HeadLine

Friday, 13 August 2010

Calon Istri Idaman

by Rizki Pradana on Monday, November 2, 2009 at 12:21pm
repost dari FB

Jujur saya menulis note ini terinspirasi dari note saudara saya mengenai proposal nikah..
oke,,siapa sih yang gak mau menyegerakan untuk memenuhi separuh agama Allah dengan menikah..
ketika hati sudah siap,,hidup sudah mapan,,proposal sudah disusun secara matang,,eee...tapi malah masih bingung milih2 calon istri,,kan malah gawat,jadinya gak nikah2 deh...

mungkin disini saya ingin menyampaikan beberapa kriteria untuk memelih calon istri yang sesui dengan pandangan Islam,,semoga bermanfaat dan memberi sedikit pandangan tentang kriteria calon istri yang tepat..(khususnya buat yang udah mampu n siap buat nikah,hehe)

Sebagian orang, mendefinisikan wanita idaman mungkin sebagai wanita yang cerdas, cantik, seksi, aduhai, dan sedap dipandang mata. Selain itu mungkin juga da yang menambahkandengan kaya, sampai ada orang yang beranggapan bahwa “yang penting, cantik, pintar, cerdas, kaya, tidak cacat, mencintai dengan sepenuh hati, dll”.

Setiap orang mempunyai kriteria masing² dalam mendefinisikan wanita idamannya, sedangkan ALLAH dan RasulNYA telah mensifati seorang wanita idaman adalah seorang wanita yang sholehah. Bagaimana mengetahui wanita itu sholehah atau tidak ?

Mari kita lihat petunjuk yang diberikan Rasulullah

1. Taat Beragama

Rasulullah SAW bersabda :

“Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)


Hadits di atas menunjukkan kriteria umum yang biasanya menjadi bahan pertimbangan seorang laki² dalam memilih seorang wanita, dan Rasulullah memerintahkan kita untuk memilih karena agamanya, maksudnya adalah wanita yang ta’at dengan agamanya, wanita yang taslim dengan aturan² dan hukum² dalam ISLAM. Dan dikabarkan bila kita memilih wanita tersebut karena agamanya, niscaya kita akan beruntung, karena akan menenangkan jiwa. Kemudian dengan seorang wanita yang paham akan agamanya, dan gerak geriknya selalu sesuai dengan agama, hal ini sudah meliputi segala kebaikan yang ada padanya, termasuk aqidahnya akhlaknya yang islami, dan keta’atannya.

2. Perawan
Rasulullah pernah bersabda kepada sahabat beliau, Jabir Radhiallohuanhu sepulang dari perang Dzatur Riqa’

“Wahai Jabir, apakah nanti kamu akan kawin?” Saya menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Sabdanya: “Dengan janda atau perawan?” Saya menjawab: “Janda.” Sabdanya: “Mengapa bukan perawan, supaya kamu dapat bergurau dengannya dan ia pun dapat bergurau denganmu?” Saya menjawab: “Sesungguhnya bapakku telah wafat saat perang Uhud, sedangkan beliau meninggalkan tujuh anak perempuan kepada kami. Oleh karena itu, aku menikah dengan seorang janda perempuan yang ‘mumpuni’, ia dapat mengasuh mereka dan melakukan kewajiban terhadap mereka.” Sabdanya: ” Engkau benar, insya Allah.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)


Hadits diatas mendorong kepada kita untuk memilih wanita yang masih perawan, yaitu perempuan yang belum pernah bersetubuh atau belum pernah menikah.
Meski diutamakan untuk memilih perawan, tetapi bukan berari memilih janda bukan keutamaan, hal ini terlihat dari hadits diatas, kenapa sahabat Jabir memilih seorang Janda. (Allohu’alam)

3. Berakhlak Baik

Mendapatkan seorang wanita yang berakhlak baik sesuai dengan apa yang dituntunkan dalam Al Qur’an wa Sunnah, merupakan kenikmatan dan rizki yang sangat besar. Diantara beberapa sifat dan akhlak baik adalah penyabar, amanah, tidak materialis dan selalu ridho, senang menyambung ikatan kerabat, pandai menyimpan rahasia, ridho terhadap ujian dan nikmat dari ALLAH, tidak bersolek ketika keluar rumah, besar kasih sayangnya kepada anak kecil, perangai dan kata-katanya menyenangkan, besar cintanya dan hemat.

4. Memikat Hati

ISLAM tidak melarang kita untuk memilih seorang wanita yang cantik, dan memikat hati. Tetapi tetap yang kita utamakan adalah agama dan akhlaknya, karena hal tersebut lebih utama dan lebih menenangkan jiwa.

ALLAH berfirman dalam penggalan surat An Nisaa ayat 3 :

“Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, …”


5. Kufu’ dalam beragama


Yang dimaksud se kufu’ dalam beragama adalah, setara atau sepadan. Dalampengertian yang lain sekufu’ adalah kedudukan setara antara calon suami dan calon istri. Dalam hal ini yang dianjurkan sekufu’ adalah dalam amsalah agama. Kenapa ? Karena agama merupakan bekal utama yang melandasai kemampuan dan tanggung jawab seorang perempuan untuk menjadi istri yang shalihah.

Islam mengajurkan memilih yang sekufu dalam beragama tujuannya agar tercipta keluarga sakinah mawaddah dan warahmah. Bila antara suami istri terdapat perbedaan-perbedaan mencolok dalam bidang akhlaq dan ibadah, apalagi istri jauh lebih rendah daripada suami, hal ini semacam ini akan menghambat upaya menciptakan rumah tangga yang dipenuhi kemesraan, kebahagiaan, dan penuh tanggung jawab kepada Allah. Demikianlah, karena istri yang tidak kufu’ memiliki pandangan yang berbeda dalam menilai baik buruk suatu masalah sehingga dalam rumah tangga muncul dua norma yang bisa berbeda. Hal ini sangat berbahaya bagi pembinaan akhlaq suami istri dan anak-anaknya. Bukanlah tujuan setiap orang membina rumah tangga adalah untuk memperoleh kebahagiaan sebesar-besarnya di dunia dan keselamatan di akhirat kelak? Kalau tujuan semacam ini tidak dapat diwujudkan, yang akan terjadi adalah perselisihan yang menyebabkan perderitaan.

6. Subur

ISLAM mengajurkan untuk memilih wanita yang subur, hal ini sesuai dengan anjuran dari Rasulullah dalam haditsnya

“Kawinlah dengan perempuan pecinta lagi bisa punya anak banyak (subur) agar aku dapat membanggakan jumlahmu yang banyak di hadapan para nabi pada hari kiamat nanti.”
(H.R. Abu Dawud dan Nasa’i)


Tujuan utama menikah adalah untuk mendapatkan keturunan, maka dari itu kita dianjurkan untuk memilih wanita yang subur. Jika kita mendapati bahwa wanita yang kita pilih ternyata tidak subur, maka bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa serta berharap hanya kepada ALLAH semata. Lakukanlah usaha yang syar’i, jangan ke dukun, atau kyai yang memberikan petunjuk² tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah.

7. Mudah Dilamar

Saat ini banyak para wanita yang terkadang bila ingin dinikahi akan meminta mahar yang sangat besar sehingga akan memberatkan calon suami yang akan menikahinya. Padahal hal ini bertentangan dengan petunjuk dari Rasulullah.

“Sesungguhnya wanita yang membawa berkah yaitu bila ia mudah dilamar, murah maskawinnya, subur peranakannya.”
(H.R.Ibnu Hibban, Hakim, dan lain-lain, dari ‘Aisyah)


Hadits diatas menjelaskan bahwa wanita yang membawa berkah adalah seorang wanita yang mudah dilamar dan murah mas kawinnya dan subur peranakannya.

Mudah dilamar maksudnya adalah, menerima lamaran seorang laki² muslim yang ta’at beribadah, dan baik akhlaknya tanpa melihat status kekayaan, sosial, ketampanan dan pekerjaan.

Meski begitu bagi laki² yang ingin melamar hendaknya juga telah mempunyai pekerjaan (usaha atau nafkah bagi istri) dan mempersiapkan tempat tinggal sebelum meminang seorang wanita yang dipilihnya. Hal ini adalah lebih baik dan menenangkan hati bagi wanita yang akan dinikahinya. Jika belum maka janganlah berhenti berusaha dan tetap berharap serta berdoa kepada ALLAH semoga ALLAH membukakan pintu rizki selebar-lebarnya dengan menikah.

Demikian tulisan diatas semoga bermanfaat bagi saudara2ku yang sudah siap buat memenuhi separuh agamanya tapi masih bingung milih2 calon istri,,semoga dapat menjadi refrensi dalam memilih calon pendamping hidup yang tepat..

Meski begitu kita mengetahui bahwa tidak ada yang sempurna, baik pria maupun wanita, tetapi setidaknya kita ada petunjuk dalam mengusahakan diri kita untuk menjadi lebih baik dihadapan ALLAH. Semoga dimudahkan. Amin ..

Allohu’alam bishowab.

No comments:

Post a Comment

Alangkah lebih bijaksana untuk menyambung silaturahim dipersilahkan meninggalkan jejak berupa komentar,,,terimakasih..^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM