hampir empat tahun lamanya waktu ku habiskan untuk menggali ilmu disini..
jauh dari orang tua, saudara-saudara terkasih, dan kampung halaman..
berteman tumpukan buku dan jurnal ilmiah tentang Hama dan Penyakit Tanaman..
tuk mengejar sebuah asa,,sebagai seorang sarjana pertanian..
detik demi detik ku lalui,, tanpa terasa waktupun terus berlalu..
semakin mendekat dengan penguhujung masa studiku..
satu kata yang terngiang saat ini yaitu kata LULUS..
satu tanya yang terucap dari sang ibu kapan kamu LULUS..??
satu harap yang terbersit dari sang ayah cepatlah LULUS..
dan satu semangat dari dia yang terkasih kamu harus segera LULUS..
satu tahap harus kulaui untuk merih kata itu..
Penelitian, tugas akhir, dan skripsi,,
ya...empat tahunku disini hanya ditentukan dengan tahap itu..
tahap yang pasti selalu dihadapi bagi semua mahasiswa..
tahap yang harus dilewati oleh semua mahasiswa..
tahap yang bisa dihindari lagi oleh semua mahasiswa..
kala semua rencana tugas akhir telah tersususun rapi..
kala proposalpun telah di-acc oleh dosen pembimbing..
kala penelitian pun sudah mulai dijalankan..
selalu saja ada hambatan dan kendala yang menghadang..
Wednesday, 2 May 2012
naik gunung gak harus repot
Apakah ultralight
hiking atau ultralight trekking itu?!
Atau bisa juga pertanyaannya menjadi, kenapa orang-orang mau membawa beban 15 - 20 kg ransel? yang didalamnya berisikan perbekalan, peralatan serta kebutuhan di saat berada di alam bebas. Dengan kondisi beban berat seperti itu akan membuahkan beberapa problem yaitu:
Atau bisa juga pertanyaannya menjadi, kenapa orang-orang mau membawa beban 15 - 20 kg ransel? yang didalamnya berisikan perbekalan, peralatan serta kebutuhan di saat berada di alam bebas. Dengan kondisi beban berat seperti itu akan membuahkan beberapa problem yaitu:
Lambat, membosankan
Kelelahan, lekas marah, dan rendahnya rasa kebersamaan saat di jalan setapak
Meningkatkan kemungkinan untuk terluka, sakit dipunggung, keseleo mata kaki, lutut nyeri, otot sakit, memar atau lecet, sakit dibagian pinggul serta bahu, dll.
Perjalanan hiking atau trekking yang panjang berarti juga akan membuat sedikitnya waktu untuk bersantai di tenda, menikmati asyiknya suasana saat di basecamp.
Saat kita mulai mendirikan tenda dan mencoba beristirahat, kita akan merasa sangat letih dan membuat malas untuk melakukan hal lain.
Kelelahan, lekas marah, dan rendahnya rasa kebersamaan saat di jalan setapak
Meningkatkan kemungkinan untuk terluka, sakit dipunggung, keseleo mata kaki, lutut nyeri, otot sakit, memar atau lecet, sakit dibagian pinggul serta bahu, dll.
Perjalanan hiking atau trekking yang panjang berarti juga akan membuat sedikitnya waktu untuk bersantai di tenda, menikmati asyiknya suasana saat di basecamp.
Saat kita mulai mendirikan tenda dan mencoba beristirahat, kita akan merasa sangat letih dan membuat malas untuk melakukan hal lain.
Semua hal diatas merupakan penghambat untuk menikmati alam sekitarnya, sedangkan tujuan kita ke alam bebas adalah untuk menikmatinya, jadi kenapa tidak kita rubah..?? Bagaimana jika kita pergi dengan ransel ukuran 30 - 40lt untuk perjalanan 3 hari 2 malam? dengan ukuran dan berat ini, perjalanan yang biasanya terasa berat karena beban berat dari ransel seukuran 70lt, akan terasa lebih ringan, dan tanpa beban yang terlampau berat. Serta kita akan lebih bisa menikmati alam bebas sepanjang perjalanan, dan juga kita bisa lebih cepat sampai dilokasi basecamp tidak dalam keadaan sangat lelah.
Dengan pemilihan peralatan dan mengaturnya dengan tepat, ransel kapasitas 40lt akan terasa sangat cukup sekali untuk perjalanan diatas. Mengenai contoh-contoh peralatan ultralight akan dibahas pada bagian lain.
Untuk siapa ultralight hiking (backpacking) itu?
Ultralight backpacking adalah untuk semua orang yang serius dengan kegiatan trekking atau naik gunung. Ransel yang berat akan merubah banyak orang baru yang tadinya mungkin akan bisa menikmati perjalanan trekking menjadi kapok dan tidak mau mencoba lagi.
Apakah aman?
Setiap ultralight hiker atau trekker membawa semua peralatan yang sama tingkat safety pointnya seperti halnya yang dibawa oleh hiker atau trekker pada umumnya. Seperti, pakaian, alat tidur, shelter, P3K, wadah air dll. Tetapi, seperti hal lainnya dalam hidup ini, tidak ada ganransi bagi yang tidak berpengalaman, salah keputusanlah yang menyebabkan masalah dalam pendakian, bukanlah peralatan. Ini bisa terjadi pada seseorang yang membawa banyak peralatan tanpa mengerti untuk apa dan kapan digunakannya. Biasakanlah diri dengan tehnik pendakian, serta dengan peralatan, dan juga biasakanlah latihan emergency tehnik dan diatas semua itu adalah berlatih untuk mengambil keputusan yang tepat. Semakin sering anda berlatih maka akan semakin mengerti bagaimana meminimal peralatan tanpa mengurangi kenyamanan anda. Saat ini ada banyak sekali peralatan yang dibuat dan dirancang seringan mungkin. Akan tetapi harganya masih sangat mahal, meskipun begitu begitu anda bisa merancangnya sendiri dan membuatnya, tentu saja biayanya jauh lebih murah.
Lalu, apakah sebenarnya Ultralight hiking atau trekking itu?
Ada banyak sekali individu-individu yang menerjemahkan arti Ultralight ini, tapi dari semua itu pada prinsipnya, ultralight hiking atau trekking itu adalah suatu cara atau tehnik melakukan perjalanan ke alam bebas dengan membawa peralatan dan perbekalan yang ringan dan tanpa meninggalkan prinsip-prinsip safety prosedur serta juga kenyamanan kita selama berada di alam bebas. Dan prinsip ultralight ini bukan hanya untuk perseorangan saja akan tetapi bisa juga diterapkan dalam perjalanan berkelompok. Dan kesemuanya itu membutuhkan perhitungan yang matang pada perencanaan perjalanan. Perlu diingat ultralight disini bukanlah mengurangi kwantitas dari peralatan yang dibawa, akan tetapi membuat sebuah peralatan menjadi simpel dan enteng tanpa kehilangan kwalitas penggunaannya.
Peralatan ultralight hiking
Ada banyak sekali bermacam type peralatan ultralight yang beredar dipasaran, dan saat ini beberapa diantaranya bisa didapatkan di Indonesia, akan tetapi harga peralatan tersebut masih tergolong mahal. Meskipun demikian kita bisa merancang sendiri peralatan yang kita butuhkan dan membuatnya. Berikut adalah beberapa contoh peralatan ultralight yang ada dan sangat simple dalam penggunaannya.
RANSEL
Semakin sedikit dan simple peralatan
yang dibawa maka akan semakin kecil ransel yang dibutuhkan, hal tersebut juga
merupakan kunci dari ultralight. Semakin simple suatu peralatan maka semakin
kecil tempat yang dibutuhkan maka akan semakin banyak makanan yang bisa dibawa.
Rencanakanlah dengan seksama lama perjalanan dan jumlah makanan yang dibawa.
Carilah ransel yang simple dan ringan, ukuran 30Lt atau 40 Lt sangat cocok
untuk ultralight.
SLEEPING BAG
Untuk sleeping bag saat ini ada
jenis ultralight baik berbahan down maupun sintetis. Seperti contoh disini
packing yang sangat kecil dan ringan. Diatas semua itu kemampuan isolasinya
tidak berkurang.
MATRAS
Untuk matras atau alas tidur, saat
ini ada bahan alumimium foil berlapis busa yang sangat ringan dan bisa dilipat,
mekipun tipis tapi kemampuan aluminium menahan uap lembab dari tanah sangat
baik sekali, jenis matrass ini tersedia dalam ukuran yang lebar dan cukup untuk
tenda atau bivy untuk satu orang.
DOME/TENDA
Dome adalah suatu keharusan, jika
akan bermalam di alam bebas. ada berbagai jenis shelter atau bivy ultralight
untuk kapasitas satu orang. Trap juga bisa kita jadikan shelter, dengan sedikit
improvisasi trap bisa dijadikan sebuah shelter yang nyaman dan tentu saja
ringan dan tanpa kehilangan fungsinya sebagai shelter.
WADAH AIR
Tempat minum lipat dari plastik atau
kulit sangat praktis dan tidak memakan tempat saat kosong, ada banyak sekali
botol lipat saat ini beredar dipasaran, baik itu keluaran nalgene ataupun
playtipus. Dan meskipun dalam keadaan diisi air tutupnya sangat rapat dan tidak
bocor. Selain itu wadah air lipat untuk membawa air dari lokasi mata air ke
tempat camping juga dibutuhkan yang praktis dan bisa dilipat. dibandingkan
dengan botol aluminium atau plastik.
PAKAIAN/JAKET
Jaket polar dan goretex adalah
pilihan yang baik untuk isolasi dingin dan udara lembab, dan ponco adalah
pilihan baik juga untuk perlindungan terhadap hujan, disamping bisa digunakan
sebagai alas. Untuk pakaian bawalah pakaian yang sesuai dengan musim saat anda
mengadakan perjalanan, t-shirt katun dan celana pendek katun tipis sangat baik
untuk musim kemarau. Usahakan untuk merencanakannya seefisien mungkin agar
tidak kelebihan atau kekurangan.
Hal lainnya
Hal lainnya adalah sama dengan peralatan trekking lainnya, seperti Senter, navigasi aids, survival kits, P3K praktis, dan lainnya. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya dalam perencanaan sebuah perjalanan dengan prinsip ultralight, adalah packing makanan. Buanglah setiap kotak atau bungkus makanan yang tidak penting, jika makanan bisa dipindahkan kedalam kantong plastik akan lebih mudah lagi dibanding jika tetap harus dalam kotaknya yang akan memakan tempat di dalam ransel serta tentu saja tambahan berat. Didalam ultralight hiking atau trekking, berat extra 1ons saja akan sangat mempengaruhi perjalanan kita.
Jika anda memutuskan untuk memakai gaya ultralight hiking atau ultralight trekking, jangan pernah berhenti untuk berimprofisasi dan mencoba hal baru dalam menimalkan peralatan anda tanpa mengurangi kemampuan peralatan tersebut.
Hal lainnya adalah sama dengan peralatan trekking lainnya, seperti Senter, navigasi aids, survival kits, P3K praktis, dan lainnya. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya dalam perencanaan sebuah perjalanan dengan prinsip ultralight, adalah packing makanan. Buanglah setiap kotak atau bungkus makanan yang tidak penting, jika makanan bisa dipindahkan kedalam kantong plastik akan lebih mudah lagi dibanding jika tetap harus dalam kotaknya yang akan memakan tempat di dalam ransel serta tentu saja tambahan berat. Didalam ultralight hiking atau trekking, berat extra 1ons saja akan sangat mempengaruhi perjalanan kita.
Jika anda memutuskan untuk memakai gaya ultralight hiking atau ultralight trekking, jangan pernah berhenti untuk berimprofisasi dan mencoba hal baru dalam menimalkan peralatan anda tanpa mengurangi kemampuan peralatan tersebut.
Tuesday, 1 May 2012
"Srawung Warga" -Solo City Walk-
menyambung cerita ku yang sebelumnya,,ngebolang bersepeda keliling Solo..
dari kampung Batik Laweyan menuju Ngarsopuro..
tak lengkap jika tak lewat jalan protokol kota Solo..
Jalan Slamet Riyadi..
apa yang menarik di jalan utama kota Solo ini??,kira-kira apa hayoo..
apa yang menarik di jalan utama kota Solo ini??,kira-kira apa hayoo..
apa
lagi kalu bukan city walknya yang membentang panjang dari selepas
daerah Purwosari hingga ujung jalan Slamet Riyadi di daerah Gladak,,yang
berujung di patung Slamet Riyadi..
Sejak tahun 2007, Kota Solo memang sengaja membangun suatu kawasan untuk pejalan kaki atau orang sering menyebutnya dengan city walk (kaya di kota Bandung gitu). dan di Kota Solo, kawasan ini dinamai dengan Srawung Warga .
![]() |
| "Solo City Walk" |
Ide
dasar pembuatan kawasan Srawung Warga ini adalah dalam rangka
menyediakan tempat nyaman bagi para pejalan kaki di Kota Budaya ini.
Namun, ternyata masih jauh dari harapan. jangankan untuk pejalan kaki, city walk malah dipakai buat melintas dan parkir mobil, sepeda motor serta becak.
Dari
sekian ratus meter yang sudah aku lewati dengan sepeda kesayanganku ada
beberapa hal yang menarik diamati, seperti digunakannya tegel ubin dan
bukan paving blok pada hamparan jalur pedestrian ini, sehingga
menumbuhkan perasaan yang lebih sejuk sekaligus menguatkan kesan kuno
yang sangat serasi dengan bangunan – bangunan yang ada di sisinya.
Kemudian penataan gerobak pedagang kaki lima yang seragam dan dibatasi
pada ruas tertentu, sementara pada ruas yang lain dibiarkan kosong dan
menjadi sangat lapang. Sungguh satu penataan yang mengagumkan...Solo
gituu looh...^_^
Menyusuri Eksotisme Kampung Batik Laweyan
Solo
setelah lama gak pulang ke kota Solo,,tiba-tiba aku terbersit keinginan untuk
"ngebolang" keliling kota Solo dengan sepeda..sebenernya
cita-citaku keliling Solo dengan sepeda sudah lama direncanakkan hanya saja
baru terlakasana.
Menelusuri
kembali lorong-lorong di antara tembok-tembok besar di Laweyan membuat saya
seakan terlempar ke masa lalu., Tembok-tembok tua dengan warna yang memudar itu
konon menjadi saksi atas masa kejayaan batik Laweyan.
alias
Surakarta Hadininngrat..
siapa
yang tak kenal dengan kota ini..
kota
yang sangat terkenal dengan budayaannya yang tak akalah eksotis dengan Jogja..
dan
disini tempat dimana aku dibesarkan..
first
stop..
Kampoeng
Batik Laweyan..
| welcome to "Kampoeng Batik Laweyan" photo by Rizki Pradana |
kenapa
ini aku pilih sebagai pemberhentian pertama,,karena ini yang paling dekat
deengan rumah..pukul
06.30 mulai ku kayuh sepedaku,,dari daerah kartasura kearah selatan kemudian
berlelok kearah timur menuju kampung batik laweyan..
kurang lebih 20-30 menit lah nge gowes sepeda,sambil membawa my shot gun canon EOS 1000d di pundak..
kurang lebih 20-30 menit lah nge gowes sepeda,sambil membawa my shot gun canon EOS 1000d di pundak..
aku
siap untuk hunting view dan wisata bolang di kampung batik Laweyan..
begitu
tiba di kampung batik ini suasana damai dan asri nampak langsung menyambutku.. berteman
udara sejuk di pagi hari,,terlihat disana-sini warga yang memulai aktifitasnya
untuk mencari rejeki..
aku
mulai menyusur kampung yang eksotis ini dari sisi barat,kemudian ke selatan,ke
utara,ke timur,balik lagi ke selatan,,pokoknya muter-muter cari spot dan momen
yang bagus.
| Menanti pelanggan - photo by Rizki Pradana |
Disamping
Laweyan terkenal akan industri batiknya, mulai dari batik tulis hingga batik
cap, kampung ini juga terkenal akan tokoh pergerakan nasional yang ikut
berjuang dalam melawan para kompeni-kompeni belanda, siapa lagi kalau bukan
K.H. Samanhudi melalui perkumpulan Serikat Dagang Islam-nya yang kemudan
berubah menjadi Serikat Islam (kok jadi belajar sejarah gini yaa,hehehe).
Subscribe to:
Comments (Atom)

