HeadLine

Sunday, 9 October 2011

Celoteh camar di Kepulauan Seribu


1-2 Oktober 2011


Bosan naik gunung??,tentu tidak..
Ingin coba travelling ke tempat yang baru??,tentu saja iya.

Ich: pe kapan dolan maneh,ojo nggunung terus lah.
(pe kapan main lagi,jangan naik gunung terus lah)
Rp: woke,,lha truz meh nang ngendi??(terus mau kemana?)
Ich: backpackeran nang pulau seribu,,jare Salman mung entek 150rb (ke pulau seribu yok,kata salman Cuma abis 150rb)
Rp: oke kapan??
Ich: minggu depan..
Rp: berdua aja??
Ich: sementara begitu,hehe..
Akhirnya jadilah kita mencari tempat travelling baru selain naik gunung,yaitu backpacker’an dan tujuan kita berdua kali ini ke pulau seribu..
Awalnya rencana hanya berdua aja tapi karena takut dikira m**o akhirnya aku berangkat berempat dengan ichal, salman, dan akai..

Perjalananku di mulai hari Jumat tanggal 30 Sept 2011,kami berangkat berempat dengan mengendarai motor menuju rumah Ichal di tangerang untuk besok paginya diantar ke Pelabuah Muara Angke,,start dari bogor pukul 21.00 dan tiba di Tangerang 23.30..

Sabtu, 1 Oktober 2011 kami kesiangan untuk berangkat,bukan karena telat bangun tapi kebetulan driver yang diminta untuk mengantar dating terlambat,akhirnya kami baru tiba di Muara Angke pukul 08.00,,tapi kami cukup beruntung karena hari itu kami masih mendapat kapal untuk menuju gugusan kepulauan seribu..

 suasana di dalam kapal

Pulau tidung…ya itulah tujuan kami pagi itu..

Kapal kami pun harus menunggu cukup lama untuk keluar dari dermaga karena harus melewati pemeriksaan polisi kelautan,,dan setelah cukup lama menanti akhirnya kapal kami angkat sauh pukul 09.00 untuk menuju pulau Tidung.

pemeriksaan dari patroli laut

Kami berempat memilih tempat terbuka di geladak bagian depan untuk menikmati birunya laut Jawa dan hembusan angin laut yang segar..
Hari itu banyak rombongan yang ikut dalam kapal yang kami naiki,,maklum weekend,,jadi tidak heran jika banyak yang akan meghabiskan waktu akhir pekan di Kepulauan Seribu,,hanya ada dua tujuan dari kapal yang kami naiki,,Pulau Pramuka,dan Pulau Tidung..
Kami juga bercengkrama dengan ABK di geladak sambil mengamati sang kapten memutar kemudi..


Gugusan kepualaun seribu memang indah,,kami pun melewati beberapa pulau untuk menuju pulau tidung,,mulai dari Pulau Bidadari, Pulau Untung Jawa, Pulau Onrust, Pulau Rambut, dan pulau-pulau yang lain.

 pulau Bidadari

Pukul 11.40 kapal kami merapat di dermaga Pulau Pramuka,,untuk menurunkan beberapa rombongan yang akan menikmati keindahan pulau pramuka,,tapi perjalanan kami masih berlanjut ke Pulau Tidung,,
Laut yang kian biru,,ditemani ikan terbang yang berloncatan dari air laut,serta sekawanan lumba-lumba,,kami pun menikmati sisa perjalanan manuju Pulau Tidung.

transit di pulau pramuka

Pukul 12.40 jangkar pun di tambatkan di pelabuhan Tidung Besar..dan kami pun turun lalu membayar ongkos kapal pada ABK sebesar 30.000 rupiah tiap orang,,lalu kami menuju kea rah perkampungan untuk mencari rumah bapak Asep yang siap menyewakan alat Snorklingnya serta membantu kami dalam mencari spot yang Ajib untuk snorkeling..
Dan tidak lama berjalan dari dermaga akhirnya kami pun menemukan rumah bapak asep.
Kami disini istirahat sejenak untuk makan, sholat, dan menyipkan alat-alat snorkeling

 wellcome to Tidung island
istirahat makan siang disini

setelah makan akhirnya kami bersiap untuk snorkeling,,
kami bersama rombongan lain yang berjumlah lima orang dan sepasang muda-mudi menyewa satu perahu untuk menuju titik Snorkling di pulau Payung.
Jadilah kami ber-11 menyewa satu perahu dengan tarif 300ribu untuk sarana snorkeling dan jalan-jalan menikmati keindahan Pulau Tidung...

 siap-siap snorkeling
menuju pulau Payung

Kurang lebih 40menit perjalanan dari pulau Tidung, pukul 14.50 kami tiba tiba di Pualau Payung,dan ini salah satu spot yang indah untuk snorkling..
This is my first experience to snorkeling..(padahal berenang aja masih terbata-bata,hehe)
Tapi berkat pelampung anything gonna be allright (Bob Marley mode <on>),hehe..

its the snorkeling time
 
Pengalaman yang tak terlukiskan dan terlupakan berenang diatas terumbu karang dan menari bersama ikan-ikan kecil yang unyu dan member makan ikan langsung lautan benar-benar tak bisa diungkapkan dengan kata-kata..

