapi karena kecurigaan kami akhirnya memutuskan untuk kambali dan menelusuru kembali untuk mencari jalan yang benar..
15 menit kami hilang arah,,akhirnya kami menemukan lagi track menuju kandang badak..

dan ahkhirnya pukul 02.00 kami tiba,,dan bersiap istirahat di Kandang badak..
ini adalah sebuah rekor,,karena perjalanan normal Gerbang -- Kandang badak biasanya ditempuh dengan waktu 5 jam,,dan kami hanyaa 4,5 jam,,itu aja udah ditambah nyasar 15 menit,hehehe..
di base camp kandang badak dengan beralas matras dan ponco,,serta berlindung di dalam jaket dan Sleeping bag..kami pun beristirahat...




niatnya cuma break 1 jam biar bisa ngejar sunrise tapi wal hasil semua baru bangun pukul 04.00 dan tiba2 perut pun teriak-teriak meminta haknya..
akhirnya kami pun masak untuk mengisi perut yang lapar dan berencana melanjutkan perjalanan ke puncak setelah matahari muncul,,
hal itu dilakukan karena kami belum mengatahui medan yang kan dilalui sehingga kami tak mau ambil resiko jika berjalanan saat hari masih gelap..



pukul 06.00 perjalanan dilanjut gaaann.....
ini juga ngejar target 3jam harus sampai puncak..
dan emang karena kami udah kesetanan atau apalah itu,,akhirnya kami sampai puncak dengan catatan waktu 180menit alias tepat 3jam..
dan tiba bersamaan dengan robongan lain yang lebih dulu brangkat 5menit di depan kami,,
dan rombongan tersebut tanpa membawa beban,,sedang kami terppaksa membawa carrier karena tidak ada yang bisa di tinggal...

akhirnya pukul 09.00 kami pun menikmati hembusan angin yang menjadi dingin dan terik yang menerpa di Puncak Pangrango..
kegiatan selanjutnya adalah "narsis moment" alias poto-poto..




tidak ada yang special di puncak pangrango..
aku tahu itu,,tapi aku tahu bahwa 5 menit turun ke bawah dari puncak ada pemandangan yang indah..
Lembah Mandalawangi...
hamparan padang Eidelweis seluas lebih kurang 5 hektar,,dengan suasana yang tentram berteman kabut tipis yang perlahan turun dari arah puncak..benar-benar melengkapi keindahan dan kesyahduan lembah Mandalawangi..
tempat seorang pejuang kebebasan menyendiri dan menghabiskan waktunya..
tempat seorang pejuang mencari sumber pemikiran atas kritikannya terhhadap pemerintah yang kotor di masa itu..
tempat seorang "Soe Hok Gie" banyak mengabiskan waktunya bercengkrama dengan alam dan memikirkan hal-hal yang baik bagi negrinya..

saat kakiku berlari diantara rimbunnya eidelwis tersirat syair yang di buat oleh Gie berjudul "Sebuah Tanya"


Akhirnya semua akan tiba pada pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
Apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku.

kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih..
lembah Mandalawangi.
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin

Apakah kau masih membelaiku selembut dahulu
ketika kudekap
kau dekaplah lebih mesra,,lebih dekat.

apakah kau masih akan berkata
kudengar derap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

thats my little story at Pangrango summit
see yaa in another adventure with me..^_^

5 comments:

  1. damn, perjalanan yang ga kalah seru dengan badai di puncak Lawu.
    *hampir mati kedinginan ---> lebay sih*
    :D

    ga asik ahh . .yang namanya adventurer kok cuman naik gunung doank, ayolah susur pantai.
    minggu ini, kepulauan seribu...!!!
    ^_^

    ReplyDelete
  2. salut deh dg wanita2 perkasa pendaki gunung...
    pengen...hehehe

    Salam
    Makara for Healthy Life
    http://makara393.blogspot.com

    ReplyDelete
  3. @ichal: next trip kepulauan seribu,,kek mana dah siap back packer kan??, harus ngirit ma bro...

    @Mba Anita: aku jg salut bgt bwt temen2 cewe yang be a strong womem..klo mau ikut silahkan hubungi saya di nomer 085719508xxx,hehehe..;p

    ReplyDelete
  4. Pak Rizki, ada beberapa foto Bapak yang kami cukup tertarik untuk dipakai dalam pembuatan kalender perusahaan kami. Apakah Bapak dapat memberikan feed back mengenai contact number atau email bapak? agar kami dapat bicarakan lebih detail. Mohon informasi dikirim ke fr2ramli@yahoo.com atau dapat menghubungi kami langsung via telp 021 66607214 dengan Angela atau Fardan.
    Terima Kasih

    ReplyDelete
  5. untuk sdr fardan atau angela saya sudah mengirimkan email ke email sdra..
    wah suatu kebanggaan kalau foto saya bisa di manfaatkan,dan kalau boleh tanya apakah ada feedback untuk saya sekedar untuk hak cipta,maklum mahsiswa pak,hehe.

    ReplyDelete

Alangkah lebih bijaksana untuk menyambung silaturahim dipersilahkan meninggalkan jejak berupa komentar,,,terimakasih..^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM