HeadLine

Sabtu, 03 Maret 2012

Menikmati Indahnya Alam Cibodas (part2)

 Curug Cibeureum - Cimory Resto

Setelah puas jalan-jalan di kebun raya Cibodas,,sekitar pukul 14.45 petualangan dilanjutkan kembali,,tujuannya kali ini adalah "Curug Cibeureum", yang terletak di antara jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango.

karena perut sedikit keroncongan kami Ichal berinisiatif untuk membeli bekal berupa Ubi panggang khas Cibodas..tapi lapar tak kunjung hilang akhirnya kami berempat pun memilih untuk singgah dan makan dulu di warung soto ayam..lumayan dingin-dingin makan soto anget,,emang paling Jooosss...
ubi pun akhirnya tidak jadi di habiskan dan disimpan untuk di bawa ke Curug Cibeureum.
dari kiri: saya, mas anto, gandha, ichal
mumpung masih terang kami foto-foto dulu di depan kantor pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,,dengan bermodal timer akhirnya kami bisa foto berempat,karena sebelumnya kami foto ganti-gantian terus..

oke sekitar pukul 15.00 perjalanan pun dimulai.
sebelum masuk kami harus membeli tiket terlebih dahulu di gerbang masuk jarur pendakian Cibodas,,harga tiketnya tidak mahal hanya Rp.3000; saja,,di loket kami melihat ada foto Canopy Bridge atau jembatan kanopi antar pohon,,setelah kami tanyakan itu adalah fasilitas baru,,tapi belum dipublikasikan secara luas dan belum mulai dibuka untuk umum.

setelah membeli tiket kamipun siap trekking menuju Curug Cibeureum..
Curug Cibeureum berjarak kurang lebih 2,8 km dari gerbang tiket tersebut, dan dapat ditempuh kurang lebih 1 jam berjalan kaki. Treknya bebatuan yang telah disusun seperti anak tangga. disini dapat melihat berbagai pohon tinggi menjulang, pohon pendek, beraneka hewan.

"telaga biru"
Di perjalanan, kami berempat melewati "Telaga Biru". tiap aku ke TNGP dan lewat telaga ini sih warnanya selalu gak kelihatan biru, tapi kehijauan gitu. Itu dikarenakan pertumbuhan ganggang didalam sana. Kadang-kadang warnanya bergantian, dari hijau, biru sampai coklat.
tapi ada satu yang menarik dari telaga ini,,kata orang-orang sekitar,, telaga ini punya daya mistik yang tinggi,,percaya-gak percaya waktu pertama naik Gunung Gede aja turunnya kau melihat 2 orang kesurupan disekitar sini..hiiii serem juga sih..tapi intinya kalau kita  sedang di alam bebas, kita tuh gak boleh sombong dan takabur serta selalu inget terus sama Allah aja,,insyaAllah tidak akan terjadi apa-apa kok..

jembatan kayu
dari telaga biru kita akan melewati "Jembatan Panyangcangan",,adalah sebuah jembatan kayu (sekarang kayunya diganti semen sih kaya rel kereta) yang terbentang diatas Rawa Gayonggong yang vegetasinya didominasi tumbuhan rumput tebu liar yang menjulang serta pada papan informasi tertulis bahwa disini adalah habitat dari babi hutan serta wilayah berburu dari Macan Tutul Jawa (Panthera pardus spp melas) yang keberadaanya dikabarkan nyaris punah.. tapi berdasarkan pengamtan ahli (katanya) masih diyakini ada di kawasan TNGP ini yang juga menjadi salah satu tempat atau habitat khusus dari satwa ini

dari sini air terus berjalan hingga bertemu persimpangan Panyangcangan Kuda,, kami pun ambil lurus kebawah,, karena kalau kami ambil kiri keatas bisa-bisa nyampe puncak gede-pangrango,hehe..

dibawah air terjun
"Curug Cibeureum"

dari persimpangan ini letak curug cibeureum sudah tidak jauh lagi,, suara gemercik air terjun pun sayup-sayup terdengar,, masih dengan raincoat menempel di badan karena memang gerimis terus mengguyur kawasan ini,, kami pun melanjutkan langkah menuju Curug Cibeureum


dan kahirnyaa...
kami berempat sampai di Curug Merah (ci=air; beureum=merah) ini dan beristirahat di salah satu shelter yang tersedia di tempat itu,,sambil menikmati terpaan air kami menyantap ubi panggang yang kami beli tadi,,sungguh nikmat dan indah suasana disana..

dan tanpa menunggu lama kami akhirnya foto-foto untuk mengabadikan momen di tempat ini,,karena aku juga baru pertma kali ke Curug ini meski udah sering bolak-balik ke TNGP..

Gandha dan mas Anto
ternyata disebalah curug cibeureum ada satu curug lagi yang ukurannya lebih kecil dan tempatnya agak ke dalam yaotu Curug Cikundul kami pun menutup kunjungan ke Cibeurem disini,,karena kami belum sholat Ashar pukul 16.30 kami langsung beringsut untuk turun ke bawahh,,dan karena hujan pun  turun semakin deras,,takut kemalaman kamipun segera turun dan tepat pukul 17.15 kami sudah sampai di kantor TNGP dan bersiap untuk sholat ashar..

dan perjalanan lami ke cibodas ini ditutup dengan acara makan malam di salah satu tempat yang cukup spesial,mau tau dimana..??,,lanjut baca..
sekitar pukul 17.30 kami turun dari cibodas,,dan sekitar pukul 18.15. kami tiba di "Cimory Resto".
ya disini kami menutup perjalanan kami dari pagi,,dengan menu-menu spesial ala Resto yang jelas menunya ala"mahasiswa banget" ..dan minumnya apa lagi kalau bukan susu khas Cimory,,sambil menikmati kerlip lampu di lereng gunung dari arah Cimory Resto sangat indah dan Romantis tentunya...^_^

nah ini dia menu spesialnya
4=sekawan
itu perjalanku,,dan itu ceritaku,,mana ceritamu...:)


8 komentar:

  1. lahh . .ini kan ceritaku, mana ceritamu?!
    [--"]

    BalasHapus
  2. haha,,makanannya mahaaal kakaaak..
    masa satu orang minimal Rp. 50***
    ckckck...-____-

    BalasHapus
  3. wahaha, uang saya habis itu kakak :3

    BalasHapus
  4. kalo mau ke canopy trail nya ngga bisa ya.?

    kira2 kapan dibuka untuk umum.?

    BalasHapus
  5. wah untuk kanopi trail nya belum tau kapan dibuka,,cb tanya langsung kr pihak TNGGP nya aja..makasih..:)

    BalasHapus
  6. Izin make gambar ya:
    allchussna.wordpress.com/2013/09/07/catatan-perjalanan-sunrise-attack-gede-2958-mdpl-part-9/

    BalasHapus

Alangkah lebih bijaksana untuk menyambung silaturahim dipersilahkan meninggalkan jejak berupa komentar,,,terimakasih..^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM