HeadLine

Senin, 29 Oktober 2012

Bus RAYA (yang tua yang bersahaja)

Assalamualiakum

apa kabar kawan EPICENTRUM sekalian??
sebelumnya saya ucapakan "Selamat Hari Raya Iedul Adha" semoga semangat berkorban slalu ada di dalam hati kita..

nah kawan EPICENTRUM pasti belum tau kalau aku seoarang Bus Mania..
yups kecintaanku akan bis dimulai sejak aku kuliah di Bogor dan sering naik angkutan umum terutama bus jika mau pulang ke Solo,,meski berbagai jenis alat transportasi sudah banyak aku coba,,mulai dari kereta kelas ekonomi, bus eksekutif hingga pesawat sudah aku coba..

tapi tidak ada kesan yang lebih indah selain menikmati perjalanan darat dengan bus.
pertama kali aku pulang dari Bogor naik bis ya naik Bus Raya ini meski, awalnya sih masih suka gonta ganti bus (maklum mahasiswa menyesuaikan dengan kantong) tapi sejak 2 tahun belakangan kembali setia dengan Bus Raya ini.

aku tau tentang PO RAYA dari ayahku yang dulu juga kuliah di Bogor. beliau berkata 
"cobain naik raya, busnya nyaman, suspensinya empuk, kursinya lebar dan ada sandaran kakinya"
awalnya aku gak percaya ada bus kaya gitu tapi setelah nyobain pertama kali ternyata bener sama yang di bilang ayahku dan langsung ketagihan..

nah di postingan pertama ini (akan ada Trilogy of Bus Raya), aku mau bercerita tentang Sejarah Perusahaan Otobus (PO) RAYA ini.

Pada mulanya PO Raya ini berawal dari sebuah bisnis truk bernama RADAR pada tahun 1959. sekitar tahun 1962 pemiliknya menambah 2 truk lagi yang di beri nama RAYA (dinamakan "RAYA” dikarenakan tempat membeli truk tersebut berada di jalan RAYA BARAT – BANDUNG)

Sekitar tahun 1967 truk mulai dijual dan membeli 1 bis bekas merk DODGE keluaran thn 1960 dari PO.SUKA MULYA (SUKABUMI), nah barulah paa tahun 1968 PO.SUKA MULYA berganti nama PO.RAYA yang berarti “BESAR”. Yang didirikan dan dikelola oleh Bpk. Witikno dan dibantu Bpk. Ranu Wijaya (adik kandung dari Bpk. Witikno).

Pada tahun 1982 mereka berekspansi dengan membuka trayek Solo-Jakarta, tepatnya di bulan desember dengan armada awal 4 unit mercedes-benz OF 1113, terdiri dari 2 Non AC dan 2 AC Vip, itu kemungkinan kenapa hingga saat ini non ac dan vip ( executive 28 ) tetap dipertahankan, karena merupakan roh dari Raya. 

OH 1113 dan Bus pertama dengan seat DC-10
sumber: Garasi Raya
Armada Raya terus berkembang dan berganti menjadi OH 1113 pada tahun 1984. Kemudian pada tahun 1986 raya mendapatkan seat pesawat DC-10 dari Maskapai Garuda, melalui bantuan karoseri Laksana,  yang akhirnya menjadi trademark PO Raya, dan di akhir 80an pula PO raya terus berkembang dengan adanya saudara baru mereka untuk trayek solo jogja yaitu PO SEDYA UTAMA. 

Awal 90an raya masuk Bogor dengan 3 armada, dan kemudian buka trayek lebak bulus, raya terus berkembang hingga puncaknya sebelum krisis 1998, dengan sekitar 50an armada, lalu pada tanggal 10 bulan Maret tahun 2000, Bpk. Witikno meninggal dunia yang selanjutnya tahun 2000-2004 PO.RAYA dikelola oleh Bpk.Ranu Wijaya (adik kandung dari Alm.Bpk.Witikno) dan Bpk.Nata Laksana (anak kandung dari Alm.Bpk.Witikno).

Pada tanggal 1 Januari 2005, Bpk.Ranu Wijaya mengundurkan diri dari perusahaan, dan diserahkan sepenuhnya kepada Bpk.Nata Laksana dan dikelola bersama dengan Bpk.Brata Laksana (adik kandung dari Bpk.Nata Laksana). di tangan keduanya PO raya semakin maju dengan ada divisi baru yaitu raya Pariwisata pada tahun 2006

Raya Pariwisata
Sumber: Garasi Raya
Dan untuk mengakomodasi tempat/garasi yang semakin luas karena penambahan jumlah armada maka di pertengahan tahun 2010 PO raya memindahkan garasi mereka dari gading kidul 45A ke tempat yang lebih luas di jalan raya bulakrejo no 4 sukoharjo, di awal 2011 ini Raya juga mebuka trayek baru yaitu jakarta - solo - gemolong dan jakarta -solo- sragen, dan ada rencana membuka kembali trayek yang mati suri.

apa lagi yang istimewa dari bus ini..

Selain ukuran kursi yang lebih lega (dibanding PO) lain (ya jelas lebar, karena cuma Raya yang mengadopsi seat pesawat dalam body Bus), banyak keistimewaan dari Bus ini. salah satunya adalah armada yang di pakai rata-rata usianya dapat dibilang udah bau tanah (maksudnya udah dapat dibilang tua) tapi karena PO Raya sangat memperhatikan kenyamanan perawatan dilakukan dengan sangat rutin dan teliti sehingga meski banyak yang bilang RAYA bus tua,,tapi tetap mantap dan bersahaja.

RAYA dari masa ke masa
Sumber: Google
Oia satu lagi menurut info yang pernah aku denger bus RAYA punya ukuran body yang lebih lebar dibanding bus-bus keluaran baru lho. katanya pihak karoseri sengaja melebarkan body RAYA lebih kurang 15-20cm supanya body bus ini bisa memuat seat Pesawat Garuda DC-10 yang extra lebar dan cuma Karoseri Laksana yang ngerti banget kebutuhan Raya.

mau liat kursi Bus RAYA bisa klik disini

Nah itu tadi sedikit sejarah dari salah satu Bus malam tertua ini, banyak informasi tentang Bus RAYA aku dapat dari situs resmi penggemar RAYA
yang kebetulan aku juga belakangan sering ikutan nimbrung di Grup dari komunitas penggemar RAYA ini.




Sampai disini dulu ya postingannya yang mau baca lanjutan dari Trilogy of Bus Raya bisa dilanjut baca di sini


17 komentar:

  1. wow! ada grupnya segala, cool!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya ada laah..
      RAYA gitu looh,hehe..

      Hapus
  2. baru tau lho ada komunitas penggemar bus,
    kayanya nyaman banget ya bus nya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau penggemar bus secara umum, da Bus Mania Community,,tapi kalau yang penggemar RAYA ada lagi khusus untuk yang gemar sama bus ini.

      Hapus
  3. errr, kalau adapt kerusi pesawat dalam bas, masih sempit kot. Biasanya kerusi dalam flight, macam sempit juga kan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kursi peasawatnya kelas bisnis sist,,jado lebar lah kursinya..

      Hapus
  4. bisnya keliatan nyaman bgt ya.. apalagi kl di tambah dg cara supirnya menyetir dengan baik pasti tambah oke deh :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. so pasti RAYA mengutamakan kenyamanan,,bisa dilihat di postingan selanjutnya..
      sopirnya jangan ditanya,jam terbangnya udah tinggi dan dijamin tidak ugal-ugalan.

      Hapus
  5. itu yang paling baru pake travego ya mas?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu yg paling baru pakai Legacy SR-1 keluaran Laksana,,pengennya sih nanti ada yg pakai Discovery nya laksane lebih ciamik,hehe..:p

      Hapus
    2. Btw, nak-anak IPB ada komunitas bismania nggak sih?

      Hapus
    3. setahu aku belum ada mas beroo.
      gak tau jg berapa byk yg minat sama dunia per-bis-an kaya kita,,bikin aja bus mania community region bogor,hehe..:p

      Hapus
  6. Bis Raya . . . . ,

    Walaupun bis nya udah tua-tua namun
    dari segi kenyamanan sangat di utamakan
    berangkat lebih awal dan tiba lebih cepat
    Pengemudinya disiplin and kondekturnya ramah

    Thanks Bis raya qm tlah mengantarkanku ke rumah mertua

    BalasHapus
  7. saya tiap hari ketemu bus ini saat masih di wonogiri

    BalasHapus
  8. Wow....aku pernah naik raya thn 80-an oh 1113 dari pulau gadung - solo ,duduk di bangku belakang ada bagasi diatas mesin dan dikerangkeng pintu bagasi di gembok wah aman banget jadinya..yg jelas busnya nyaman mong mlakune ora banter...suatu saat saya akan coba naik raya dari Gemolong ke Jakarta ( aku cah Andong,Boyolali ) domosili di Sidoarjo Jawa Timur.

    BalasHapus
  9. pengalaman mengecewakan naik PO.Raya :Tidak tepat waktu tempuhnya.Bayangkan dari solo saya naik yang exekutive 28 No.Pol 1485 berangkat jam 17.00 wib sampai lebak bulus jam 09.00 jadi 14 jam perjalanan dari solo menuju jakarta.Padahal jalanan relatif lancar.Padahal jarak solo menuju jakarta hanya 477 km.jadi berapa jam/km nya.Terus terang saya sudah kapok naik bis ini.

    BalasHapus
  10. Mau tanya nih, kalo yg kelas Supertop baju nya Legacy itu nge-line kmana ya? Masuk tirtonadi ga ya?, 1 lagi, Raya punya armada yang baju nya Discovery ga ya ? Pengen nyoba.juga nih kalo ada, hehe, thanks before

    BalasHapus

Alangkah lebih bijaksana untuk menyambung silaturahim dipersilahkan meninggalkan jejak berupa komentar,,,terimakasih..^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM