Awan mendung diiringi rintik hujan masih terus mebasahi kota Jogja siang itu. Dengan langkah sedikit gontai aku menuju ruang sidang sarjana yang berada di lantai dua kampusku. Dua jam lebih aku menunggu kedatangan Annisa. Minggu sebelumnya dia berjanji akan menemaniku menghadapi sidang tugas akhir skripsi, tapi hingga waktu sidang tiba dia tak kunjung datang.
Sudah hampir satu tahun kami berdua saling mengungkapkan rasa cinta yang ada di dalam hati kami masing-masing dan berncana untuk langsung menikah ketika kami lulus kuliah. Bahkan kami sudah saling mengenalkan orang tua kami masing-masing sebagai bentuk keseriusan hubungan kami.
Kami berdua memang berbeda fakultas. Tidak ada yang istimewa dari perjumpaan pertama kami. Nyaris klise, kami bertemu pertama kali pada saat sedang menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata) di desa yang sama dua tahun yang lalu. Tentu saja awalnya kami professional menjalankan tugas dan program kerja KKN kami, tapi perlahan tumbuh perasaan yang tidak biasa.
Dimulai dari kekagumanku akan pola pikirnya, penampilannya yang selalu anggun dengan jilbab yang tak pernah digulung-gulung, caranya bertutur kata, hingga cara dia dalam bersikap sehari-hari, membuatku semakin tertarik dan mengharapkannya bisa menjadi pendamping hidupku kelak.
Sudah hampir satu tahun kami berdua saling mengungkapkan rasa cinta yang ada di dalam hati kami masing-masing dan berncana untuk langsung menikah ketika kami lulus kuliah. Bahkan kami sudah saling mengenalkan orang tua kami masing-masing sebagai bentuk keseriusan hubungan kami.
Kami berdua memang berbeda fakultas. Tidak ada yang istimewa dari perjumpaan pertama kami. Nyaris klise, kami bertemu pertama kali pada saat sedang menjalani KKN (Kuliah Kerja Nyata) di desa yang sama dua tahun yang lalu. Tentu saja awalnya kami professional menjalankan tugas dan program kerja KKN kami, tapi perlahan tumbuh perasaan yang tidak biasa.
Dimulai dari kekagumanku akan pola pikirnya, penampilannya yang selalu anggun dengan jilbab yang tak pernah digulung-gulung, caranya bertutur kata, hingga cara dia dalam bersikap sehari-hari, membuatku semakin tertarik dan mengharapkannya bisa menjadi pendamping hidupku kelak.