Kurang lebih satu jam kami ber-snorkeling ria,,itu waktu yang cukup lama buatku,,dan cukup membuat kulit lebih eksotis karena terbakar sinar matahari..akhirnya kami menyudahi petualangan air di Pulau Payung pukul 16.00 dan bersiap kembali ke Tidung Besar untu berjalan jalan dan menikmati saat-saat sun set di Jembatan cinta


Pukul 17.00 kami tiba di Jembatan Cinta,,gak tau kenapa dinamakan seperti itu,,ada yang bilang kalau melompat dari jembatan itu, bagi yang udah punya pasangan bisa langgeng,dan yang belum punya bisa segera punya pasangan belive it or not..
Kami pun menyusuri jembatan antar pulau ini untuk menuju tidung kecil di sebelah timur pulau Tidung Besar,dari Tidung Kecil innilah kami menikmati indahnya sunset yang perlahan tenggelam di ujung cakrawala..

 loncat dari jembatan Cinta
model majalah 2021
sunset di pulau Tidung Kecil

Malam pun tiba,,kami mengembalikan alat snorkeling dan membayar untuk sewa alat serta perahu..
untuk alat snorkeling kami membayar 35.000/orang dan patungan perahu 28.000/orang..
kami juga sekalian numpang mandi serta packing untuk bersiap beachcamp di ujung Pulau Tidung Besar..
tapi sebelum mencari tempat bermalam,,kami membeli beberapa ikan dari nelayan untuk di bakar di tepi pantai,,dengan 50.000 rupiah kami mendapat 9ekor ikan tengkeng ukuran cukup besar (untuk ukuran mahasiswa) dan sudah dibershakan sekalian,,kalau kami beli ikan bakar bisa-bisa 50.000 Cuma dapet 1kg,,huft..

 siap-siap cari lapak

berjalan di kegelapan malam menuju ujung pulau Tidung Besar sambil mengumpulkan kayu dan dedauan kering untuk api unggun, menjadi sensasi tersendiri bagiku..
dan khirnya kamipun menemukan tempat yang nyaman untuk beachcamp dan bakar ikan,,
sambil menikmati semilir angin laut ditemani alunan lagu Reagae dari Imanez kami merasakan Ajib’nya jadi anak pantai..
waktu beranjak larut dan kami pun memutuskan untuk segera tidur dan berharap dapat menyaksikan sunrise esok pagi..

 gelar lapaknya gan
koki kita beraksi
hhmmm yummy..
santap gaaann..

tapi pagi itu kami kurang beruntung,karena awan yang sedikit mendung menghalangi sang mantari menyinari pantai di pagi itu..
dan akhirnya kami membakar lagi ikan yang tersisa,untuk sarapan dan bersiap untuk menuju pulau Tidung kecing dan menutup acara backpacker ini di pulau Tidung Kecil.

 anak pantaiii...
ethnic runway
sarapan pagii..
Di Pulau tidung kecil,,pulau yang tak berpenghuni,,alami,,indah dan nyaman kami menutup hari itu..
Ditemani rindangnya kelapa pantai,dan gugusan mangrove kami menikmati segarnya kelapa muda yang baru turun dari pohon,,benar-benar Ajiiiiibbbb…..

 menuju Pulau Tidung Kecil
menikmati segarnya kelapa muda

Dan pukul 11.00 kami pun bersiap kembali ke Muara Angke untuk pulang kembali ke aktivitaas semula,setelah dua hari penuh berpetualang di Kepulauan Seribu dan melepas semua penat yang terendap..ditemani Lagu Damai dari Steven n Coconat treez kami melangkah menuju dermaga pulau Tidung untuk menaiki kapal yang akan mengantar kami kembali ke Muara Angke..

itu ceritaku,,mana ceritamu..???

2 comments:

  1. itu juga ceritaku, mana ceritamu?!
    :D

    damn, aku mau ketemu donny dirgantoro Phe.
    and you what?
    the story in his novel (5 cm) is a true story based on his experience.
    *cool men*

    ReplyDelete
  2. acara opo kang??
    wah ra ngjak2 ki,,kecewa aku..

    ReplyDelete

Alangkah lebih bijaksana untuk menyambung silaturahim dipersilahkan meninggalkan jejak berupa komentar,,,terimakasih..^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM