Showing posts with label mahabbah. Show all posts
Showing posts with label mahabbah. Show all posts

Thursday, 17 October 2013

Mencintai Laksana EIdelweis


Jutaan gemintang sesaat mulai kembali ke pelukan alam..
Mentari pagi pun perlahan mulai datang menggantikan malam..
Kuarangkai butiran kata cinta ini untukmu sayang..
Tepat di antara rimbunnya hamparan Anaphalis javanica 
di pelukan kabut Alun-alun Suryakencana. 

Ku ingin kau tahu sayang, 
Bahwa cintaku. Laksana bunga edelweis
Sang bunga abadi, tumbuh di puncak-puncak gunung yang sulit terdaki. 
Begitupun cinta kita yang penuh perjuangan dan pengorbanan demi merengkuh bahagia bersama.

Saturday, 4 May 2013

"Bila Aku Jatuh Cinta"


Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatanku untuk mencintaimu

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu,

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-MU,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika kau halalkan aku merindui kekasih-mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehinggah melupakan aku
pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwa-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini
Dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.

Lapangkanlah dada-dada
kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan
bertawakal di jalan-Mu

( Syed Qutb )

Friday, 18 January 2013

Bila Aku Mencintai Seorang Pecinta Alam

Cinta, memang sebuah hal yang bisa menjadikan yang terkena dampaknya akan merasakan kesejukan. bahkan ada sebuah kiasan, bila cinta melanda, dunia seolah hanya milik berdua. Itu apabila cinta yang melanda adalah sebuah cinta terhadap seseorang yang diharapkan menjadi kekasih hati antara lelaki dan perempuan maupun sebaliknya.


Tetapi bila aku mencintai seorang pecinta alam? Apa yang akan aku rasakan kini dan nanti? Semoga hal berikut ini bisa Anda mengerti dan pandai mengatur ritme sebagai seorang pecinta dan yang mencintai.

” Bila yang kau cintai adalah seorang pecinta alam, persiapkan hatimu untuk mencemburui gunung, hutan, tebing, jurang, burung - burung, Edelweiss, nyanyian dedaunan, dan masih banyak lagi yang butuh kau cemburui.”

Wednesday, 26 September 2012

Saat Aku Sedang Labil

Assalmulaikum..
saat "Labil" menyerang
kayaknya judul diatas memeng tepat buat menggambarkan kondisiku saat ini..
gak tau kenapa dari kemeren aku ngerasa Labil banget,,mau tau labil dari segi apa??
mungkin dari segi tiga, segi empat, atau jajar genjang (jiah mulai ngelantur)

udah..udah,,balik lagi ke topik..("woii Topik lu di cariin tuh")
jadi gini ceritanya.....

dari kemeren tuh aku lagi pengen banget ganti template blog,,eh baru bertahan 2 hari ternyata udah banyak masukan ini itu (baik masukan yg membangun,maupun yang menggusur),,nah jadilah hari ini template berubah lagi..

kalau dari kemaren komen-komen yang mengkritik kebanyakan bilang tampilannya bikin sakit mata karena bata-bata di backgroundnya kaya rumah tua tempat uji nyali,,sama kelihatan rame gara-gara coretan graffiti gak jelas,,dan ada juga adek kelas aku yang bilang itu "bukan aku banget"..

Tuesday, 11 September 2012

Dan Hujan pun Turun Lagi

assalamaualiakum...

Hujan
Kuhirup udara pagi,  Bersama indah mentari
Kulalui hari ini,  Dengan hati berseri
Akankah tercipta damai,  Di dalam dunia ini
Akankah terjalin rasa, Saling peduli

Ooo... damainya hatiku
Kala mentari bersinar lagi
Ooo... damainya hati ini
Kala mentari bersinar lagi

Wo.. damai hati ini
Kutuangkan dalam sebuah lagu
Woo.. mentari berlalu
Kubawa semua ke dalam mimpi

"Damai" by: Wayang (1997)

Saturday, 12 November 2011

Dan Rumput pun Menghijau Kembali

"Rumput tetangga selalu lebih hijau" 


pasti teman-temin, saudara-saudari, masbro-mbaksist sekalian dah gak asing dengan ungkapan itu,,
ungkapan yang menunjukkan salah satu sifat alami manusia yang terkadang sering lupa untuk bersyukur atas nikmat dari Sang Pemberi Cinta..

katika kita selalu melihat keatas dan memandang lingkungan sekeliling kita hanya dari kulit luar saja,,sering kita beranggapan bahawa kondisi mereka jauh lebih indah, lebih baik, lebih nyaman dari kondisi diri kita..
padahal belum tentu juga loh..itu hanya turutan hawa nafsu manusia yang sering kurang bersyukur pada nikmat yang telah diberikan Allah pada diri kita..

persahabatan, cinta, kasih, sayang, semua itu anugrah dan rejeki yang tak ternilai yang selalu diberikan Allah kepada setiap makhluknya..dan Allah itu Maha Adil,,Allah telah membagikan nikmat-nikmatNya secara adil dan rata kepada setiap hambanya tanpa keculai,,ataukah dia beriman, kafir, sholeh, brengsek, alim, bejat tak ada yang luput dari nikmatNya karena hal itulah tak salah jika Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang..

Friday, 23 September 2011

Penantianku tuk menjemput bidadari

Penantian adalah satu ujian,
tetapkanlah ku selalu dalam harapan,
karena keimanan tak hanya diucapkan,
adalah ketabahan menghadapi cobaan,

       sabarkanlah ku menanti pasangan hati,
       tulus kan kusambut sepenuh jiwa ini,
       di dalam asa diri menjemput berkahMu,
       tibalah ijinMu atas harapan ini,

Wednesday, 30 March 2011

My brother my inspiration (2nd story)

Sebelum masuk ke inti cerita simak dulu lirik lagu dari “seismic” yang judulnya

“ketika dua hati menyatu”
Saat dua hati berjanji,
tuk arungi hidup di jalan Nya
Allah kan berkahi mereka
kala dalam doa kala dalam asa

Menjadialah mentari bening pagi
terangi bumi terangi hati
Menjadilah keheningan malam
kala berjuta insan larut dalam doa

Selamat datang kawan di duniamu yang baru
ku doakan semoga bahagia

                When two people get marry
                To take the life together on the way
                Allah shall give them one more bless
                When life in love and try,when life in love and pray

Just be a sun shine in the morning day
Give it shine to the world let everyone to see
Just be a quiteness in the night
When many people cry,when many people pray

                Welcome to the new world my friends, you both have to face all in love
                All I could do just pray, and I do I pray

Buat aku lagu di atas sangat pas dinyanyikan ketika ada sahabat atau saudara kita bersiap untuk mengarungi kehidupan yang baru bersama seorang belahan jiwa yang dipilihnya untuk memenuhi separuh agamanya,,atau bahasa sipelnya “menikah”..

Saturday, 12 March 2011

Calon Istri Idaman

Jujur saya menulis ini terinspirasi dari posting mengenai proposal nikah..
oke,,siapa sih yang gak mau menyegerakan untuk memenuhi separuh agama Allah dengan menikah..
ketika hati sudah siap,,hidup sudah mapan,,proposal sudah disusun secara matang,,eee...tapi malah masih bingung milih2 calon istri,,kan malah gawat,jadinya gak nikah2 deh...

mungkin disini saya ingin menyampaikan beberapa kriteria untuk memelih calon istri yang sesui dengan pandangan Islam,,semoga bermanfaat dan memberi sedikit pandangan tentang kriteria calon istri yang tepat..(khususnya buat yang udah mampu n siap buat nikah,hehe)

Sebagian orang, mendefinisikan wanita idaman mungkin sebagai wanita yang cerdas, cantik, seksi, aduhai, dan sedap dipandang mata. Selain itu mungkin juga da yang menambahkandengan kaya, sampai ada orang yang beranggapan bahwa “yang penting, cantik, pintar, cerdas, kaya, tidak cacat, mencintai dengan sepenuh hati, dll”.

Setiap orang mempunyai kriteria masing² dalam mendefinisikan wanita idamannya, sedangkan ALLAH dan RasulNYA telah mensifati seorang wanita idaman adalah seorang wanita yang sholehah. Bagaimana mengetahui wanita itu sholehah atau tidak ?

Mari kita lihat petunjuk yang diberikan Rasulullah


1. Taat Beragama

Rasulullah SAW bersabda :

“Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.”

(H.R. Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas menunjukkan kriteria umum yang biasanya menjadi bahan pertimbangan seorang laki² dalam memilih seorang wanita, dan Rasulullah memerintahkan kita untuk memilih karena agamanya, maksudnya adalah wanita yang ta’at dengan agamanya, wanita yang taslim dengan aturan² dan hukum² dalam ISLAM. Dan dikabarkan bila kita memilih wanita tersebut karena agamanya, niscaya kita akan beruntung, karena akan menenangkan jiwa. Kemudian dengan seorang wanita yang paham akan agamanya, dan gerak geriknya selalu sesuai dengan agama, hal ini sudah meliputi segala kebaikan yang ada padanya, termasuk aqidahnya akhlaknya yang islami, dan keta’atannya.

2. Perawan
Rasulullah pernah bersabda kepada sahabat beliau, Jabir Radhiallohuanhu sepulang dari perang Dzatur Riqa’

“Wahai Jabir, apakah nanti kamu akan kawin?” Saya menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Sabdanya: “Dengan janda atau perawan?” Saya menjawab: “Janda.” Sabdanya: “Mengapa bukan perawan, supaya kamu dapat bergurau dengannya dan ia pun dapat bergurau denganmu?” Saya menjawab: “Sesungguhnya bapakku telah wafat saat perang Uhud, sedangkan beliau meninggalkan tujuh anak perempuan kepada kami. Oleh karena itu, aku menikah dengan seorang janda perempuan yang ‘mumpuni’, ia dapat mengasuh mereka dan melakukan kewajiban terhadap mereka.” Sabdanya: ” Engkau benar, insya Allah.”

(H.R. Bukhari dan Muslim)

Hadits diatas mendorong kepada kita untuk memilih wanita yang masih perawan, yaitu perempuan yang belum pernah bersetubuh atau belum pernah menikah.
Meski diutamakan untuk memilih perawan, tetapi bukan berari memilih janda bukan keutamaan, hal ini terlihat dari hadits diatas, kenapa sahabat Jabir memilih seorang Janda. (Allohu’alam)


3. Berakhlak Baik

Mendapatkan seorang wanita yang berakhlak baik sesuai dengan apa yang dituntunkan dalam Al Qur’an wa Sunnah, merupakan kenikmatan dan rizki yang sangat besar. Diantara beberapa sifat dan akhlak baik adalah penyabar, amanah, tidak materialis dan selalu ridho, senang menyambung ikatan kerabat, pandai menyimpan rahasia, ridho terhadap ujian dan nikmat dari ALLAH, tidak bersolek ketika keluar rumah, besar kasih sayangnya kepada anak kecil, perangai dan kata-katanya menyenangkan, besar cintanya dan hemat.


4. Memikat Hati

ISLAM tidak melarang kita untuk memilih seorang wanita yang cantik, dan memikat hati. Tetapi tetap yang kita utamakan adalah agama dan akhlaknya, karena hal tersebut lebih utama dan lebih menenangkan jiwa.

ALLAH berfirman dalam penggalan surat An Nisaa ayat 3 :

“Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, …”

5. Kufu’ dalam beragama

Yang dimaksud se kufu’ dalam beragama adalah, setara atau sepadan. Dalampengertian yang lain sekufu’ adalah kedudukan setara antara calon suami dan calon istri. Dalam hal ini yang dianjurkan sekufu’ adalah dalam amsalah agama. Kenapa ? Karena agama merupakan bekal utama yang melandasai kemampuan dan tanggung jawab seorang perempuan untuk menjadi istri yang shalihah.

Islam mengajurkan memilih yang sekufu dalam beragama tujuannya agar tercipta keluarga sakinah mawaddah dan warahmah. Bila antara suami istri terdapat perbedaan-perbedaan mencolok dalam bidang akhlaq dan ibadah, apalagi istri jauh lebih rendah daripada suami, hal ini semacam ini akan menghambat upaya menciptakan rumah tangga yang dipenuhi kemesraan, kebahagiaan, dan penuh tanggung jawab kepada Allah. Demikianlah, karena istri yang tidak kufu’ memiliki pandangan yang berbeda dalam menilai baik buruk suatu masalah sehingga dalam rumah tangga muncul dua norma yang bisa berbeda. Hal ini sangat berbahaya bagi pembinaan akhlaq suami istri dan anak-anaknya. Bukanlah tujuan setiap orang membina rumah tangga adalah untuk memperoleh kebahagiaan sebesar-besarnya di dunia dan keselamatan di akhirat kelak? Kalau tujuan semacam ini tidak dapat diwujudkan, yang akan terjadi adalah perselisihan yang menyebabkan perderitaan.


6. Subur

ISLAM mengajurkan untuk memilih wanita yang subur, hal ini sesuai dengan anjuran dari Rasulullah dalam haditsnya

“Kawinlah dengan perempuan pecinta lagi bisa punya anak banyak (subur) agar aku dapat membanggakan jumlahmu yang banyak di hadapan para nabi pada hari kiamat nanti.”

(H.R. Abu Dawud dan Nasa’i)

Tujuan utama menikah adalah untuk mendapatkan keturunan, maka dari itu kita dianjurkan untuk memilih wanita yang subur. Jika kita mendapati bahwa wanita yang kita pilih ternyata tidak subur, maka bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa serta berharap hanya kepada ALLAH semata. Lakukanlah usaha yang syar’i, jangan ke dukun, atau kyai yang memberikan petunjuk² tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah.


7. Mudah Dilamar

Saat ini banyak para wanita yang terkadang bila ingin dinikahi akan meminta mahar yang sangat besar sehingga akan memberatkan calon suami yang akan menikahinya. Padahal hal ini bertentangan dengan petunjuk dari Rasulullah.

“Sesungguhnya wanita yang membawa berkah yaitu bila ia mudah dilamar, murah maskawinnya, subur peranakannya.”

(H.R.Ibnu Hibban, Hakim, dan lain-lain, dari ‘Aisyah)

Hadits diatas menjelaskan bahwa wanita yang membawa berkah adalah seorang wanita yang mudah dilamar dan murah mas kawinnya dan subur peranakannya.

Mudah dilamar maksudnya adalah, menerima lamaran seorang laki² muslim yang ta’at beribadah, dan baik akhlaknya tanpa melihat status kekayaan, sosial, ketampanan dan pekerjaan.

Meski begitu bagi laki² yang ingin melamar hendaknya juga telah mempunyai pekerjaan (usaha atau nafkah bagi istri) dan mempersiapkan tempat tinggal sebelum meminang seorang wanita yang dipilihnya. Hal ini adalah lebih baik dan menenangkan hati bagi wanita yang akan dinikahinya. Jika belum maka janganlah berhenti berusaha dan tetap berharap serta berdoa kepada ALLAH semoga ALLAH membukakan pintu rizki selebar-lebarnya dengan menikah.

Demikian tulisan diatas semoga bermanfaat bagi saudara2ku yang sudah siap buat memenuhi separuh agamanya tapi masih bingung milih2 calon istri,,semoga dapat menjadi refrensi dalam memilih calon pendamping hidup yang tepat..

Meski begitu kita mengetahui bahwa tidak ada yang sempurna, baik pria maupun wanita, tetapi setidaknya kita ada petunjuk dalam mengusahakan diri kita untuk menjadi lebih baik dihadapan ALLAH. Semoga dimudahkan. Amin ..

Allohu’alam bishowab.

Proposal Nikah

Latar Belakang
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya cintai dan sayangi, semoga Allah selalu memberkahi langkah-langkah kita dan tidak putus-putus memberikan nikmatNya kepada kita. Amin
Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati..sebagai hamba Allah, saya telah diberi berbagai nikmat. Maha Benar Allah yang telah berfirman : “Kami akan perlihatkan tanda-tanda kebesaran kami di ufuk-ufuk dan dalam diri mereka, sehingga mereka dapat mengetahui dengan jelas bahwa Allah itu benar dan Maha Melihat segala sesuatu”.
Nikmat tersebut diantaranya ialah fitrah kebutuhan biologis, saling membutuhkan terhadap lawan jenis.. yaitu: Menikah ! Fitrah pemberian Allah yang telah lekat pada kehidupan manusia, dan jika manusia melanggar fitrah pemberian Allah, hanyalah kehancuran yang didapatkannya..Na’udzubillah ! Dan Allah telah berfirman : “Janganlah kalian mendekati zina, karena zina adalah perbuatan yang buruk lagi kotor” (Qs. Al Israa’ : 32).
Ibunda dan Ayahanda tercinta..melihat pergaulan anak muda dewasa itu sungguh amat memprihatinkan, mereka seolah tanpa sadar melakukan perbuatan-perbuatan maksiat kepada Allah. Seolah-olah, dikepala mereka yang ada hanya pikiran-pikiran yang mengarah kepada kebahagiaan semu dan sesaat. Belum lagi kalau ditanyakan kepada mereka tentang menikah. “Saya nggak sempat mikirin kawin, sibuk kerja, lagipula saya masih ngumpulin barang dulu,” ataupun Kerja belum mapan , belum cukup siap untuk berumah tangga??, begitu kata mereka, padahal kurang apa sih mereka. Mudah-mudahan saya bisa bertahan dan bersabar agar tak berbuat maksiat. Wallahu a’lam.
Ibunda dan Ayahanda tersayang..bercerita tentang pergaulan anak muda yang cenderung bebas pada umumnya, rasanya tidak cukup tinta ini untuk saya torehkan. Setiap saya menulis peristiwa anak muda di? majalah Islam, pada saat yang sama terjadi pula peristiwa baru yang menuntut perhatian kita..Astaghfirullah.. Ibunda dan Ayahanda..inilah antara lain yang melatar belakangi saya ingin menyegerakan menikah.

Dasar Pemikiran
Dari Al Qur??an dan Al Hadits :
”Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).
“Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).
Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui?? (Qs. Yaa Siin (36) : 36).
Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari jenis kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik (Qs. An Nahl (16) : 72).
Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (Qs. Ar. Ruum (30) : 21).
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).
Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali. (Qs. An Nisaa (4) : 1).
Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).
..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja..(Qs. An Nisaa’ (4) : 3).
Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat kesesatan yang nyata. (Qs. Al Ahzaab (33) : 36).
Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”(HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.).
Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah (HR. Tirmidzi).
Dari Aisyah, “Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya mereka akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu?? (HR. Hakim dan Abu Dawud). 14.?Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya akan timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).
Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya ialah wanita shalihat.(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).
“Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah? (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Hakim) : a.?Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah. b.?Budak yang menebus dirinya dari tuannya. c.?Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram.”
“Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud).
Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak. Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak (HR. Abu Dawud).
Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat yang lain (HR. Abdurrazak dan Baihaqi).
Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah” (HR. Bukhari).
Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang (HR. Abu Ya??la dan Thabrani).
Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan terhormat. (HR. Ibnu Majah,dhaif).
Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki, dan menambah keluhuran mereka (Al Hadits).

Tujuan Pernikahan
Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.
Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.
Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.
Mendapatkan cinta dan kasih sayang.
Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).
Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).
Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan kekeluargaan)

Kesiapan Pribadi
Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah. Rasulullah SAW. bersabda : ??Man Jadda Wa Jadda?? (Siapa yang bersungguh-sungguh pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).
Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).
Termasuk? tathhir (mensucikan diri).
Secara materi, Insya Allah siap. ??Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya??? (Qs. At Thalaq (65) : 7)

Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan
Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.
Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.
Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan dan kasih sayang bagi orang yang menikah.
Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.
Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan.” (HR. Ahmad) dan “Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari besi lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya” (HR. Thabrani dan Baihaqi).. Astaghfirullahaladzim.. Na’udzubillahi min dzalik
Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai berikut ini :
Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir, DR, SE, SH, ST, dsb
Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu’an sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari? manusia (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)
Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.
Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru dengan menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat menyelesaikan kuliah.

Memperbaiki Niat :

Innamal a’malu binniyat……. Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan.

Niat Ketika Memilih Pendamping
Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya.”(HR. Thabrani).
“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama”. (HR. Ibnu Majah).
Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) (Al Hadits).
Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ??Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama.” (HR. Muslim dan Tirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’. “Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”(Qs. An Nisaa (4) : 4).
Rasulullah SAW bersabda : “Wanita yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, “Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad). Nabi SAW pernah berjanji : “Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi wali pernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : ” Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya” (Ditakhrij dari An Nasa’i)..Subhanallah..
Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. “Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yang dimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan caranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannya dalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidak disandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a : Barokallahu laka wa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan (”Dan janganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama” – Qs. Al Ahzab (33),

Meraih Pernikahan Ruhani
Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.
Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS? PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)


Penutup
“Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” (Qs. Al Maidaah (5) : 87).
Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94) : 5- 6 ).

Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai atas nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan “Jazakumullah Khairan katsiira”. “Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau segerakan..



====================================
Dedicated to : My inspiration …. yang tengah singgah dan menghuni “hati” …
Saat langkah antara kita beriiringan dan saling mengerti tujuan cinta yang hakiki, mulailah menapak dengan lurus di bumi-Nya..Lalu, kita coba atur gelombang asa,, saling menjaga hati hingga "saat itu" tiba..
penantian adalah satu ujian,,maka tetapkanlahku slalu dalam harapan..
sabarkanlahku menanti pasangan hati,,tulus kan ku sambut sepenuh jiwa ini..
Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu.. Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. ” Saat Cinta dan Rindu? tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah..”


====================================
Maraji / Referensi :
Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.
Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.
Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma’arif.
Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta, Mitra Pustaka.
Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta, Gema Insani Press.
Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet. 1, Jakarta, Studia Press.
Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan, 1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.
Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta, Gema Insani Press
Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta, Gema Insani Press.
Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th. 2 31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.

Tuesday, 28 September 2010

Rembulan di Langit Hatiku


“.....Berkenankah engkau menjadi rembulan di langit hatiku?, hati yang merindukan lembut cahayanya?”
“.....Berkenankah engkau menjadi Aisyah-ku? Seperti kehadiran Aisyah r.a. dalam kehidupan Nabi SAW?, berkenankah engkau menjadi istriku?”
Bidadari itu terdiam mendengar apa yang kukatakan. Ia tak berucap meski hanya sepatah kata, pandangannya menerawang angkasa. Sejenak kemudian ia menatapku, lalu ia alihkan pandangannya ke pepohonan yang tumbuh di sekeliling kami.
Air mata .... mengalir lembut .... lembut sekali .... di pipinya ...
------- --------- --------- --------- --------- -------- -------- ------- --------- --------- ------- ------ ------ ------ ----- ----
Pagi ini dua kali sudah aku baca sepenggal percakapan itu,,dan dau kali pula hatiku tersentuh dengan kalimat “.....Berkenankah engkau menjadi Aisyah-ku? Seperti kehadiran Aisyah r.a. dalam kehidupan Nabi SAW?, berkenankah engkau menjadi istriku?”,,senantiasa terbayang dalam benakku kapan ya kira-kira pertanyaan itu akan aku ajukan untuk seorang wanita shalihah yang akan menghiasi hariku dan melengkapi separuh agamaku??,,mungkin untuk hal yang satu ini masih perlu interval waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan segala sesuatunya..dan sebelum mencapai saat itu,harus aku lalui terlebih dahulu apa yang ada saat ini,harus aku jalani apa yang seharuasnya dijalani..tapi siapa ya kira-kira seorang wanita yang beruntung itu??,, aku pun tak pernah tau,,dalam hal ini hanya dua kemungkinan yang ada..: pertama: Aku memang belum bertemu dengan seseorang itu. Atau kedua: Aku sudah bertemu dengannya tetapi antara kami belum saling menyadari..(aku berharap kemungkinan yang kedua aja deh,<semoga kita berjodoh ya>hehehe..;p)..atau semoga setelah ini kami saling menyadari..
“Rembulan di Langit Hatiku” benar-benar menginspirasiku untuk segera menemukan seorang “belahan jiwa” yang akan mendampingi setiap langkah-langkahku menapaki setiap jengkal nafas kehidupan dari Nya dan melengkapi separuh agamaku..
Barangsiapa menikah (beristeri) maka dia telah melindungi (menguasai) separo agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separonya lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi)
Dan dari sepenggal paragraf itu pula, yang gak kalah bikin relung kalbuku mengharu biru dan sesaat berteriak “So Sweet” adalah kalimat “.....Berkenankah engkau menjadi rembulan di langit hatiku?, hati yang merindukan lembut cahayanya?”,,terbersit sebuah realita tentang tokoh idolaku sepanjang masa, Rosulullah SAW,,bahwa tak ada seorangpun yang memungkiri bahwa beliau adalah “orang paling romantis sedunia”,,saking romantisnya bahkan beliau memanggil istrinya Aisyah dengan panggilan “yaa khumaira” (yang “pipinya” kemerah-merahan,,atau aku lebih senang mengibaratkannya sebagai “gadis merah jambu”,lebih so sweet aja,hehehe [^_^])..disinilah hatiku kembali bertanya-tanya kira-kira panggilan seperti apa yang indah untuk pujaan hatiku ya??(lihat saja nanti,hehe)..
Dan sepertinya “Rembulan di Langit Hatiku” akan menjadi sebuah panggilan terindah penuh makna untuk pujaan hatiku ini,,suatu hari nanti kan kutanya dia,, bekenankah dia menjadi “Rembulan di Langit Hatiku” yang akan mengiringku melintasi orbit kehidupan,dimana kita akan slalu berjalan beriringan seperti rembulan dan bumi yang senantiasa bersama-sama menjalani satu periode revousi..^_^..hari ini pun dia kembali hadir memberi ghiroh pada diriku serta menginspirasi setiap langkahku untuk terus memperbaiki dirimenjadi insan yang lebih baik,,dan yang ingin kulakukan pada saat ini hanya mencoba untuk tetap menjaga cintaku pada dia tidak melebihi cintaku pada Nya..
Inilah sepenggal syair yang tak bosan ku baca dan ku dengar “Rembulan di Langit Hatiku”,,dan semoga dia pun membacanya..
rembulan di langit hatiku, menyalalah engkau selalu
temani kemana mesti ku pergi, mencari tempat kita tuju
kan kujaga nyalamu selalu, pelita perjalananku
kan kujaga nyalamu selalu, rembulan di langit hatiku
    rembulan di langit hatiku, teguhlah engkau pandu aku
    ingatkanlahku bila tersalah, menempuh tempat kita tuju
    doakanlahku di shalat malammu, pelita perjalananku
    doakanlahku di shalat malammu, rembulan di langit hatiku


--syiar dalam novel “Rembulan di Langit Hatiku” ini terinspirasi oleh panggilan Rasulullah Saw terhadap Aisyah r.a. istri beliau, yaitu "ya Khumaira" sebuah panggilan yang sangat romantis menurut aku apalagi mengingat bahwa Aisyah adalah istri Rosulullah yang boleh di bilang paling manja..^_^ (duh jadi pengen deh punya belahan hati yang manja seperi Aisyah mupeng mode <on>,hehehe)..sesaat pengen memiliki belahan hati yang seperti itu, tapi disisi lain hati kecil bertanya “kamu ingin belahan jiwa seperti Aisyah??,,apakah kamu udah bisa seperti Muahammad SAW??” (wah pertanyaan yang berat nih,hehehe..tapi boleh kan seorang manusia berharap??..;p)
duhai engkau yang tengah mencari hakikat diri, ... menggenapi hari
mengurai makna dibalik semua yang tercipta, ... yang menggetar jiwa
     duhai engkau wanita suci, sederhana menyapa semesta
     adakah engkau-ia yang disampaikan, (oleh) Rosul tercinta tentang yang terindah di dunia
engkau tegar menyongsong masa, menjaga diri - menata hati
engkau teguh menjemput asa, tak hendak terlupa walau sekejap saja
     duhai permata terindah di dunia, adakah engkau berkenan hati
     atas asa suci dari relung jiwa, tuk temani diri menggapai Illahi


--- syair ini terinspirasi dari hal yang disampaikan oleh Rosulullah Saw, bahwa perhiasan yang terindah adalah "wanita shalelah" --- dalam sebuah hadist Rosulullah bersabda:
Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah benda (perhiasan) dan sebaik-baik benda (perhiasan) adalah wanita (isteri) yang sholehah. (HR. Muslim)
------ ------ ------- ----- ------ ----- ------- ---------- ------- -------- ------- ----- ------- ------- -------- -------- --------
Pagi ini novel “Rembulan di Langit Hatiku” untuk kedua kalinya kembali menggetarkan relung kalbuku meberiku inspirasi tentang makna pencarian sebuah cinta sejati,,cinta yang terukir karena kecintaan kepada Sang Pemilik Alam Semesta,,cinta yang dipertemukan karena kesabaran,,cinta yang dipersatukan karena kekuatan perasaan yang diberikan oleh Dzat Yang Maha Membolak-balikan hati,,dan sepertinya “rasa itu” saat ini tengah bersemayam di dalam hatiku..
Wahai Dzat Yang Maha Membolak-balik Hati,,bantu aku untuk mencintai dan dicintainya atas dasar cintaku pada Mu...^_^
Bogor,,Senin 13 Ramadhan 06:00 (terinspirasi dari novel “Rembulan di Langit Hatiku”)

Sunday, 22 August 2010

Apa itu Cinta?? (Cinta itu bukan sekedar C.I.N.T.A..^_^)



Tak ada seorangpun yang tak kenal kata cinta,,baik tua, muda, pria, wanita, semua pasti pernah mendengar kata cinta,,tapi apakah selama ini kita pernah untuk mencoba mengungkap arti dari sebua kata cinta ini,,ataukah hanya menganggap bahwa cinta adalah suatu hal yang biasa-biasa aja??,,disini saya mencoba sedikit memberikan gambaran tentang arti dari kata cinta melalui penjelasan dari beberapa tokoh yang namanya tak asing dalam perjuangannya menggali ilmu Allah.

 Begitu dalamnya makna cinta ( Al Mahabah) sampai-sampai ada yang mengeluarkan pendapat tentang makna cinta,” Hati yang buta untuk melihat selain orang yang dicinta, tuli untuk mendengar selain yang dicinta”. Seperti yang dinyatakan dalam sebuah hadits

“Kecintaanmu terhadap sesuatu bisa membuat buta dan tuli” (HR. Ahmad).

Cinta datang tak terduga tanpa ada rencana ataupun cita-cita, datang secara tiba-tiba. Tidak ada kekuatan selain-NYA yang dapat menolaknya. Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyyah –rahimahullah- menjelaskan bahwa “cinta datang tanpa ada inisiatif’. Ibnu Hazm –rahimahullah- juga mengatakan “ada seorang pemuda bertanya kepada Umar bin Khaththab –radhiyallah anhu- “wahai Amirul Mu’minin sesungguhnya saya melihat seorang wanita, lalu saya jatuh cinta padanya. Umar –radhiyallah anhu- berkata “itu adalah sesuatu yang tidak bisa dibendung”.

Al Qadhy Abu Umar An Nuqany dalam Minhatuzh Zhahraf berkata, “Cinta itu menyusup secara kebetulan dan merupakan ketetapan yang tak bisa diganggu gugat. Seseorang tidak tercela karena jatuh cinta karena sesuatu yang diluar kesanggupannya dan itu sudah ditakdirkan atas dirinya”.

Saya teringat kepada satu orang yang menyamai beribu ulama yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –rahimahullah- “apakah pendapatmu wahai pemimpin para fuqaha’ tentang orang yang dimabuk cinta?” Beliau menjawab, “Orang yang dimabuk cinta itu ada tiga taraf, permulaan, pertengahan dan puncaknya. Pada jenjang permulaan dia harus menyembunyikan cintanya tidak perlu memberitahukan kepada orang lain, tentu dia harus memperhatikan batas-batas yang dibolehkan. Pada jenjang pertengahan apabila cintanya bertambah membara, tidak ada salahnya dia menyatakan cintanya pada orang yang dicinta. Jika cintanya bertambah membara (puncaknya) dan dia telah keluar dari batas yang dibolehkan, berarti dia termasuk orang gila dan terbujuk rayuan syetan. (Disarikan dari Kitab: Ar Raudhah Al Muhibin wa Nuzhah Al Musytaqin, Ibnu Qayyim Al Jauziyah)

Menurut Imam Ibnu Jauzi, cinta adalah kecondongan jiwa yang sangat kuat kepada satu bentuk yang sesuai dengan tabiatnya, maka jika pemikiran jiwa itu kuat mengarah kesana, ia akan selalu mengharapkannya. Oleh karena itu pula, biasanya penyakit baru akan selalu muncul bagi orang yang sedang jatuh cinta. (Dzammul Hawa karya Imam Ibnu Jauzi)

Imam Muhammad Ibnu Daud berkata, “Kami telah menuturkan beberapa pendapat penyair mengenai cinta bahwa cinta pada mulanya terjadi dari penglihatan dan pendengaran. Kemudian bila Allah menghendaki kita dibuat untuk dapat selalu mengingat-ingat apa yang mungkin diakibatkan oleh pendengaran dan penglihatan. Lantas kenapa bisa terjadi cinta dan bagaimana? Bagi orang awam keberadaan cinta tidak terlalu menjadi perhatian mereka, sedangkan bagi orang-orang yang ahli mereka selalu mempertanyakan sebab-musababnya.”

Seorang penyair berkata:

Aku membawa segunung cinta untukmu

Sedang aku sesungguhnya tidak mampu membawa jubah dan aku begitu lemah

Cinta bukanlah bagian dari kebaikan dan tenggang rasa

Akan tetapi cinta adalah sesuatu yang karenanya jiwa terbebani dengan beban yang berat.

(Az Zahrah karya Imam Muhammad bin Daud Azh-Zhahiri (296 H))

Nah itu tadi makna dari sebuah kata “cinta”,,semoga kita semakin paham arti kata cinta yang merupakan anugerah dari Allah Sang Maha Pemilik Hidup..jadi cinta itu bukan hanya sekedar kata yang tersusun dari lima huruf seperti lagunya Bagindaz kalau cinta itu C.I.N.T.A..^_^

Allahu a’lam bish showab

Friday, 13 August 2010

Pengantin Bidadari

repost dari FB
by Rizki Pradana on Tuesday, February 9, 2010 at 7:31pm

Dari-Ibnu Qayyim Al Jauziyah
Raudhah Al Muhibbin wa Al Musytaqin
(Taman Orang-orang yang Jatuh Cinta dan Memendam Rindu)


Pengantin Bidadari
-------------------------
Sebagai seorang pengantin, wanita lebih cantik dibanding seorang gadis
Sebagai seorang ibu, wanita lebih cantik dibanding seorang pengantin
Sebagai istri dan ibu, ia adalah kata-kata terindah di semua musim
dan dia tumbuh menjadi lebih cantik bertahun-tahun kemudian...
***

Syahdan, di Madinah, tinggallah seorang pemuda bernama Zulebid.
Dikenal sebagai pemuda yang baik di kalangan para sahabat. Juga dalam hal ibadahnya termasuk orang yang rajin dan taat.
Dari sudut ekonomi dan finansial, ia pun tergolong berkecukupan. Sebagai seorang yang telah dianggap mampu, ia hendak melaksanakan sunnah Rasul yaitu menikah. Beberapa kali ia meminang gadis di kota itu, namun selalu ditolak oleh pihak orang tua ataupun sang gadis dengan berbagai alasan.

Akhirnya pada suatu pagi, ia menumpahkan kegalauan tersebut kepada sahabat yang dekat dengan Rasulullah.
"Coba engkau temui langsung Baginda Nabi, semoga engkau mendapatkan jalan keluar yang terbaik bagimu", nasihat mereka.
Zulebid kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Baginda Nabi. Sambil tersenyum beliau berkata:
"Maukah engkau saya nikahkan dengan putri si Fulan?"
"Seandainya itu adalah saran darimu, saya terima. Ya Rasulullah, putri si Fulan itu terkenal akan kecantikan dan kesholihannya, dan hingga kini ayahnya selalu menolak lamaran dari siapapun.

"Katakanlah aku yang mengutusmu", sahut Baginda Nabi.
"Baiklah ya Rasul", dan Zulebid segera bergegas bersiap dan pergi ke rumah si Fulan.
Sesampai di rumah Fulan, Zulebid disambut sendiri oleh Fulan
"Ada keperluan apakah hingga saudara datang ke rumah saya?" Tanya Fulan.
"Rasulullah saw yang mengutus saya ke sini, saya hendak meminang putrimu si A." Jawab Zulebid sedikit gugup.

"Wahai anak muda, tunggulah sebentar, akan saya tanyakan dulu kepada putriku." Fulan menemui putrinya dan bertanya, "bagaimana pendapatmu wahai putriku?"
Jawab putrinya, "Ayah, jika memang ia datang karena diutus oleh Rasulullah saw, maka terimalah lamarannya, dan aku akan ikhlas menjadi istrinya."
Akhirnya pagi itu juga, pernikahan diselenggarakan dengan sederhana. Zulebid kemudian memboyong istrinya ke rumahnya.

Sambil memandangi wajah istrinya, ia berkata," duhai Anda yang di wajahnya terlukiskan kecantikan bidadari, apakah ini yang engkau idamkan selama ini? Bahagiakah engkau dengan memilihku menjadi suamimu?"
Jawab istrinya, " Engkau adalah lelaki pilihan rasul yang datang meminangku. Tentu Allah telah menakdirkan yang terbaik darimu untukku. Tak ada kebahagiaan selain menanti tibanya malam yang dinantikan para pengantin."

Zulebid tersenyum. Dipandanginya wajah indah itu ketika kemudian terdengar pintu rumah diketuk. Segera ia bangkit dan membuka pintu. Seorang laki-laki mengabarkan bahwa ada panggilan untuk berkumpul di masjid, panggilan berjihad dalam perang.
Zulebid masuk kembali ke rumah dan menemui istrinya.
"Duhai istriku yang senyumannya menancap hingga ke relung batinku, demikian besar tumbuhnya cintaku kepadamu, namun panggilan Allah untuk berjihad melebihi semua kecintaanku itu. Aku mohon keridhoanmu sebelum keberangkatanku ke medan perang.
Kiranya Allah mengetahui semua arah jalan hidup kita ini."
Istrinya menyahut, "Pergilah suamiku, betapa besar pula bertumbuhnya kecintaanku kepadamu, namun hak Yang Maha Adil lebih besar kepemilikannya terhadapmu. Doa dan ridhoku menyertaimu"

***
Zulebid lalu bersiap dan bergabung bersama tentara muslim menuju ke medan perang. Gagah berani ia mengayunkan pedangnya, berkelebat dan berdesing hingga beberapa orang musuh pun tewas ditangannya. Ia bertarung merangsek terus maju sambil senantiasa mengumandangkan kalimat Tauhid...ketika sebuah anak panah dari arah depan tak sempat dihindarinya. Menancap tepat di dadanya. Zulebid terjatuh, berusaha menghindari anak panah lainnya yang berseliweran di udara. Ia merasa dadanya mulai sesak, nafasnya tak beraturan, pedangnya pun mulai terkulai terlepas dari tangannya. Sambil bersandar di antara tumpukan korban, ia merasa panggilan Allah sudah begitu dekat. Terbayang wajah kedua orangtuanya yang begitu dikasihinya. Teringat akan masa kecilnya bersama-sama saudaranya. Berlari-larian bersama t! eman sepermainannya. Berganti bayangan wajah Rasulullah yang begitu dihormati, dijunjung dan dikaguminya. Hingga akhirnya bayangan rupawan istrinya. Istrinya yang baru dinikahinya pagi tadi. Senyum
yang begitu manis menyertainya tatkala ia berpamitan. Wajah cantik itu demikian sejuk memandangnya sambil mendoakannya. Detik demi detik, syahadat pun terucapkan dari bibir Zulebid. Perlahan-lahan matanya mulai memejam, senyum menghiasinya....Zulebid pergi menghadap Ilahi, gugur sebagai syuhada.
***
Senja datang
Angin mendesau, sepi...
Pasir-pasir beterbangan...
Berputar-putar...

Rasulullah dan para sahabat mengumpulkan syuhada yang gugur dalam perang. Di antara para mujahid tersebut terdapatlah tubuh Zulebid yang tengah bersandar di tumpukan mayat musuh. Akhirnya dikuburkanlah jenazah zulebid di suatu tempat. Berdampingan dengan para syuhada lain.
Tanpa dimandikan...
Tanpa dikafankan...
Tanah terakhir ditutupkan ke atas makam Zulebid.
Rasulullah terpekur di samping pusara tersebut.
Para sahabat terdiam membisu.
Sejenak kemudian terdengar suara Rasulullah seperti menahan isak tangis. Air mata berlinang di dari pelupuk mata beliau. Lalu beberapa waktu kemudian beliau seolah-olah menengadah ke atas sambil tersenyum. Wajah beliau berubah menjadi cerah. Belum hilang keheranan shahabat, tiba-tiba Rasulullah menolehkan pandangannya ke samping seraya menutupkan tangan menghalangi arah pandangan mata beliau.

Akhirnya keadaan kembali seperti semula.
Para shahabat lalu bertanya-tanya, ada apa dengan Rasulullah.
"Wahai Rasulullah, mengapa di pusara Zulebid engkau menangis?"
Jawab Rasul, "Aku menangis karena mengingat Zulebid. Oo..Zulebid, pagi tadi engaku datang kepadaku minta restuku untuk menikah dan engkau pun menikah hari ini juga. Ini hari bahagia. Seharusnya saat ini Engkau sedang menantikan malam Zafaf, malam yang ditunggu oleh para pengantin."

"Lalu mengapa kemudian Engkau menengadah dan tersenyum?" Tanya sahabat lagi.
" Aku menengadah karena kulihat beberapa bidadari turun dari langit dan udara menjadi wangi semerbak dan aku tersenyum karena mereka datang hendak menjemput Zulebid," Jawab Rasulullah.
"Dan lalu mengapa kemudian Engkau memalingkan pandangannya dan menoleh ke samping?" Tanya mereka lagi.
"Aku mengalihkan pandangan menghindar karena sebelumnya kulihat, saking banyaknya bidadari yang menjemput Zulebid, beberapa diantaranya berebut memegangi tangan dan kaki Zulebid. Hingga dari salah satu gaun dari bidadari tersebut ada yang sedikit tersingkap betisnya...."
***
Di rumah, istri Zulebid menanti sang suami yang tak kunjung kembali. Ketika terdengar kabar suaminya telah menghadap sang ilahi Rabbi, Pencipta segala Maha Karya.

Malam menjelang...
Terlelap ia, sejenak berada dalam keadaan setengah mimpi dan dan nyata.
Lamat-lamat ia seperti melihat Zulebid datang dari kejauhan. Tersenyum, namun wajahnya menyiratkan kesedihan pula.
Terdengar Zulebid berkata, "Istriku, aku baik-baik saja. Aku menunggumu disini. Engkaulah bidadari sejatiku. Semua bidadari disini apabila aku menyebut namamu akan menggumamkan cemburu padamu.... "
Dan kan kubiarkan engkau yang tercantik di hatiku.

Istri Zulebid, terdiam.
Matanya basah...
Ada sesuatu yang menggenang disana..
Seperti tak lepas ia mengingat acara pernikahan tadi pagi..
Dan bayangan suaminya yang baru saja hadir..
Ia menggerakkan bibirnya..
"Suamiku, aku mencintaimu...
Dan dengan semua ketentuan Allah ini bagi kita..
Aku ikhlas....
***
Somewhere over the rainbow, way up high
There's a land that I heard of once on a lullaby
Somewhere over the rainbow, skied are blue
And the dreams that you dare to dream
really do come true..

Dan,
Akan kemanakah kumbang terbang
Pada siapa rindu mendendam
Kekasih yang terkasih
Pencinta dan yang dicinta
Semua berurai air mata
Sedih, ataukah bahagia.....?
***
Untuk para pengantin bidadari

Bila Hati Rindu Menikah

by Rizki Pradana on Sunday, November 1, 2009 at 1:08pm
repost dari FB
Ilahi Rabbi...
Wahai Dzat Yang Menguasai Setiap Hati
Jika memang dia bukan bagian dari tulang rusuk hamba
jangan biarkan hati ini merindukan kehadirannya
bantu hamba agar tidak memasukkan dia ke dalam pikiran dan hati hamba
tundukkanlah pesonanya dari pelupuk mata hamba
jangan biarkan ia mengukir dirinya di sudut hati hamba
gantilah kerinduan dan keinginan yang membelenggu ini dengan kasih sayangMu
yang murni dan meliputi semua makna dalam Ar Rahim-Mu
bantu hamba agar dapat mengasihinya sebagai saudara seiman yang diikat tali ukhuwah

namun
jika Engkau Wahai Yang Maha Rahman...
memang menciptakannya buat hamba
tolong, satukan hati kami
Bantu hamba untuk mencintainya
tanpa melebihi cinta hamba kepada-Mu, Rasul Mulia-Mu dan Jihad di Jalan-Mu
Anugerahkan hamba kesabaran, niat tulus dan kebulatan tekad
untuk memenangkan hatinya
Selimuti juga dirinya dengan kasih sayang-Mu yang Maha Luas
Agar mampu mengerti dan menerima hamba
Belajar saling melengkapi kekurangan, dan bertahan dalam kebaikan
Tumbuhkan keyakinan bahwa kami ikhlas berbagi suka dan duka
Semata dalam bingkai harapan akan Ridho-Mu

Wahai Dzat yang mengetahui setiap hati dan pikiran
dengarlah doa hamba
Lepaskan hamba dari keragu-raguan yang menyesatkan
Dan dari bisikan syetan yang memperdayakan
Ya Allah Yang Maha menggenggam setiap Urusan Makhluk
Hamba tahu Engkau senantiasa memberikan yang terbaik
Basuhlah luka dan keraguan yang hamba alami
Ajari hamba agar makin dekat kepada cinta-Mu
Tuntun langkah hamba menuju cahaya-Mu yang Abadi
Ajarkan hamba kesabaran dan kesetian kepada syariat-Mu
Selama masa penantian ini
sampai saat yang Engkau tetapkan tiba waktunya

Ilahi
Tidak ada yang bisa menghalangi Iradah-Mu
Kabulkan doa hamba...
Allahumma Amiin.

by: Hamba ALLAH

Calon Istri Idaman

by Rizki Pradana on Monday, November 2, 2009 at 12:21pm
repost dari FB

Jujur saya menulis note ini terinspirasi dari note saudara saya mengenai proposal nikah..
oke,,siapa sih yang gak mau menyegerakan untuk memenuhi separuh agama Allah dengan menikah..
ketika hati sudah siap,,hidup sudah mapan,,proposal sudah disusun secara matang,,eee...tapi malah masih bingung milih2 calon istri,,kan malah gawat,jadinya gak nikah2 deh...

mungkin disini saya ingin menyampaikan beberapa kriteria untuk memelih calon istri yang sesui dengan pandangan Islam,,semoga bermanfaat dan memberi sedikit pandangan tentang kriteria calon istri yang tepat..(khususnya buat yang udah mampu n siap buat nikah,hehe)

Sebagian orang, mendefinisikan wanita idaman mungkin sebagai wanita yang cerdas, cantik, seksi, aduhai, dan sedap dipandang mata. Selain itu mungkin juga da yang menambahkandengan kaya, sampai ada orang yang beranggapan bahwa “yang penting, cantik, pintar, cerdas, kaya, tidak cacat, mencintai dengan sepenuh hati, dll”.

Setiap orang mempunyai kriteria masing² dalam mendefinisikan wanita idamannya, sedangkan ALLAH dan RasulNYA telah mensifati seorang wanita idaman adalah seorang wanita yang sholehah. Bagaimana mengetahui wanita itu sholehah atau tidak ?

Mari kita lihat petunjuk yang diberikan Rasulullah

1. Taat Beragama

Rasulullah SAW bersabda :

“Perempuan itu dikawini atas empat perkara, yaitu: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, atau karena agamanya. Akan tetapi, pilihlah berdasarkan agamanya agar dirimu selamat.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)


Hadits di atas menunjukkan kriteria umum yang biasanya menjadi bahan pertimbangan seorang laki² dalam memilih seorang wanita, dan Rasulullah memerintahkan kita untuk memilih karena agamanya, maksudnya adalah wanita yang ta’at dengan agamanya, wanita yang taslim dengan aturan² dan hukum² dalam ISLAM. Dan dikabarkan bila kita memilih wanita tersebut karena agamanya, niscaya kita akan beruntung, karena akan menenangkan jiwa. Kemudian dengan seorang wanita yang paham akan agamanya, dan gerak geriknya selalu sesuai dengan agama, hal ini sudah meliputi segala kebaikan yang ada padanya, termasuk aqidahnya akhlaknya yang islami, dan keta’atannya.

2. Perawan
Rasulullah pernah bersabda kepada sahabat beliau, Jabir Radhiallohuanhu sepulang dari perang Dzatur Riqa’

“Wahai Jabir, apakah nanti kamu akan kawin?” Saya menjawab: “Ya, wahai Rasulullah.” Sabdanya: “Dengan janda atau perawan?” Saya menjawab: “Janda.” Sabdanya: “Mengapa bukan perawan, supaya kamu dapat bergurau dengannya dan ia pun dapat bergurau denganmu?” Saya menjawab: “Sesungguhnya bapakku telah wafat saat perang Uhud, sedangkan beliau meninggalkan tujuh anak perempuan kepada kami. Oleh karena itu, aku menikah dengan seorang janda perempuan yang ‘mumpuni’, ia dapat mengasuh mereka dan melakukan kewajiban terhadap mereka.” Sabdanya: ” Engkau benar, insya Allah.”
(H.R. Bukhari dan Muslim)


Hadits diatas mendorong kepada kita untuk memilih wanita yang masih perawan, yaitu perempuan yang belum pernah bersetubuh atau belum pernah menikah.
Meski diutamakan untuk memilih perawan, tetapi bukan berari memilih janda bukan keutamaan, hal ini terlihat dari hadits diatas, kenapa sahabat Jabir memilih seorang Janda. (Allohu’alam)

3. Berakhlak Baik

Mendapatkan seorang wanita yang berakhlak baik sesuai dengan apa yang dituntunkan dalam Al Qur’an wa Sunnah, merupakan kenikmatan dan rizki yang sangat besar. Diantara beberapa sifat dan akhlak baik adalah penyabar, amanah, tidak materialis dan selalu ridho, senang menyambung ikatan kerabat, pandai menyimpan rahasia, ridho terhadap ujian dan nikmat dari ALLAH, tidak bersolek ketika keluar rumah, besar kasih sayangnya kepada anak kecil, perangai dan kata-katanya menyenangkan, besar cintanya dan hemat.

4. Memikat Hati

ISLAM tidak melarang kita untuk memilih seorang wanita yang cantik, dan memikat hati. Tetapi tetap yang kita utamakan adalah agama dan akhlaknya, karena hal tersebut lebih utama dan lebih menenangkan jiwa.

ALLAH berfirman dalam penggalan surat An Nisaa ayat 3 :

“Jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, …”


5. Kufu’ dalam beragama


Yang dimaksud se kufu’ dalam beragama adalah, setara atau sepadan. Dalampengertian yang lain sekufu’ adalah kedudukan setara antara calon suami dan calon istri. Dalam hal ini yang dianjurkan sekufu’ adalah dalam amsalah agama. Kenapa ? Karena agama merupakan bekal utama yang melandasai kemampuan dan tanggung jawab seorang perempuan untuk menjadi istri yang shalihah.

Islam mengajurkan memilih yang sekufu dalam beragama tujuannya agar tercipta keluarga sakinah mawaddah dan warahmah. Bila antara suami istri terdapat perbedaan-perbedaan mencolok dalam bidang akhlaq dan ibadah, apalagi istri jauh lebih rendah daripada suami, hal ini semacam ini akan menghambat upaya menciptakan rumah tangga yang dipenuhi kemesraan, kebahagiaan, dan penuh tanggung jawab kepada Allah. Demikianlah, karena istri yang tidak kufu’ memiliki pandangan yang berbeda dalam menilai baik buruk suatu masalah sehingga dalam rumah tangga muncul dua norma yang bisa berbeda. Hal ini sangat berbahaya bagi pembinaan akhlaq suami istri dan anak-anaknya. Bukanlah tujuan setiap orang membina rumah tangga adalah untuk memperoleh kebahagiaan sebesar-besarnya di dunia dan keselamatan di akhirat kelak? Kalau tujuan semacam ini tidak dapat diwujudkan, yang akan terjadi adalah perselisihan yang menyebabkan perderitaan.

6. Subur

ISLAM mengajurkan untuk memilih wanita yang subur, hal ini sesuai dengan anjuran dari Rasulullah dalam haditsnya

“Kawinlah dengan perempuan pecinta lagi bisa punya anak banyak (subur) agar aku dapat membanggakan jumlahmu yang banyak di hadapan para nabi pada hari kiamat nanti.”
(H.R. Abu Dawud dan Nasa’i)


Tujuan utama menikah adalah untuk mendapatkan keturunan, maka dari itu kita dianjurkan untuk memilih wanita yang subur. Jika kita mendapati bahwa wanita yang kita pilih ternyata tidak subur, maka bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa serta berharap hanya kepada ALLAH semata. Lakukanlah usaha yang syar’i, jangan ke dukun, atau kyai yang memberikan petunjuk² tidak sesuai dengan petunjuk Rasulullah.

7. Mudah Dilamar

Saat ini banyak para wanita yang terkadang bila ingin dinikahi akan meminta mahar yang sangat besar sehingga akan memberatkan calon suami yang akan menikahinya. Padahal hal ini bertentangan dengan petunjuk dari Rasulullah.

“Sesungguhnya wanita yang membawa berkah yaitu bila ia mudah dilamar, murah maskawinnya, subur peranakannya.”
(H.R.Ibnu Hibban, Hakim, dan lain-lain, dari ‘Aisyah)


Hadits diatas menjelaskan bahwa wanita yang membawa berkah adalah seorang wanita yang mudah dilamar dan murah mas kawinnya dan subur peranakannya.

Mudah dilamar maksudnya adalah, menerima lamaran seorang laki² muslim yang ta’at beribadah, dan baik akhlaknya tanpa melihat status kekayaan, sosial, ketampanan dan pekerjaan.

Meski begitu bagi laki² yang ingin melamar hendaknya juga telah mempunyai pekerjaan (usaha atau nafkah bagi istri) dan mempersiapkan tempat tinggal sebelum meminang seorang wanita yang dipilihnya. Hal ini adalah lebih baik dan menenangkan hati bagi wanita yang akan dinikahinya. Jika belum maka janganlah berhenti berusaha dan tetap berharap serta berdoa kepada ALLAH semoga ALLAH membukakan pintu rizki selebar-lebarnya dengan menikah.

Demikian tulisan diatas semoga bermanfaat bagi saudara2ku yang sudah siap buat memenuhi separuh agamanya tapi masih bingung milih2 calon istri,,semoga dapat menjadi refrensi dalam memilih calon pendamping hidup yang tepat..

Meski begitu kita mengetahui bahwa tidak ada yang sempurna, baik pria maupun wanita, tetapi setidaknya kita ada petunjuk dalam mengusahakan diri kita untuk menjadi lebih baik dihadapan ALLAH. Semoga dimudahkan. Amin ..

Allohu’alam bishowab.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM