HeadLine

Thursday, 31 May 2012

Mendaki Gunung, Olahraga Tanpa Gelar Juara

Assalamulaikum...

Wah udah lama juga nih aku gak nge-Galau..
Nah sobat EPICENTRUM semua, kali ini aku posting tentang kegalauan aku tadi malam,,mau tau apa itu,,yuk dilanjut bacanya yaaa,hehe..

Enaknya dimulai darimana nih ceritanya,,dimulai dari titik nol jakarta aja gimana, atau dari garis khatulistiwa (loh apa hubungannya coba,hehe)..

oke2 gak usah berlama-lama,,dimulai dari semalem aja deh, saat aku lagi asik  chattingan sama temen aku satu jurusan,,dan tiba-tiba dia nyeletuk kek gini: "tanggal 16 besok ikut ke Semeru yuk" ....mak Jleeebb... dan aku cuman bilang "aku masih galau penelitian masbro" (tetep dengan gaya cool Level Dewa,,padahal hati udah ngebul kaya wedus gembel)

Entah kenapa tiap ada orang bilang mau naik gunung ini,,atau mau naik gunung itu,,hati ini terasa panas,,apa lagi kalau itu gunung aku belum pernah mandakinya..pasti klo ada yg bilang mau naik ke gunung anu ("gunung anu" kek mana ya bentuknya,hehe..:p) dan aku gak bisa ikut pasti ada rasa nyesek gitu di hati..


Seolah-olah ada rasa gengsi yang besar disana,,memang jujur sih,mendaki gunung buatku (atau mungkin juga bagi beberapa orang) masih menjadi sebuah pertaruhan gengsi tersendiri..meski diluar kelihatan biasa aja,,tapi dalam hati pasti ada perasaan "pokoknya gue harus bisa lebih dari elu"..

di dalam hati masih ada rasa "Kemenangan" (kebanggaan) kalau bisa lebih dari orang lain..

Tetapi hal itu masih bisa dibilang manusiawi sob,,karena memang setiap orang di dunia ini diciptakan untuk saling berkompetisi satu sama lain,,baik dalam hal akademik, kehidupan, pekerjaan, hingga mendapat pasangan hidup adalah sebuah ajang kompetisi (baik terlihat atau tidak,,baik disadari atau tidak)..

Tak berbeda dengan urusan yang satu ini,,apalagi kalau bukan "Naik Gunung", masih ada secuil perasaan kompetisi disana..padahal seorang pendaki sejati bukan gengsi yang utama,,tapi bagaimana kita bisa menghormati dan mencintai alam sebagai wujud syukur kita kepada Allah yang telah menciptakan alam dengan segala keindahannya untuk di nikmati manusia..

Akhirnya untuk menghilangkan kegalauanku akan hal ini,,justru aku bukan menjauh dari hal-hal yang berkaitan dengan "Naik Gunung",,tapi aku mencari pencerahan dari para master-master Adventurer,,termasuk membaca filosofi-filosofi dari tulisan dari Bang Herman Lantang dan dari situlah aku tersadar akan makna sejati dari "Pencinta Alam" dan "Naik Gunung".

Dari beberapa Master Adventurer pun aku menyadari bahwa Mendaki gunung adalah olahraga yang tak ada gelar juara didapat disana... tak kan ada gelar juara tersemat di pundak kita tatkala kita telah bersusah payah berjibaku raga mendaki tingginya gunung dan berhasil menggapai puncaknya

Lantas apa yang kemudian yang dicari dalam pendakian gunung? Hampir semua pendaki akan menjawab: Kepuasan menikmati alam. Jawaban klasik dan biasa. Tetapi itulah ritme kehidupan, terkadang klasik, tetapi dirindukan..

Jujur aku pun dapat judul postingan ini dari teman-teman sherpa di Belantara Indonesia,,dan disana ada salah satu tulisan yang benar-benar mebuatku jadi lebih adem,,kurang lebih begeni kutipannya 

"Apakah Sir Edmund Hillary bersama Tenzing Norgay saat mendaki Gunung Everest (8848 mdpl) pada tahun 50 an menjadi juara dunia dengan alasan mampu menggapai puncak tertinggi di dunia?"

"Ataukah Walter Bonatti disebut menjadi juara pendaki K2?"

(Perlu diketahui, K2 memiliki ketinggian 8816 mdpl danmenjadi puncak tertinggi setelah Everest di bumi tersebiut adalah bagian dari TOP OF THE WORLD yang menjadi target setiap pendaki gunung di dunia ini, sejak puluhan tahun lalu.) 

Apakah Keduanya menjadi Juara Dunia Pendaki  Gunung.?? tidak begitu kenyatannya sob..

Bahkan, sang Dewa Gunung "Hillary dan Bonatti",, meskipun mereka berdua sudah mencapai ketinggian 8848 mdpl dan 8816 mdpl yang paling tinggi di duniapun tidak pernah merasa bahwa mereka menjadi Juara Dunia dalam mendaki gunung..Kita semua tahu bahwa semua puncak diatas 8000 mdpl di planet bumi ini hanya ada di Himalaya. Maka mendaki puncak manapun di 8000 mdpl Himalaya haruslah teken "kontrak mati", artinya: Jika kita gugur di sana kita sudah siap dikubur atau terkubur dengan ikhlas.

Sugguh dari hal ini aku jadi banyak belajar dari para legenda pendaki gunung,, Mr. Hillary, Mr. Bonatti, Soe Hok Gie, Bang Herman Lantang yang telah menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada yang namanya "juara pendaki gunung" di dunia ini. Dan alam adalah sekolah bagi siapa saja yang mau belajar,,serta alam adalah tempat mencari cinta ketika kita tak lagi bisa merasakan cintai dari sesama manusia..

Jangan pernah sekalipun kita nodai alam ini bagamanpun caranya. Sebaiknya kita mendaki gunung untuk melestarikan alam, tanpa gelar juara, tanpa piala, dan yang terbaik adalah mendaki gunung untuk mencintai memelihara dan menjaga kebersihan serta kelestariannya

"Tidak ada ada juara dalam mendaki gunung"

Sir Edmund Hillary sendiri berkata puluhan tahun setelah "pendakian legenda" nya:

"Andai aku tahu bahwa pendakianku ke EVEREST 8848 mdpl dahulu, sekarang membuat EVEREST menjadi sangat menderita akibat sampah pendaki - pendaki gunung yang kesana, Aku tidak akan pernah mendaki Everest di tahun 50 an itu! "  

Walter Bonatti juga berkata bahwa... "alam adalah sekolah terbaik buat manusia"
Pada akhirnya,, setelah aku resapi semua makna dari sebuah pencapaian puncak tertinggi tadi,,sedikit demi sedikitpun aku belajar untuk bisa mengontrol perasaanku,,membuang jauh-jauh ambisi-ambisi yang tidak berguna,,membuang rasa iri akan sebuah pendakian,,karena dalam pendakian tak ada Pemenang dan tak ada yang dikalahkan..
Alhamdulillah,,segala puji bagi Allah yang telah memberiku kesempatan mensyukuri sekaligus menikmati keindahan alam ciptaan Nya dengan mengnjungi beberapa gunung di bumi Nusantara ini,,dan sekarang yang perlu dilakukan tinggal memepertebal rasa syukur saja dan mulai memaknai makna sesungguhnya sebagai "pencinta alam"
semoga cerita galau ku ini bisa menginspirasi dan membuka mata hati kita untuk melihat suatu masalah dari sisi yang berbeda..

wassalamulaikum...

52 comments:

  1. saya teringin nak ke bandung tapi kemungkinan nyer tahun hadapan.. :)

    eh..lupa!Salam perkenalan kawan baru :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal :: Mrs.Eady ::,,terima kasih sudah sudi mampir..
      saye di bogor,,tak juh lah dari bandung..:)

      Delete
  2. Wa'alaikumsalam warahmatullah.

    Setiap melakukan aktivitas yg kita senangi, selalu ada kepuasan tersendiri ya. With or without being paid, with or without being a winner of a competition, tapi kalau sudah suka, embel2 itu belakangan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah sebenarnya cukup rasa syukur yang ditumbuhkan,,bukan rasa berlebih untuk mencapai sesuatu..

      Delete
  3. Saya blum pernah naik gunung, dan selalu heran kenapa teman2 banyak yang kecanduan naik gunung..

    *Mungkin kapan2 mesti nyobain nih..
    *Nice posting bro :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau kmu heran silahkan baca postingan aku yang judulnya "Kenapa Aku Naik Gunung??"
      nah itu dia musti dicobain tuh kapan2.:)

      Delete
  4. thanx support blog bonda.....kamu sgt bagus menulis jgk....

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama bonda,,sudah berkenan mampir ke blog saya..:)
      salam kenal..:)

      Delete
  5. waaw..ternyata mendaki gunung itu punya kenikmatan tersendiri yah .. ? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yak tepat sekali seratus buat kamu,,memang mendaki gunung itu punya kenikmatan tersendiri yang tak bisa dibeli oleh apapun..:)

      Delete
  6. Postingannya bikin merinding.
    Dan gambar yang pertama.. aww aww.. backgoroundnya edelweiss meeenn.. selalyu merinding kalo ngelihat tanaman itu, entah difoto atau alam nyata :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih,,sebenernya postingan ini untuk memotifasi diri aku sendiri mbak,,biar hilang rasa ambisi untuk selalu lebih dari orang lain dalam naik gunung..:)

      iya itu foto di Lembah Mandalawangi Gn. Pangrango..:)

      Delete
  7. Err, galau itu apa? Maaf, kurang faham. Bila2 nanti, mungkin saya akan ke sana. Salah seorang rakan yang berasal dari Palembang, akan pulang bekerja di Jakarta bulan depan. Sudah 8 tahun kami berkawan. Sedihnya dia akan pulang ke sana.

    Dari foto2 itu kelihatannya kamu suka sekali dengan keindahan alam. Makanya mampirlah ke bumi Malaysia kira punya waktu. Pasti akan bertambah koleksi foto kamu.

    Oh ya, Rizki...
    Kami blogger dari Malaysia yang usianya lebih matang sedikit dari kamu, nggak usah digelar 'makcik'. Walau kamu terbiasa bersopan dengan panggilan mbak, bagi kami makcik itu kedengarannya wes tuek bangat (maaf ada sedikit jawa di sini). Bisa gelarkan kami dengan kakak (bukan kakek ya..) atau sis saja. Bolehkan..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. galau tuh rasa gundah dan gelisah di dalam hati..
      pengen juga sekali wakti backpacker melancong ke Malaysia,,atau thailand,,atau negara mana saja di Asia..

      oohh,,maaf sist,,kebiasaan kalau manggil yang lebih tua panggil "pakcik" or "makcik"..
      oke terimakasih masukkannya..:)

      Delete
  8. backgroundnya gambarnya so sweet banget sob....
    jadi pingin ni naik gunung

    ReplyDelete
    Replies
    1. semua keindahan itu adalah karunia dari Nya yang harus senantiasa kita jaga keasrian dan kelestariannya..:)
      okelah kapan2 pasti kesampaian..:)

      Delete
  9. Cantik gambar yang diambil..

    Mesti rasa puas kan.. ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih telah berkenan mampir,,masih belajar juga jadi fotografer,,masih sangat newbie saya..[malu]

      Delete
  10. Sedari dulu sy kepengen naik gunung tapi te kesampean-_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyaAllah di lain kesempatan pasti kesampaian,,kalau ada kemauan pasti ada jalan kok mbak..:)

      Delete
  11. bagus ya disana banyak gunung yg sesungguhnya, kalau di Balikpapan..banyak gunung sih tp cuma nama wilayah, mis: gunung sari, gunung malang, gunung guntur, gunung pipa, gunung tembak, gunung pancur, gunung Dubs, gunung 4....

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya,,kata bapak di balikpapan banyak gunung tapi nama wilayah,,aku pernah tinggal di balikpapan dari umur 1th-3th,hehe..
      waktu itu bapak kerja pertama di karantina Bandara Sepinggan..:)

      Delete
  12. sayang sekali juga gak ada olimpiadenya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. justru kalau ada olimpiadenya tendensi utama dari kegiatan naik gunung akan hilang,,yg ada hanya kompetisi hingga melupakan konservasi..
      jadi inget kata2 di Belantara Indonesia "Puncak Bukan Segalanya,Konservasi yang Utama"

      Delete
  13. idealnya, seorang pencinta alam semakin mengagumi kekuasaan ALlah SWT ya? dan makin menjaga keindahan alam itu. Sayangnya ada beberapa yg suka meninggalkan 'jejak' di tempat yg mereka singgahi ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. itulah yg terjadi mbak,,aku sendiri pernah ounya pengalaman waktu naik gunung Gede,,sangat parah sekali,,sampah dimana2 dan terkesan kotor..
      kami yg tadinya naik hanya membawa tas ransel,turun harus membawa 2 kantung berisi sampah yang kami ambilin dari atas..-___-

      Delete
  14. hehehee... walaupun tanpa gelar tapi gelar kepuasan itu yg gak ada nilainya kawan! mantap

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah karena tanpa gelar,,jangan terlalu dikejar gengsi..:),,tapi memang bener sih kepuasan itu yg gak ada nilainya..:)

      Delete
  15. pendaki gunung... masyaAllah.. keren sekali...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya begitulah,,tapi bukan pendaki gunung,mungkin lebih tepatnya pemuja keindahan alam ciptaan Allah..:)

      Delete
  16. keren hobbynya, pengen jg sekali-kali naik gunung.. pasti seru ya.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hobi aku fotografi sama bersepeda kok mbak,hehe..:p
      naik gunung itu sampingan,,karena tidak bisa dilakukan setiap saat,,kalau fotogtrafi dan bersepeda bisa setiap saat,hehe..:)

      Delete
  17. saya pengen banget naik gunung, tapi belum berani karena orang tua belum mengizinkan.
    tapi saya salut, sekaligus iri sama orang2 yg udah naik gunung.
    enak banget bisa deket sama alam dari view yang berbeda.

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak cara untuk dekat dengan alam tidak hanya mendaki gunung,,itu yang pengen aku lakukan,,mencoba untuk dekat dengan alam dengancara yang berbeda..:)

      Delete
  18. artikel yang sangat berbobot nih,,, signifikan dan sangat konkrit,,,, salam kenal aja dan semoga artikelnya bermanfaat,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. terimakasih banyak sudah berkenan mampir di blog yang tidak seberapa ini..:)

      Delete
  19. assalamualaikum teman..

    saya sudah follow kamu..nah..tertarik dengan profil kamu..
    datang ke malaysia..mendaki gunung kinabalu..insya Allah kamu adalah juara

    ReplyDelete
    Replies
    1. pengen rasa hati berkunjung ke Malaysia (backpacker tetunya) hanya belum ada waktu luang karena masih di kuliah..:(

      Delete
  20. Makcik sendiri belum pernah sampai ke Indonesia. Mungkin suatu hari nanti, InsyaAllah. :)

    ReplyDelete
  21. insyaAllah,,saye juga pengin berkunjung ke malaysia,,sekaligus backpacker..:)

    ReplyDelete
  22. huaaaah.. mau banget deh mendaki daki gunung ga pernah tuh ke gunung, sering diajakin tp ga pernah dapet ijin, maklum anak tunggal :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga anak tunggal mbak..mungkin karena mbak cewe juga..
      aku jg awalnya sangat tidak disetujui..
      tapi kebelakang2 luluh jg..
      tp sekarang aku jg lg break dulu..:)

      Delete
  23. Saya blum pernah naik gunung, dan selalu heran kenapa teman2 banyak yang kecanduan naik gunung...

    hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. karena Allah menciptakan keindahan diatas sana..:)

      Delete
  24. bisa nggak sih sampe puncak gunung tanpa harus mendaki..? #plak. Ngimpi kali ya.. hihihi..
    Aku selalu kagum ama pendaki gunung, dan klo liat foto2nya jd pengen bgt kesana. Subhanallah.. indah bgt. Tapi mo mencoba mendaki, ga punya nyali. Takut ga kuat.. hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku pun saat ini pengennya seperti itu..
      tapi sepertinya aku harus menemukan cara lain untu menikmati duniaku..:)

      Delete
  25. selalu takjub sama orang2 yang senang dan bisa mendaki gunung. dari kapan taun ingin nyoba naik gunung tapi belum tersampaikan impiannya. gimana ya rasanya lebih sedikit dekat dengan langit dan awan? pasti keren.. aaahhhhhh merinding. hehe..
    dan seharusnya ada olah raga mendaki gunung yak terus masuk olimpiade, hehe.. oh iya, salam kenal :)

    ReplyDelete
  26. ya ampun nyari tempat follow dari atas sampai bawah, baru nemu ternyata ada di bawah. hahahha.. #maaf mata berbingkai #abaikan :D

    ReplyDelete
  27. impian dulu yang sekarang mulai pudar hehehheee (gw juga pengeeeeen banget naik gunung, apalagi semeru, Ranu Kumbolo siapa yang gak mau coba heheheee) apalagi naik Semerunya tiba-tiba bareng om Herman Lantang atau, gak sengaja bareng ketemu rombongan tim 5cm The Movie, waaah kelar sudah urusannya itu hahahahaaa.

    yang penting klo naik gunung jangan lupa dibawa turun sampah nya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener banget puncak bukan tujuan utama tapi menjaga kelestarian alam yang utama..
      temen aku yg pernah ketemu bang herman lantang waktu naik ke gede-pangrango,,kalau aku baru sempet ketemu abangnya Idhan Lubis..

      Delete
    2. ahh seneng sekali.
      waktu itu temen emang sengaja ikut rombongan bang Herman yg acara tabur bunga buat Gie, katanya dia Herman Lantang emang super ramah (ahh ngomongin gunung gak akan kelar-kelar) (getir hati saya klo ngomongin gunung) hehheheee

      Delete
  28. Sangat mengispirasi..!
    Bagi saya pribadi melakukan kegiatan alam bebas merupakan pencarian jati diri saya yang sebenarnya untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna lagi. Dan urusan kita dalam kehidupan bukanlah untuk melampaui orang lain, tetapi untuk melampaui diri sendiri, untuk memecahkan rekor diri sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini. Salam kenal dari Aceh..! Keep spirit

    ReplyDelete

Alangkah lebih bijaksana untuk menyambung silaturahim dipersilahkan meninggalkan jejak berupa komentar,,,terimakasih..^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM