Showing posts with label realita kehidupan. Show all posts
Showing posts with label realita kehidupan. Show all posts

Sunday, 8 September 2013

MISTERI LONCENG MENARA SEKOLAH

Assalamaulaikum..

Mendadak beberapa hari ini perasaanku dipenuhi dengan rasa gundah dan kebingungan yang selalu melintas dalam benak. Sesujurnya diriku tak tau ingin memulai cerita ini dari mana. Selayaknya cerita-cerita film yang diangkat berdasarkan kisah nyata, aku mencoba menceritakan sendiri kisah yang aku alami beberapa hari yang lalu.

Barangkali teman-teman sekalian pernah atau bahkan sering mengalami peristiwa yang terkadang sulit untuk di jelaskan dengan akal sehat. Bahkan ketika nalar pun dipaksa untu mengurainya, ujung benang merah dari peristiwa itu kadang tak pernah ditemukan. Nyaris sama dengan apa yang ku alami beberapa hari yang lalu.

Mungkin peristiwa ini akan terasa begitu “ganjil” bagi kalian, tapi buatku apa yang akan ku ceritakan ini bisa membuat kita lebih tenang, dan selalu berfikir positif. Dan yang terpenting membuat kita makin dekat denganNya dan percaya bahwa memang tidak ada kekuatan belebihi kekuatanNya.

Sabtu, 7 September 2013
Pukul 07.30 pagi
Pagi itu tak ada sedikitpun pikiran negatif yang terlintas dalam benakku, bahkan dalam akalku yang paling tidak rasional pun tak membayangkan kejadian yang akan ku alami kali ini. Seperti biasa pagi itu aku habiskan sarapanku dan bergegas menyiapkan foto kopi ijazah SMA yang akan aku legalisir. Ya, sebentar lagi tes CPNS di buka, aku harus menyiapkan semuanya, termasuk melegalisir semua ijazah, barangkali saja nanti diperlukan sebagai persyaratan pemberkasan.

Semua sudah siap, SIM dalam dompet sudah kukantongi, HP pun ku masukkan dalam saku kemeja biruku pagi itu. Dengan motor aku tembus kesibukan kota Solo pagi itu menuju salah satu SMA Negeri, yang boleh dikata tersohor di kota ini. SMA Negeri I Surakarta, salah satu SMA terbaik di kota ini, tempat dimana 5 tahun yang lalu aku masih duduk di salah satu kelasnya dengan seragam putih abu-abu, merasakan indahnya masa-masa indah di bangku SMA.

Tuesday, 19 February 2013

Bang Jo

Assalamualaikum temen-temen EPICENTRUM...
 
Mau coret-coret lagi nih....
Kali ini mau bikin coretan tentang Bang Jo....ada kenal bang jo???

Teman-teman jangan salah kira dulu yaa..
“Bang Jo” di sini bukan artis yang jadi host acara Tangkap,,bukan komentator sepak bola,,dan bukan juga preman yang sering nongkrong di terminal ya,hehehe..

“Bang Jo” diambil dari bahasa jawa “Abang” dan “Ijo”,,menurut makna harfiah-nya Bang Jo itu Merah dan Hijau..tetapi makna sebenarnya kata “Bang Jo” digunakan untuk menunjuk lampu rambu lalu lintas atau bahas kerennya trafic light..

Entah dari mana kata “bang jo” itu akhirnya menjadi populer padahal klo dilihat lampu rambu lalu lintas gak Cuma “abang” dan “ijo” tapi ada kuning juga..???

Tapi ya sudah lah karena sekarang kita gak sedang mau membahas sejarah “bang jo” tapi fenomena-fenomena unik dan menggelitik yang sering terjadi di “bang jo” khususnya di kota tempat aku kuliah di kota hujan Bogor..

Cekibrot......

Saturday, 1 September 2012

Hantu Bis Malam Penasaran

assalamulaikum..

Wah udah lama banget ya sobat EPICENTRUM gak membaca tulisan aku,hehe..
Kali ini aku mau berbagi kisah pengalaman pribadi aku sob,,yang baru aja aku alami malam ini..

Malam ini aku udah berniat untuk tidur lebih awal,,tapi entah kenapa (mungkin karena banyak nyamuk),,akhirnya aku yang tadi udah nyenyak-nyenyak tidur jadi kebangun pas jam 12 malem lagi (mulai agak horor nih).

Eh pas lihat kearah laptop aku ternyata tuh leppy masih dalam kondisi on dengan modem masih menempel,,akhirnya akupun iseng buat browsing (baca-baca) tentang cerita misteri (horor) lewat mbah Google..

Nah karena kebetulan aku belakangan lagi gandrung banget sama yang namanya Bus (malah udah gabung di Busmania) akhirnya aku coba deh iseng-iseng cari cerita misteri yang ada hubungannya dengan "bus hantu"..

bus hantu
Setelah kurang lebih 30 menitan berselancar di dunia maya, akhirnya aku menemukan ada satu cerita tentang "Bis Hantu" yang aku anggap beda dengan cerita bis hantu yang ada pada umumnya..

Friday, 29 June 2012

Aku dan Pencinta Alam

"kamu pencinta alam?"
"hmm.. gimana yaa mas.bisa dibilang begitu sih"
"suka naik gunung?
"begitulah,,alhamdulilah sudah pernah naik beberapa kali"

nah itulah sedikit percakapanku dengan seorang di tempat magangku di kebun teh Gunung Mas, Cisarua, Bogor..waktu orang itu tau aku bawa sepatu boot gunung dan carrier langsung di judge sebagai seorang pencinta alam..

Rupanya dia juga salah satu penggiat alam bebas, peralatannya pun juga di bilang cukup lengkap,mulai tenda, boot, carrier 30 sama 80 lt, trangia,,dan juga pernah mandaki sampai ke Rinjani (prok prok pprok)

Tapi yang mau aku bahas disini sob adalah...

"apa sih sebenarnya pencinta alam itu.??"

Wednesday, 2 May 2012

Balada Tugas Akhir

hampir empat tahun lamanya waktu ku habiskan untuk menggali ilmu disini..
jauh dari orang tua, saudara-saudara terkasih, dan kampung halaman..
berteman tumpukan buku dan jurnal ilmiah tentang Hama dan Penyakit Tanaman..
tuk mengejar sebuah asa,,sebagai seorang sarjana pertanian..

detik demi detik ku lalui,, tanpa terasa waktupun terus berlalu..
semakin mendekat dengan penguhujung masa studiku..

satu kata yang terngiang saat ini yaitu kata LULUS..
satu tanya yang terucap dari sang ibu kapan kamu LULUS..??
satu harap yang terbersit dari sang ayah cepatlah LULUS..
dan satu semangat dari dia yang terkasih kamu harus segera LULUS..

satu tahap harus kulaui untuk merih kata itu..
Penelitian, tugas akhir, dan skripsi,,
ya...empat tahunku disini hanya ditentukan dengan tahap itu..
tahap yang pasti selalu dihadapi bagi semua mahasiswa..
tahap yang harus dilewati oleh semua mahasiswa..
tahap yang bisa dihindari lagi oleh semua mahasiswa..

kala semua rencana tugas akhir telah tersususun rapi..
kala proposalpun telah di-acc oleh dosen pembimbing..
kala penelitian pun sudah mulai dijalankan..
selalu saja ada hambatan dan kendala yang menghadang..

Tuesday, 24 April 2012

DPR: Bikin Web Seharga 9,7 M..??

assalamulaiakum saudaraku sebangsa tanah dan sebangsa air..

Akhir-akhir ini makin lama aku makin gemes aja kalau baca TV, ndengerin koran, sama liat radio..
gimana enggak gemes,,apalagi lihat kelakuan para Wakil Rakyat yang kelakuannya masih kayak anak TK (play group menurut versi Gus Dur)..

oke deh,,suatu hari aku bangun pagi dan nyetel TV,,kalau gak salah pas banget di chanel TV-1 (baca dalam inggris)..beritanya kalau gak salah seperti ini

"Renovasi Gedung Banggar (badan Anggaran) DPR seharga 20 M"

bener-bener berita yang pagi-pagi udah bikin spot jantung
pertama masih belum ngeh aku pikir 20 Juta.
tapi setelah aku baca lagi dan dengerin lebih teliti.....

"SH*T..WHAT THE **** RENOVASI GEDUNG RAPAT AJA 20 M..!!!!"

apa-apan..!!!!,,itu mau renovasi gedung apa mau bikin gedung baru gan..??
kursinya aja harganya jutaan,ckckckck...pantesan aja, para anggota dewan yang ngakunya wakil rakyat dan berpihak untuk membela rakyat, pada betah buat MIKIRIN RAKYAT TIDUR..

oke aku gak mau panjang lebar masalah ini,,karena kasus ini juga udah tenggelam gak tau kemana rimbanya (dimakan tomcat kali beritanya,hahaha :D),,dan tetap saja rakyat gak dapet bagian dari itu semua..dan case close begitu saja..-_______-

belum selesai kaget liat berita,,baca koran bikin kaget lagi..

"Renovasi Toilet seharga 2 M" dan "Proyek Kalender DPR 1,3 M"

ini lagi,,apa-apaan renovasi (sekali lagi RENOVASI bukan BIKIN) toilet aja sampe em em-an (emberr kalee),,kalender aja anggarannya sampai 1.3 M,,itu bikinnya peke triplek kali ya, bukan pakai kertas..

Thursday, 15 March 2012

SEBUAH RENUNGAN (bagian 1)


Sebuah pesan yang patut kita renungkan,,yang aku rangkum dari pengantar kuliah umum di kampus IPB beberapa waktu lalu..

Teknologi di dunia telah berkembang begitu pesat,, berbagai macam alat bantu yang memudahkan kehudupan manusia pun telah banyak ditemukan dan dikembangkan,,bahkan di jaman yang serba maju ini berlibur ke ruang angkasa pun bukan menjadi sesuatu yang mustahil lagi,,semua itu tidak lain dan tidak bukan karena kemajuan teknologi.

Tapi ada bidang lain diluar Bidang Teknologi yang sebenarnya sangat terkait erat dengan hal tersebut, tetapi justru kita nyaris melupakannya yaitu bidang “PERTANIAN”..

Ya sebenarnya siapa yang tak kenal pertanian??

Sebuah bidang yang dikenal dengan “Bidang Agraria” ini lah yang menjadi pondasi dari semua bidang kelimuan di dunia ini..

Bagamana bisa??

Mari sama-sama kita renungkan,,jauh sebelum kata teknologi ini dikenal, tanpa disadari manusia sebenarnya telah mengenal yang namanya pertanian,,mulai dari ketidak-sengajaan ketika para manusia Primitif itu memakan makanan yang berasal dari hutan kemudian biji-bijian itu jatuh atau terbawa hingga di sekitar rumah (*tempat berlindung) mereka,,kemudaian tumbuh menjadi tumbuhan yang dapat mereka makan,,yang akhirnya mereka menyadari untuk mengembangkannya untuk memenuhi kebutuhan dasar yaitu Makan..dan setelah itu dikenal lah apa itu budidaya tanaman (bagian dari pertanian).

Monday, 27 February 2012

Padang Bulan

Yo prakanca dolanan neng njaba..
padang mbulan padange kaya rina..
rembulane..sing ngawe-awe..
ngelingake ojo pada turu sore..

Hayooo,, siapa yang tak kenal dengan lirik lagu "dolanan" diatas..???

buat temen-temen yang tinggal di jazirah tanah jawa khususnya jawa tengah, jogja, jawa timur dan sekitarnya,,dan lahir di era tahun 80an hingga 90an pasti tak asing dengan lirik tersebut..

karena pada masa kita kecil lagu-lagu "dolanan" dan lagu-lagu daerah seperti itu masih sering dinyanyikan di desa-desa oleh anak-anak kecil dikala itu..

berbeda dengan sekarang,, yang mana anak-anak usia SD lebih mengenal lagu-lagu orang dewasa yang liriknya sering "membuat penduduk Indonesia bertambah banyak" (silahkan dipikirkan sendiri maksudnya.hehe...:p),,atau mengajarkan anak kecil untuk G.A.L.A.U padahal masa kecil harusnya digunakan untuk senang-senag bukan galau..sungguh sesuatu banget...Huft..-___-

tapi soobb,,aku kali ini gak bakal mbahas masalah lagu,,karena aku sejujurnya gak ngerti musik..
tapi disini aku akan menceritakan tentang "Padang Bulan"

Padang Bulan yang mau aku ceritakan ini bukan novelnya Bang Andrea Hirata lho..
tapi Padang Bulan disini adalah suatu momen yang indah yang dahulu pernah menjadi saat-saat penuh makna,, tapi mungkin sekarang hal itu sudah banyak dilupakan oleh sebagian orang..

baru saja malam ini aku muter-muter keliling kota Bogor dan masuk ke gang di suatu kampung lalu melihat hal yang membuaku teringat dengan kampung halaman..

Tuesday, 21 February 2012

Jangan Pernah Menilai Seseorang Dari Luar

Assalamualaikum wr.wb.
Wah pengan sharing2 lagi nih tentang sebuah realita kehidupan yang aku temui selama perjalanan dengan kereta ekonomi Jakarta-Solo..sebenarnya kejadiannya udah cukup lama juga sih pada saat libur hari raya iedul adha,tepatnya tanggal 8 Dzulhijah 1430 (saya lupa tanggal masehinya,,coz yang saya inget besoknya puasa arofah aja,hehehe)..waktu itu perjalananku dimulai dari stasiun bogor pukul 17.00 bersama empat temanku yang semuanya cewek (tp saya salut dengan mereka,,meski bgitu tetap bersemangat pulang dengan kereta ekonomi,hhahaha),,tp meski mereka semua anak Fakultas Kehutanan yang  notabene udah biasa menghadapi hal2 yang berat, tapi mau gak mau aku harus bertanggungjawab jagain mereka karena cuma aku cowoknya,hehe..
Oke KRL ekonomi pun mulai bergerak menuju Stasiun Manggarai..
Sesampai di manggarai langsung sholat maghrib n langsung dijamak dengan isya,karena aku yakin gak akan bisa sholat isya di kereta,,lagian dalam safar kita umat Islam kan dapet Ruqsoh (kompensasi dari Allah):
Anas Radliyallaahu 'anhu berkata: Biasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bila berangkat dalam bepergian sebelum matahari tergelincir, beliau mengakhirkan sholat Dhuhur hingga waktu Ashar. Kemudian beliau turun dan menjamak kedua sholat itu. Bila matahari telah tergelincir sebelum beliau pergi, beliau sholat Dhuhur dahulu kemudian naik kendaraan. Muttafaq Alaihi. Dalam suatu hadits riwayat Hakim dalam kitab al-Arba'in dengan sanad shahih: Beliau sholat Dhuhur dan Ashar kemudian naik kendaraan. Dalam riwayat Abu Nu'aim dalam kitab Mustakhroj Muslim: Bila beliau dalam perjalanan dan matahari telah tergelincir, beliau sholat Dhuhur dan Ashar dengan jamak kemudian berangkat...
benar saja pukul 20.00 Argo Sengsara pun tiba,hehehe..dengan penumpang yang udah penuh sesak hingga kamar mandi pun terisi penuh oleh manusia,,seketika saat kami ber-5 masuk aku gak kebayang bakal bisa bertahan sampai di Solo,,bergerak aja nyaris gak bisa,, tiba2 ada seorang muda mungkin umurnya sekitar 2-3th di atas ku memanggil kami dari sambungan kereta..orangnya dekil, sangar, pake slayer menutupi mukanya lagi, persis preman deh pokoknya..
Tarik nafas dulu ya......
Aku sempat curiga dan berfikiran buruk pada orang tersebut karena penampilannya yang sperti itu, dan aku memperingatkan ke-3 temanku (karena yang satu udah berhasil mendapat tempat di selasar kereta) untuk tetap waspada..jadilah sambungan kereta ekonomi itu diisi oleh 5 orang (sebelumnya Cuma orang itu yang ada di sambungan kereta)..aku mencoba untuk ngobrol2 dengan orang tersebut,ternyata dia bekerja di jakarta dan hendak ber Iedul Adha di kampung halamannya di Cirebon,,saat ngobrol tercium aroma yang sangat aku kenal yaitu aroma ROKOK..”Tidak!!,,gawat ini,,gawat klo dia sampe ngrokok di sambungan kereta yang sangat sempit diisi 5 orang lagi,,bisa mati ini” seruku dalam hati..tiba2 salah satu temanku meminta bertukar tempat dengan ku karena ada yang merokok didekat pintu kereta “ki, tuker dong ada yang ngrokok aq gak kuat”,,aku makin bingung wah lebih gawat lagi kalau ia deket orang yang ngasih tempat ini truz orang itu ngerokok,,kasian temen aku..
Singkat cerita kereta terus melaju dan aku masih berdiri,sampai cikampek...
Tiba2 pemuda tersebut mengeluarkan bungkusan,,aku kira ia mau ngerokok,ternyata dugaan aku salah, dia ngeluarin permen,dan membaginya ke kita2...dan yang bikin aku terkejut ternyata ia bilang klo makan permen buat ganti rokok (mungkin dia tadi tau kalau ada teman aku yang gak kuat asap rokok),,Subhanallah bener2 bertolak belakang dengan mahasiswa yang gak punya malu ngerokok  didepan ibu yang sedang menyusui anak bayinya (baca note aku yg judulny “KATANYA INTELEK,,TAPI.....(Part 1)..
Setelah itu suasana pun menjadi lebih cair dan ternyata orang tersebut senang kita ajak bercanda,,dan tak terasa kereta pun tiba di Cirebon,,dan sebelum turun orang itu sempat berkata “hati2 barang2nya ya,,tetepa diawasin”...dan kereta pun terus bergerak menuju Solo dengan penumpang yang tetep berdesakkan..
Banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari long trip to Solo ini,,yaitu jangan pernah menilai seseorang dari kulit luarnya,,seorang yang berpenampilan urakkan ternyata hatinya lebih peka daripada mahasiswa yang berpakaian rapi tapi tak tau diri ngerokok di tempat umum,,dan hindarilah berburuk sangka pada seseorang sebelum kita ber-tabayun (mencari kebenaran):
Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Hindarilah oleh kamu sekalian berburuk sangka karena buruk sangka adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kamu sekalian saling memata-matai yang lain, janganlah saling mencari-cari aib yang lain, janganlah kamu saling bersaing (kemegahan dunia), janganlah kamu saling mendengki dan janganlah kamu saling membenci dan janganlah kamu saling bermusuhan tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. (HR. Muslim)

Dan jangan pernah kita menghina seseorang yang kelihatannya rendah atau berpenampilan yang kurang baik,,karena bisa saja dibalik itu semua tersimpan kebaikkan yang tidak pernah kita duga sebelumnya..Allah berfirman:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (Al-Hujuraat: 11)

Semoga pengalaman aku ini dapat memberi manfaat buat teman2,,jangan pernah menilai seseorang dari penampilannya,,tapi lihat apa kebaikan yang tersimpan di dalam hatinya..dan justru orang2 yang seperti ini ternyata memiliki kepekaan yang luar biasa terhadap orang2 disekitarnya..
Keep husnuzan everybody...
Sebuah catatan dari atas kereta Ekonomi Jakarta-Solo
Jazzakallah khoiron katsiron..Wassalamualaikum wr.wb..

Monday, 24 October 2011

E _ _ _ H,,Fill it with ART...!!

fill it with Art
mungkin judul itu mampu mewakili apa yang kurasa saat ini..
bumi yang semakin Panas..
iklim yang yang tak lagi jelas musimnya..
cuaca yang berubah-ubah tanpa bisa di prediksi..

miris memang melihat bumi kita makin lama makin rusak oleh tangan-tangan manusia yang terus menerus mengeruk sumberdaya yang ada, tanpa memperhatikan dampak yang terjadi dengan apa yang meraka lakukan..

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (kejalan yang benar)Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (Q.S. Ar Rum (30) : 41-42

Monday, 21 March 2011

Program "Penghijauan" Kota Bogor

assalamualaikukm wr wb..

Kota Bogor,,termasuk dalam Provonsi Jawa Barat,,sebelah selatan ibu kota kita tercinta Jakarta,,agak serong ke barat dikit..


"Kota Hujan" begitulah ketika SD dulu aku mengenalnya,,meski fakta itu sudah di rebut oleh kota Solo,hahaha..(bayangin aja,, ketika dulu Bogor di musim ujan bisa dari pagi sampai pagi lagi,,tapi sekarang itu malah terjadi di Solo <aneh>,hehehe).

kota yang terkenal dengan "Kebun Raya" dan "Istana Negara" nya..

tempat dimana (kata orang Belanda dulu) semua tanaman bisa tumbuh disini (lihat aja kebun raya dari tanaman merambat, hingga melata ada disana,,tapi sayang yang ngesot belum ada,hehe)..

dan yang jelas ada..


IPB (Institut Pertanian Bogor) dengan seabrek

Sunday, 13 March 2011

Long Trip to Batavia (1st story)

Lama rasanya aku tak berjalan2 dengan transportaasi yg paling hebat se Jabotabek,,gimana gak hebat berapa ratus orang yg terangkut setiap harinya dengan alat transportasi ini..
apalagi klo bukan KRL (Kereta Rakyat jeLata) sedikit maksa yee,hehehehe..;p

seperti biasa banyak kontras yang terlihat dan teringat sepanjang perjalanan,,
tak dapat ku rekam dengan mata kamera,, tapi selalau terkam dalam ingatan..

yang akan aku bandingkan adalah sebuah kontras yang terlihat antara ekonomi AC dan ekonomi biasa..
pagi itu aku berangkat dengan KRL ekonomi AC dengan tarif 5500 rupiah tujuan Bogor-Jakarta kota


kereta yang cukup nyaman dengan kursi empuk, dengan penumpung yang umumnya lebih intelek, bersih n rapi (dibanding dg penumpang ekonomi biasa) dan yang pasti ada AC nya (tapi klo sedang overload kipas angin jauh lebih berjasa kok,hehehe..:p)..
berarti enaknya diganti aja namanya  KRL Ekonomi KA (KA=Kipas Angin,hehehe)
dan yang lebih istimewa lagi ada Gerbong Khusus Perempuan..:))
--hal yang gak ada di kelas ekonomi biasa--

tapi justru di gerbong ekonomi AC ini (ato mungkin di KRL Express lebih parah) adalah banyak orang yg "gak tau malu"..

siapa orang yang gak tau malu itu???
a. orang gila
b. orang yg gak pernah mandi
c. orang2an sawah
d. orang aring
e. semua salah

*kirim jawaban anda dengan ketik REG <spasi> jawaban,,kirim ke 212,,bagi 100 pengirim pertama akan mendapatkan paket KRL gratis diatas gerbong,hehehehe..


oke kembali ke laptop,,eh maksudnya kembali ke gerbong,,
orang yang gak tau malu itu orang yang nggak kenal istilah "itsar"

"apaan sich itsar itu??",,
"itsar tuh bukannnya tahapan dalam siklus hidup serangga ya,,itsar1, itsar2, itsar3, itsar4, imago deehh...."
(jiaahh...gubraakkss...)
"maaf mas itu Instar bukan Itsar,,coba kamusnya dibuka lagi,hehehe"

oke2 dari pada bingung aku jelasin deh,,
 itsar itu adalah mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingan pribadi (klo gak salah ada di buku PPKn SD deh,hehehe),,
tp sebelum para pakar PPKn menuliskannya, ternyata Islam telah mengajarkan hal itu ribuan tahun yang lalu..:)) 

oke penjelasan itsar saya anggap cukup,,saatnya kembali lagi ke dalam gerbong,,

kenapa aku bilang banyak orang yg tak tau malu,,karena ada sebuah pemandangan miris yang aku lihat di dalam gerbong KRL ekonomi AC ini..
dan cerita pun dimulai. . . . . . 


@KRL EKONOMI AC
perjalanan dimulai dari stasiun Bogor..
saat itu aku duduk berdua dengan sahabatku sambil ngobrol ngalor-ngidul sambil mencoba menikmati perjalan,,tak lama kereta masuk stasiun Cilebut dan mulai banyak penumpang yang naik,,mulai dari tua, muda, cantik, cakep (jgn sebut jelek gak enak,hehehe), bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak..

kebetulan ada dua orang ibu yang naik,,seorang ibu dengan membawa dua orang anak,,anak yg besar kira-kira kelas 1SD,,dan yg kecil digendongnya,yah kira-kira balita lah..
dan seorang ibu muda menggendong anak yang masih balita..
seperti biasa secara reflek aku dan temanku mempersilahkan kedua ibu itu menempati tempat duduk kami.

dan kereta kembali melaju hingga stasiun Bojong Gede,,nah disinilah sebuah kejanggalan yang tak dinyana mulai nampak dalam pandangan (bahasa alay mode <on>,hahaha) 
ada kakek nenek yang naik ke dalam kereta dan berdiri di dekat aku,,dan tiba-tiba aku merasa sangat kesal..
bukan karena aku berdiri dengan nenek-nenek sedang teman aku berdiri dekat cewek cakep (padahal iya jg sih,hehe..:p),,

tapi yang bikin aku kesal itu dengan sikap orang yang sedang duduk didepanku,,dia seorang separuh baya,kira-kira usianya ditaksir 30tahunan,,tapi dengan santainya dia duduk dengan membaca majalah dan seolah-olah tidak melihat ada dua orang tua yang berdiri didekatnya..

tidak cuma itu,sebenarnya masih banyak orang-orang yang setidaknya masih kuat untuk berdiri,,tapi seolah acuh dengan keadaan..
padahal rata-rata mereka itu laki-laki yang masih kuat lah setidaknya untuk berdiri sampai 5-6 stasiun lagi,,tapi itu tidak mereka lakukan..
atau meraka pura-pura menutup mata,,karena takut kursi yang empuk seharga 5500 (atau 9000 untuk express) melayang begitu saja...SUNGGUH TIDAK TAHU MALU

konsep PPKn yang selama ini pasti sudah mereka hapal mati saat masih Sekolah Dasar tiba-tiba raib bak tergilas roda KRL yang terus berputar..

kisah ini masih terus berlanjut,,
hal yang sangat tidak aku duga terlihat didepan mataku,,
seorang ibu muda,dengan seorang anak balita yg digendongnya (yang menempati kursiku tadi) mempersilahkan nenek yang berdiri tadi untuk menempati kursinya.."Subhanallaah"..
sungguh akhlak yang benar-benar mulia,,sungguh wanita yang perkasa, baik hati, perhatian,dan peka dengan keadaan..benar-benar ibu yang sangat baik,,benar-benar istri idaman..^_^ (coba ibu itu belum punya suami,hehehe,,ngarep mode <on>)

 
hal menarik lain yang terlihat dalam gerbong ekonomi AC adalah sebuah kenyataan bahwa hukum itu bisa dibeli,,penasaran...???
lanjut baca Gaann...

selepas stasiun Universitas Indonesia ada sepasang muda-mudi yang naik,,mereka berdiri agak jauh sih dari tempat aku berdiri,,tapi masih cukup jelas buatku untuk melihat semua kejadian yang terjadi
(dont be a negative thinking)..hehehe

saat kondektur menghampiri mereka terlihat cukup lama berbicara,,mungkin ngobrol atau bgaimana (atau mungkin kondektur itu ayah si Cewek dan lagi marahin cowoknya,hehehehe...:p),,tapi ternyata semua dugaan itu salah,,tiba-tiba si Cowok mengeluarkan uang dari dompetnya dan menyerahkan ke kondektur kereta...

DUUAAARRR...  
aku baru tahu ternyata klo naik KRL tuh bisa bayar di atas kereta (kaya bus Trans Pakuan,hahahaha)

kurasa, itu memang lazim..tapi, apakah semudah itu birokrasi dalam jasa transportasi terbayar dengan uang.. peraturan yang gak konsisten!..



tapi mau bagamana lagi,,
itulah realita yang benar-benar terjadi didalam gerbong KRL ekonomi AC..



@KRL EKONOMI Biasa
setelah jalan2 dikota metropolitan seharian saatnya pulang..

kali ini tidak ada pilihan lain yang harus diambil kecuali naik kereta KRR ekonomi (biasa),,karena kalau harus menunggu yang AC bisa ngoyot di stasiun..

@stasiun Tebet
dari arah utara terlihat Sang Pangeran Rel berwarna merah melaju ke arah stasiun Tebet..
dari kejauhan terlihat kereta penuh sesak dengan penumpang sampai banyak yang duduk di atas atap (kira-kira gimana ya rasanya duduk diatas???,,pasti lebih dingin dari ekonomi AC,hahaha)

tapi ternyata itu diluar dugaan,,yang aku pikir kereta penuh sesek,,ternyata didalam gerbong masih cukup longgar (meski aku tetep berdiri) tapi setidaknya orang-orang yang ada di atas gerbong masih cukup untuk masuk ke dalam gerbong kereta..

kira2 apa yang mereka harapkan dengan duduk diatas gerbong???
a. menikmati angin sepoi-sepoi
b. menikmati sengatan listrik 20.000 volt
c. mencari sensasi
d. mencari MATI
e. semua jawaban salah

aku tetap gak habis pikir,,wong didalem kereta masih longgar,,kok yo pilih di atas atap,,haduuhh biyung.....


kereta pun terus melaju,, menggilas setiap sambungan rel,, dengan nada yang teratur...


terlihat para pemuda dan anak-anak yg terlihat kurang beruntung bergelantungan di daun pintu kereta,yang kini tak lagi dapat ditutup...
melambaikan rambut mereka yang tak pernah mengenal Salon Jhony Andrean atau Rudy Hadisuwarno (boro-boro salon,, pangkas rambut madura aja barang kali mereka tidak pernah)...

satu tangannya memegang atap lubang pintu sebagai penahan mereka..
dan semua berbaur menjadi satu kaya ikan cue..

dari mulai pedagang tahu asin, air mineral, tissue, chasing HP, lem, buku, jepitan & kunciran, dll ..
pegawai, anak sekolah, mahasiswa, nenek-nenek, anak-anak penyapu gerbong, bapak-bapak cacat, suami istri buta, anak-anak peminta sumbangan, remaja-remaja putri yang toomboy abisss (bak Mita the Virgin) dan yang paling penting adalah COPET dan semua sindikatnya berbaur nyaris tak bisa terurai...

kejadian yang bertolak belakang dengan yang ada di Ekonomi AC pun terjadi..
yang terlihat dalam gerbong yang bau, pengap, dan terkesan kumuh ini ini adalah orang-orang seolah berlomba-lomba memberikan bangkunya untuk nenek-nenek,,ibu-ibu dengan bayinya,,atau perempuan (klo yg satu ini biasanya ada maunya,hehehe)..

tapi setidaknya terlihat sangat kontras dengan apa yang ku lihat di dalam ekonomi AC

di ekonomi AC (atau express) banyak laki-laki ganteng tapi gak gentle...
sedang di ekonomi banyak laki-laki gelantungan kayak monyet tapi membiarkan nenek-nenek untuk duduk...

yah, setidaknya ada kebikan di kereta ekonomi...
meski COPET serta semua sindikat yang ada sulit untuk ditanggulangi..

dan kereta pun terus melaju ke Kota Hujan yang kini tak lagi hujan..
dan kisah hari itu pun berakhir di stasiun Bogor..
mski lelah dan penat menyergap,,tapi banyak pengalaman yang dilihat dan dapat digunakan sebagi renungan..
dan inilah realita kehidupan yang benar-benar terjadi di sekitar kita...

catatan kecil,,dari aku yang fakir,,semoga dapat bermafaat buat siapapun yang sempat membaca..^_^

Friday, 13 August 2010

Fakir Miskin dan Anak Terlantar Dipelihara Oleh Negara???

by Rizki Pradana on Sunday, August 9, 2009 at 9:34pm
repost dari FB


mungkin kalian semua akan bertanya2 kenapa di belakang pernyataan tersebut aku beri tanda tanya...
coba kita renungkan kalimat dalam satu ayat di UUD '45 yang tampak sangat "sepele" ini...

suatu saat dari atas gerbong KRL ekonomi yang melaju antara manggari tanah abang,,mataku seolah tak bisa lepas dari pemandangann miris yg terlihat di sisi kanan dan kiri rel kereta..
sebuah pemandangan yang sangat ironis terlihat disana..
diantara menjulangnya gedung pencakar langit dikawasan kuningan yang mewah,,banyak penduduk Indonesia yang hidup 2 meter dari rel kereta dengan bangunan rumah seadanya yang jauh dari kata layak...
Hidup menempel sekenannya di bantaran sungai ciliwung yang tentunya "selalu" meluap saat musim hujan tiba..
betapa lebih mengenaskan lagi mereka ada tinggal di bawah kolong dan pilar jembatatan layang yang diatasnya terbentang jalan protokol ibu kota,,kawasan Jalan Sudirman-Thamrin...

dimana NEGARA????
yang katanya menjamin kehidupan mereka....

pemandangan yang tak jauh berbeda terlihat sangat nyata di dalam gerbong ekonomi itu sendiri...
anak-anak usia sekolah tak lagi mengenakan seragamnya,,hanya pakaian lusuh dan kumal yang menempel ditubuhnya...
tak lagi terlihat anak-anak itu memegang pena dan buku pelajaran,,hanya sapu rusak yang menjadi senjata mereka meraih sampah dikolong2 kaki tiap penumpang kereta,dengan harapan mendapat sepeser uang pagi itu...
adapula seorang yang menggandeng anak yang lebih kecil,,mungkin adiknya,,berjalan dari gerbong ke gerbong menengadahkan tangan sambil meminta2 pada setiap penumpang..
sekelompok anak kecil juga tampak nongkrong di pintu kereta tanpa jelas apa yang mereka kerjakan...
jangankan untuk dapat bersekolah,,untuk makan hari itu saja mereka harus berjuang ditengah ramainya Jakarta..

dimana NEGARA?????
yang katanya akan memelihara mereka....

masih berkutat di sekitar KRL ekonomi...
peminta minta,orang yang meminta sumbungan yang kita tak pernah tau kemana uang sumbangan itu ia serahkan,hingga pengamen dari yang benar2 niat mengamen dengan peralatan musik yang serba lengkap,hingga pemutar kaset sederhana yang digantungkan pada tubuhnya, yang pasti ada sepanjang perjalanan,,tak akan bisa lewatkan fakta kehidupan tersebut...

lagi2 terbersit pertanyaan..
dimana NEGARA?????
yang katanya akan mengurus hal itu...

mungkin hal2 tersebut bukanlah 100% tugas pemerintah,andil dari masyarakat juga penting dalam mengatasi masalah yang berkaitan dengan kemiskinan ini,,tp bukankah telah berani menulis kalimat tersebut dalam UUD,,berarti telah siap akan semua konsekuensinya..

memang pemimpin saat ini tak bisa disamakan dengan khalifah Ali bin Abi thalib yang sangat ketakutan jikalau ada keledai yang terperosok pada jalan berlubang yang ada di wilyah beliau,,atau dengan khalifah Umar bin Khatab yang rela memanggul sendiri bahan makanan dari gudang negara untuk diserahkan pada keluarga miskin yang saat itu sangat kesulitan untuk mendapat makanan,,bahkan beliau sendiri yang memasakan untuk makanan tersebut untuk keluarga itu...

tapi bgamanapun itulah fakta yang terlihat sangat nyata dalam kehidupan di Indonesia...
semoga gambaran kecil itu dapat menjawab pertanyaan,mengapa seharusnya dibelakang kalimat yang tertera dalam UUD pasal 34 ayat 1 itu ditambahkan tanda tanya.....



sebuah catatan kecil dari mahsiswa fakultas pertanian IPB......

KATANYA INTELEK,,,TAPI....... (part2)

repost juga dari FB
by Rizki Pradana on Thursday, November 19, 2009 at 9:50am
Alhamdulillah,,saya masih diberi kesempatan oleh Allah untuk kembali berbagi cerita dan pengalaman,, dan melanjutkan cerita-cerita yang belum sempat saya sampaikan (curhat lagi nih ceritanya)..

Topiknya gak jauh-jauh sama cerita yang sebelumnya,,masih berhubungan antara mahasiswa dan rokok.. Untuk pengalaman saya kali ini, saya temui gak jauh-jauh dari tempat saya menimba ilmu,,sebuah fenomena yang saya temui yaitu di sekitar kampus saya (karena saya belum pernah study banding ke kampus lain).. sebelumnya apakah temen-temen pernah melihat teman anda merokok??? (sering bgt ya pastinya,,orang anak SD aja udah jadi ahli hisab <ngisep rokok maksudnya>),, tapi apa yang menarik klo mahasiswa merokok??
Kembali ke lap...top... eh maksudnya kembali ke judul,, siapa sih yang gak tau mahasiswa?? Segolongan orang yang katanya menduduki “strata atas” dalam susunan kehidupan manyarakat,, gak cuma di Indonesa, mungkin di negara lain juga begitu (spesial bgt ga siihh kita)..tapi apakah kita pernah memperhatikan kalau masih banyak teman-teman kita yang punya ilmu pengetahuan tapi belum mengamalkannya dalam kehidupan....

Oke ambil nafas dulu.......

Sekarang kita ambil contoh simple aja deh,,kita sebagai mahasiswa yang “intelek” tentunya udah tau banget, malah udah khatam mungkin masalah bahaya merokok, dari SD-SMP-SMA udah ampe bosen ndenger bahaya dari sebuah batang ini,,tentang bahan-bahan rokok yang isinya: zat-zat sperti Polinum-201(radioaktif), Aceton, nappthalen, arsenic, hingga yang udah familier Nikotin udah melekat di otak.. tapi yang bikin saya heran meski udah tau bahayanya tetep aja masih menekuni provesi sebagai “ahli hisab”. Yang lebih parah terkadang mereka merokok tidak meperhatikan tempat dimana mereka berada,, mau di tempat umum, atau bahkan yg so amazing “di kampus”,,karena saya sering melihat ada beberapa mahasiswa duduk-duduk di bangku yang disediakan kampus (sengaja di buat untuk fasilitas seperti tempat hotspot) justru di gunakan untuk ngbrol sambil ngerokok (ngobrolnya sih gak masalah,tapi ngerokoknya itu lho,,masak mahasiswa yang tau tentang ini-itu, masih ngerokok di kampus, klo orang jawa bilang “ora mathuk blas”..dan klo alasan merokok karena takut dibilang gak gaul,ato di bilang banci,,itu alasan klise yang gak perlu dibahas lagi saya rasa..saya masih inget betul waktu pertama kali diterima di kampus di ajak nyanyi dosen yang kurang lebih begini liriknya “Bebaskanlah kampus kita dari sampah dan Asap rokok”) tapi apa kenyataan yang saya temui,,masih banyak yang ngerokok di sekitar kampus (Astagfirullah)..

Tapi tau gak sih klo sebenernya ngerokok tu bikin kaya???? (bingung kan)..
Jangan bingung dulu,,Oke ayo kita share lagi,,orang ngrokok itu bisa kaya lho,,pertama “Kaya penyakit” mulai dari serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin (udah tertulis di bungkusnya kok), terus “Kaya dosa” karena sekali batang rokok dinyalakan dia telah melakukan beberapa perbuatan dosa,,antara lain menjatuhkan dirinya dalam kebinasaan, Allah berfirman:
“Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (Al-Baqarah:195)

Disamping itu, Rosul kita tercinta bersabada:
“Barang siapa menghirup racun hingga mati, maka racun itu akan berada di tangannya, lalu dihirupkan (kepadanya) selama-lamanya di neraka jahanam” (HR. Muslim)...nauzubilah amit-amit dah...

Selain diri sendiri juga jelas mengganggu dan merugikan orang lain (perokok pasif) bahkan perokok pasif berpeluang lebih besar mendapat penyakit akibat rokok di bandingkan dengan perokok aktif (untuk cari tau apa bahayanya bisa tanya sama “mbah Google”)..

Nah ini yang paling ironis,,dengan ngerokok kita udah menghianati amanah yang udah diberikan orang tua kita.. bagaimana tidak, kita tiap bulan atau mungkin ada yang tiap minggu mandapat kiriman uang saku dari orang tua kita yang pastinya mereka tidak menyuruh kita untuk membeli rokok kan??,Allah berfirman:
“janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Al-Anfaal:27)

selain itu dengan ngerokok berarti udah melakukan pemborosan, Allah berfirman:
“Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Al-Israa’:26-27)..
Ogah banget dah disama-samain ama syaitan...Nauzubillah.....

Wah klo sekarang kita main itung-itungan ternyata antara manfaat dan mudzaratnya rokok itu jauh lebih banyak mudzaratnya ya.. “okelah klo gitu gue gak ngerokok lagi di kampus” tapi di kosan, di angkot, di terminal ngerokok jalan terus (yah gubrak, itu mah sama saja alias pada bae atau sami mawon)..
Ayo donk kawan,,jangan bersembunyi dari apa yang di terikan hati kecil kalian,,saya yakin hati kecil kalian pasti berontak ketika api itu disulut di ujung mulut kalian,,ayo buktikan bahwa mahasiswa itu bener-bener seorang yang intelek, yang tau tentang ilmu pengetahuan dan yang paling penting mau mengamalkannya dalam kehidupan,,karena klo punya ilmu tanpa amalan itu ibarat pohon tak berbuah..
Apalagi kampus kita terkenal dengan nama besarnya sebagai “Green Kampus”..please jangan kotori nama itu dengan asap rokok,,karena saya merasa sangat miris ketika melihat saudara-saudaraku menyalakan rokok di kampus dan justru di bagi-bagi ke teman-teman yang lain (Astagfirullah),,bahkan seorang teman yang saya anggap oarangnya biasa-biasa aja (gak ada bayanagan klo dia “ahli hisab”) ternyata bareng-bareng ngerokok sama teman-teman yang lain..minimal cintai paru-paru kalian kawan,,kalian itu aset bangsa ini,,masa depan Indonesia ada di tangan kalian,,jangan rusak imej mahasiswa sebagai “intelektual muda” dengan sebuah batang bernikotin..

Semoga curahan hati saya ini dapat diambil hikmah dan bisa dijadikan sebagai bentuk renungan/introspeksi bagi diri saya pribadi dan buat para sehabat-sabatku sekalian,,dan dapat memberikan ghiroh kepada kita untuk berubah kearah yang lebih baik lagi..

Buat saudara-saudaraku sekontrakan,,thank’s so much guys u’re my inspiration,,keep istiqomah ya saudara-saudaraku..ayo kita bikin forum diskusi santai seperti waktu itu (kamis, 12 November ’09),,buat mas Abu: “gugah aku yen subuh angel tangi yo,hehe”..


Curahan hati seorang yang fakir untuk saudara tercinta...
Wallahu a’lam bish-showab


<silahkan di copy aja bagi yang mau copas,,dan jangan lupa sebarkan,,semoga manfaat>

KATANYA INTELEK,,,TAPI....... (part1)

repost dari note di FB
by Rizki Pradana on Tuesday, November 17, 2009 at 7:18am
Saya ingin bercerita pengalaman saya yang mungkin juga teman-teman semua sering menemuinya pula dalam kehidupan sehari-hari.

Sebenarnya peristiwa ini sudah saya alami beberapa waktu yang lalu, sewaktu saya masih sering bepergian dengan transportasi paling “istimewa” di kota Bogor, yaitu angkot...Suatu pagi ketika saya berada di dalam angkot, yang bisa dibilang masih sepi dan nggak begitu penuh dengan penumpang, saya melihat seorang ibu yang sedang duduk sambil menggendong anak bayinya di kursi bagian belakang dan bersandar pada kaca belakang angkot sambil memegangi botol susu untuk bayinya. Selama perjalan menuju terminal Baranang siang Bogor, saya masih merasa nyaman.. sampai di sutau tempat (saya lupa di daerah mana) angkot yang saya tumpangi distop oleh tiga orang pemuda yang kurang lebih satu atau dua tahun lebih tua dari saya (kurang lebih 20-21 tahun.red). Dua orang duduk disamping saya, dan pemuda yang satu lagi duduk dismping ibu yang menggendong anaknya tadi..

Iklan dulu ya.................

Beberapa saat kemudian saya melihat suatu kejadian yang membuat saya menghela nafas dalam-dalam.. karena dengan tenangnya pemuda yang duduk disamping ibu tadi menyalakan sebatang rokok..”Astagfirullah” saya gak habis pikir apa kira-kira yang ada didalam otak pemuda tersebut,,disampingnya duduk seorang ibu dengan anak bayinya, sedang ia dengan tenangnya menyalakan rokok tanpa merasa telah mengganggu kenyamanan orang lain..
Satu hal lagi yang menarik perhatian saya adalah, pemuda tersebut mengenakan jaket yang ada tulisannya Fakultas-X, Universitas-Y (cencored)..dan dia ngobrol dengan dua orang temannya yang duduk di depan saya mengenai event yang akan diadakan di kampus mereka..
Sebelum ia menyalakan rokoknya saya kurang memperhatikan tentang bahan obrolan mereka (gak penting juga nguping omongan orang, hehe), tapi saat ia mulai merokok saya jadi memperhatikan bahan obrolan mereka, hanya sekedar untuk memastikan bahwa mereka adalah seorang “Mahasiswa”.

Gambaran tentang mahasiswa yang dibilang “intelek” sesaat hilang dari benak saya (tapi bukan hilang ingatan lho)..bayangan tentang orang yang selama ini dikatakan sebagai tulang punggung masa depan bangsa (mahasiswa.red),,ternyata masalah etikanya masih harus dipertanyakan,,atau mungkin mereka sudah tidak lagi punya rasa malu,,
Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al-Anshari Al-Badri rodhiyallohu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Sesungguhnya sebagian ajaran yang masih dikenal umat manusia dari perkataan para nabi terdahulu adalah: ‘Bila kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu.” (HR Bukhari)..
bagamana tidak, ada seorang ibu yang duduk dengan seorang bayi, sedangkan dia dengan tenangnya menyalakan rokok (malu-malu’in banget gak sih)..oke lah mungkin kalau merokok itu mereka anggap seperti ini “klo gue ngerokok, gue ini yang rugi”, dengan melupakan “perokok pasif” yang lebih parah dampaknya.. dan menurut saya mindset seperti itu adalah mindset yang salah..

Angkot pun terus berjalan...................

Karena saya semakin risih dengan pemandangan itu, saya pun memberanikan diri untuk menegur pemuda tersebut,, “Maaf mas, tolong jangan merokok ada bayi di sebelah mas..” saya coba dengan nada sehalus mungkin agar tidak menyinggung,,karena Allah berfirman:
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.” (QS, Ali Imron 159)
Tapi jawaban yang saya dapat jau lebih membuat jantung saya hamper copot (lebay mode <on>),, inilah jawaban yang saya dengar: “Iya mas, sebentar lagi saya juga turun di stasiun” tanpa mematikan rokoknya (Astagfirullah..).. dan memang benar mereka bertiga turun di stasiun Bogor, dan angkotpun melanjutkan perjalananan menuju terminal bis Baranangsiang..

Saat angkot melintas di lapangan Sempur (deket KRB) ibu tersebut memberikan isyarat pada sopir untuk berhenti,,dan sebelum turun ibu tersebut mengucapkan terima kasih kepada saya, lalu saya pun melanjutkan perjalanan sampai terminal Bogor..
Mungkin pengalaman yang saya alami ini sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari,,orang-orang yang katanya intelek, tahu ilmu pengetahuan ini-itu, punya banyak pengalaman dalam kehidupan (kehidupan kampus khususnya, yang penuh dengan para pemikir), ternyata etikanya masih kayak anak SD (semoga kita tidak termasuk di dalamnya..Amien)..atau mungkin mereka mesih belum menggunakan ilmu pengetahuan yang mereka punya, padahal Allah Ta’ala berfirman:
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (al-Mujaadilah:11)..

Sebenarnya masih banyak pengalaman yang ingin saya share,,tapi untuk pengalaman yang lain mungkin bisa dilanjutkan di lain kesempatan, tapi tetap dalam saluran yang sama, maka jangan pindahakan saluran FB anda, hehe,,
Semoga yang saya tulis ini dapat dijadikan pelajaran dan instrokpeksi diri buat saya sendiri khususnya dan buat temen-temen semua juga,, agar kita dapat menjadi seorang individu yang baik dimata manusia dan dihadapan Allah tentunya..

Pandangan dari seorang penumpang angkot tentang realita kehidupan (RP)
Jazzakallah khoiron katsiron

<silahkan di copy aja bagi yang mau copas,,dan jangan lupa sebarkan,,semoga manfaat>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM