HeadLine

Friday, 14 December 2012

Betapa "lucu"nya Kampusku


saya mungkin hanya mahasiswa apatis, yang terlalu banyak menghabiskan waktu berbaur dengan alam mau belajar bersuara dan belajar kritis untuk kampus ipb tercinta..
saya hanya mahasiswa biasa yang hanya ingin hidup tenang di kampusnya sendiri..


betapa "lucu"nya kampus kita..
saat mahasiswa yg di gadang2 sebagai oposisi jalanan tidak lagi bisa menerima masuknya grup oposisi dalam kampusnya sendiri..[lucu]

menurut saya gejolak dalam kampus itu "wajar",,dan memang harus terjadi gejolak.mungkin memang ini sebuah akumulasi dari sebuah "ketidakberesan" dalam sistem organisasi kampus selama ini.

saya pribadi merasa makin banyak mahasiswa jadi care sama kondisi kampusnya saat terjadi gejolak seperti ini..
karena selama ini kita [mahasiswa awam seperti saya] hanya hanya sekedar ikut2an aja, dan banyak yang men-cap sebagai mahasiswa apatis,,ada event KM klo cocok ikut,,ada waktu ikut,,klo gak sempet atau gak ada finansial ya gak ikut,,ada pemira so pasti ikut nyoblos tapi banyak juga lho yg gak tau tendensinya (saya yakin banyak kok mahasiswa yg gak ngerti hal2 "politik kampus" begini dan cuma jadi "alat" utk saling cari massa),,

ada aksi selamtakan KM IPB ikut2an (seru aja bisa tanda tangan) pasti banyak juga kok yg mikirnya hanya spt itu..ada yg pake demo dengan nama "supern*va" ikut juga kapan lagi bisa aksi (dari awal masuk MPKMB aja udah diajari buat aksi to,,sayang klo gak di aplikasi kan,hehe)

selama ini yang saya pribadi rasakan KM pun tidak memberikan kesempatan untuk mahasiswa biasa (diluar KM) untuk bisa kritis,,banyak mahasiswa yang bilang katanya butuh organisasi (dalam hal ini KM) untuk mencetak mahasiswa yang kritis biar gak "cupu" tapi mana??, kami mahasiswa biasa kok belum merasa "dicerdaskan" dengan hal2 seperti ini..buktinya sekarang,,banyak yang ribut2,,demo ke rektorat lah, longmarch lah, cuap-cuap di FB lah,,semuanya masih sarat dengan aroma EGO masing-masing fihak,,terkesan saling serang dan sama-sama merasa "tidak bersalah"..saya dimana??? ditengah2 menjadi penonton "perang saudara" di kampusnya sendiri.. 

Jujur kami tak pernah tau bagaimana sistem yg sebenarnya, tak tau politik kampus yg dijalankan, tak tau UUD KM kami sendiri (kami ini rakyat lho, yg juga harus tau UUDnya), lantas apakah KM sendiri sudah sesuai dengan konstitusi (gak tau juga ya,,gak punya UUD KM sih, cuma punya UUD 1945)..jadi gak salah kalau sewaktu2 muncul barisan oposisi yang "ingin tau"  kostitusi KM atau meminta sedikit transparansi..saya juga merasa Badan Eksekutif Mahasiswa masih terkesan benar2 "Eksekutif".. 

saya disini tidak lantas membenarkan pihak supern*va,, juga tidak membela temen2 yang mau #selamatkanKMipb dengan tetap melantik presma-wapresma (kalian punya niat sama Sob,,buat benerin kampus ini) tapi kok gini caranya [miris]

tapi semoga keduabelah pihak saling sadar dan jangan saling menyudutkan,, ingat "asas praduga tak bersalah",,temen2 supern*va jika mau menuntut KM harus ada bukti yang konkrit juga dan jangan terlalu profokatif, dan pihak KM pun juga jangan lantas "menjudge" grup oposisi (seperti supern*va) terlalu berlebih,coba lihat lagi kedalam benarkah ada yg salah??..

saya liat dan baca dari yang terjadi belakangan ini  kok kesannya jadi saling serang,,ada yang menyudutkan supern*va (yang sedang jadi oposisi),, saya pun juga baca di blognya supern*va juga sepertinya tak kalah hebat dengan menunjukkan bukti inkonstitusinya KM (baca disini ).. mana yang benar nih???..saya (dan mungkin banyak mahasiswa lain) jadi korban kebingungan ini..

jadi tolong untuk masalah ini libatkan semua pihak,,termasuk mahasiswa biasa (non organisasi) biar ada kesempatan mereka untuk perhatian sama kampusnya... dan kalau memang bukti "inkonstitusi" yang diutarakan pihak oposisi itu benar berarti KM memang harus "dibenahi"..

saya sayang IPB, saya sayang KM, saya pengen selamatkan KM IPB tapi bagamana caranya??

ada dua jalan (1)"kongres mahasiswa" solusi supaya semua mahasiwa tau duduk perkara dan bisa saling bersuara,dan kalau memang hasil akhirnya KM harus vakum ya vakum aja dulu,,anggap bentuk penyegaran,,mahasiswa gak lantas jadi "mati" kok kalau tanpa KM,sambil sistemnya "dibenahi" (jika memang ada yang salah),atau (2) segera lantik presma agar nasib mahasiswa tidak terkatung2 tapi tetep sambil membenahi sistem yang mungkin sudah mulai melenceng dari koridor..

saya percaya kalian para organisator lebih "pinter" masalah begian dibanding saya yang sudah terlalu menganggap kalau "politik tai kucing" (bener kata SOE HOK GIE,politik tai kucing),,kalian tau mana yg harus dilakukan opsi (1) atau (2).. saya yang kerjaannya cuma naik gunung, masuk hutan, nguplek goa, susur pantai juga bisa kritis kok meski gak ikut di dunia "politik kampus"..

lakukan dengan kepala dingin yaa,,jangan dengan ego..
klo masih juga panas,mending naik gunung dulu sono kaya saya,, kaya sesepuh kita "GIE" yang tetap bisa jadi orang kritis meski tidak pernah gabung dalam organisasi kampus seperti senat UI,,dia hanya seorang pecinta alam, pecinta kampusnya, dan pecinta Indonesia..

"Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” (SOE HOK GIE)

moga segera kelar "masalah" di kampusku tercinta..
tapi klo memang "takdirnya" KM harus vakum,,ya vakum aja dulu,,anggap itu itu penyegaran di kampus ini.. saya yakin kita gak akan mati kok hanya karena KM vakum untuk perubahan lebih baik..:)...justru harapannya tahun depan siap untuk take off ke angkasa prestasi yang lebih tinggi dari sekarang.

saya suka mahaswa jadi lebih perhatian karena ada gejolak seperti ini (memang sepertinya mahasiswa juga harus disentil dulu,hehe)..jadikan gejolak sebagai sebuah "hikmah" bukan perseteruan dan saling serang..saya disini tidak berdiri di salah satu pihak,,saya cuma mahasiswa IPB biasa yang pengen kampusnya kembali berjaya di nusantara bahkan dunia..
dan buat yang gak suka organisasi (yg bermain unsur politik) seperti saya, mending lari dari kegaduhan ini, merendahkan hati di puncak tertinggi, meninggikan diri di tepian garis pantai nusantara..

“Kami jelaskan apa sebenarnya tujuan kami. Kami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan.
Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan.
Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau ia mengenal obyeknya.
Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat.
Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung.” soe hok gie
terimakasih

10 comments:

  1. mmmm sy tau tu dengan nama di sosok gambar itu....pernah baca banyak mengenai riwayat hidupnya............salut dan bisa dijadikan teladan

    ReplyDelete
  2. merendahkan hati di puncak tertinggi, meninggikan diri di tepian garis pantai nusantara..<==kereeen :D

    ReplyDelete
  3. teringat masa-masa waktu masih ngampus dulu.. waktunya ga aktif di BEM, cuma aktif di HMJ Jurusan, tapi mayan, ngerasain juga gejolak2 kayak gini :D

    ReplyDelete
  4. coba semua rekanrekan kita yg lain juga bisa berfikir sama seperti soe hok gie :)
    semangaaaaaat :3

    ReplyDelete
  5. keren tulisannya...
    salam dari UNPAD
    bukan BEM, bukan MAPALA, hanya mahasiswa bebas

    ReplyDelete
  6. oh, jadi kamu mahasiswa IPB...

    biar berbeda kampus, saya rasa problem yang dihadapi kurang lebih sama. politik kampus ala mahasiswa, kalo sedikit cermat liatnya, miriplah politik republik ini. mungkin mahasiswa juga belajar byk dr politisi2 negara skg ini. sayangnya, kalo yang dicontoh saja gak becus, yg di kampus ini jadinya juga gak becus.

    orang-orang yang masuk dalam lingkaran eksekutif mahasiswa, semisal BEM sampai HMJ, kalo di kampus saya, ni... rata-rata juga orang2 partai atau organisasi ekstra kmapus macam PMII, HMI, IMM dll. tergantung mana yang lebih banyak masanya, mana yang menang pemilu raya mahasiswa. yang di luar itu, tidak punya kesmpatan.

    ekstra2 ini, semestinya bersatu untuk membela hak-hak mahasiswa dan masyarakat luas. nyatanya, malah terjebak dalam politik prkatis. sibuk sikut-menyikut untuk menduduki kursi presiden mahasiswa.

    akirnya. mau siapa pun yang jadi presiden mahasiswa, mau dari golongan manapun. rasa-rasanya, saya sebagaimana mahasiswa kebanyakan tidak merasakan perbedaan apa2.

    tapi, harus saya akui, setahun belakangn ini, ekstra2 sudah sedikit mengurangi aksi sikutsikutan, dan beberapa terlihat sibuk mengingatkan birokrasi kampus yang udah seperti negara gading. udah lebih aktif beraspirasi untuk masy luas.

    ReplyDelete
  7. wah nice posting,
    ada ya yg kayak gitu :o
    penasaran, pingin jadi anak kuliahan deh

    ReplyDelete
  8. cikikikikiki..
    aku nyimak aja dah kak. ^_^

    ReplyDelete
  9. ikut menyimak saja ya gan, saya mahasiswa juga sih tapi tepatnya disebut kupu-kupu (Kuliah-Pulang).
    :D

    ReplyDelete
  10. mahasiswa kok berseteru dan saling serang, duh... kepiye to yo mas....

    ReplyDelete

Alangkah lebih bijaksana untuk menyambung silaturahim dipersilahkan meninggalkan jejak berupa komentar,,,terimakasih..^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM