Showing posts with label poem. Show all posts
Showing posts with label poem. Show all posts

Thursday, 17 October 2013

Mencintai Laksana EIdelweis


Jutaan gemintang sesaat mulai kembali ke pelukan alam..
Mentari pagi pun perlahan mulai datang menggantikan malam..
Kuarangkai butiran kata cinta ini untukmu sayang..
Tepat di antara rimbunnya hamparan Anaphalis javanica 
di pelukan kabut Alun-alun Suryakencana. 

Ku ingin kau tahu sayang, 
Bahwa cintaku. Laksana bunga edelweis
Sang bunga abadi, tumbuh di puncak-puncak gunung yang sulit terdaki. 
Begitupun cinta kita yang penuh perjuangan dan pengorbanan demi merengkuh bahagia bersama.

Saturday, 4 May 2013

"Bila Aku Jatuh Cinta"


Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang
melabuhkan cintanya pada-Mu,
agar bertambah kekuatanku untuk mencintaimu

Ya Allah, jika aku jatuh cinta,
jagalah cintaku padanya agar tidak
melebihi cintaku pada-Mu,

Ya Allah, jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang
yang hatinya tertaut pada-MU,
agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati,
jagalah hatiku padanya agar tidak
berpaling dari hati-Mu.

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu,
rindukanlah aku pada seseorang yang
merindui syahid di jalan-Mu.

Ya Allah, jika aku rindu,
jagalah rinduku padanya agar tidak lalai aku
merindukan syurga-Mu.

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kekasih-Mu,
janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat
di sepertiga malam terakhirmu.

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu,
jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
menyeru manusia kepada-Mu.

Ya Allah, jika kau halalkan aku merindui kekasih-mu,
jangan biarkan aku melampaui batas sehinggah melupakan aku
pada cinta hakiki
dan rindu abadi hanya kepada-Mu.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwa-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.

Kukuhkanlah Ya Allah ikatannya.
kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya.
Penuhilah hati-hati ini
Dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar.

Lapangkanlah dada-dada
kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan
bertawakal di jalan-Mu

( Syed Qutb )

Thursday, 6 September 2012

Tentang "Sebuah Tanya"

"Sebuah Tanya"

Akhirnya semua akan tiba
Pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui

Sunday, 15 May 2011

Puncak Gede


Menapaki dingin menembus seberkas kabut putih
Menghujam ke bumi menahan beban diri
Melangkah tertatih dengan sejuta asa dalam hati
Menyibak sepi ditengah jalan terjal tak bertepi
Membelah malam, Menuju satu titik tertinggi
                Ditengah rehat raga, tersirat secuil tanya dalam jiwa
                Akankah dapat kuraih puncaknya pagi ini
                Akankah ku dapat bertemu senyum mentari diatasmu
            Berteman hangatnya secangkir coklat susu
Beralas rerumputan basah yang beradu dengan titk hujan
Berbayang gelapnya langit malam
Ku ukir arti sebuah persahabatan
Ku untai butiran mutiara-mutiara cinta
Ku rajut indahnya senyum persaudaraan
Di tengah temaram lentera tenda di sepertiga malam
Di sela teduh alam asa itu datang mejelma
Di antara rimbunnya dedaunan
Membahana di lebat rindang pepohonan
Saat kita bersama tapaki tanjakkan terjal
Kau genggam erat lenganku kawan
Senyum diujung bubirmu beri ku samangat tuk tetep melangkah
Terikanmu membuat asa ku tetap berkobar
Menjekakan kaki di titik tertinggi
Berteman guratan kabut putih yang meninggi
Bersanding deru asap belerang yang bersaksi
Di puncakmu ku cium indahnya bunga abadi
Di puncakumu kuteriakkan jutaan keceriaan
Puncak Gede pun menyisakan sepercik asa
Untuk ku dapat kembali mencumbui puncaknya
Bersama seorang yang separuh hatiku digenggamnya
Menikmati hangatnya teh melati
Menunggu terbitnya sang mentari

Saturday, 26 February 2011

Mom,,your Love never die...

By: Rizki Pradana

Kala ku sedih,senyumanmu slalu menghiburku..
Kala ku gundah,candamu slalu dapat mengembalikan senyumku..
Kala ku galau,belaian tanganmu slalu mengembalikan kceriaanku..
Kala ku jauh,suaramu slalu obati rinduku..
Kala ku bimbang,pesanmu slalu mencerahkan jalanku..
Kala ku salah,dengg kecupmu kau menasihatiku..

Tapi. . .

Kala ku bahagia,aku sering melupakanmu..
Kala ku asik dengan duniaku,aku sering tak hiraukan kata-katamu..
Kala egoku meninggi,aku sering tak indahkan nasihatmu..
Kala kenakalanku memuncak,aku sering menyakiti hatimu..

Ibu. . .

Cintaku hanya setetes air di samudra cintamu..
Kasihku hanya sebutir debu di hamparan pasir kasihmu..
Sayangku hanya shelai daun di pohon sayangmu..

Ibu. . .

Cintamu adalah cinta paling tulus sedunia..
Kasihmu adalah kasih paling suci sedunia..
Sayangmu adalah sayang paling indah sedunia..

Ibu. . .

Aku tahu,kata maafku tak bisa menghapus khilafku padamu..
Aku tahu,sikapku tak kan bersihkan noda burukku padamu..
Aku tahu,sampai kapan pun ku tak kan pernah bisa membalas kebaikkanmu..

Tapi. . .

Aku percaya,sebelum kata maafku terucap,kau telah memaafkanku..
Aku percaya,kau tak pernah riasaukan noda burukku..
Aku juga percaya,kau tak pernah meminta apa-apa dariku

Hanya dengam melihatku kau bahagia..
Hanya dengan mengecup keningku kau ceria..
Hanya dengan sayangku yang tak seberapa lebihh dari segalanya buatmu..

Ibu. . .

Cintamu tak akan pernah padam..
Cintamu tak akan pernah mati..
Cintamu tak akan pernah hilang..

"Bagai sang surya menyinari dunia"



this poetry dedicated for My Lovely Mom in the Mother Day 22 Desember 2010

Wednesday, 15 September 2010

Mahameru

By: Rizki Pradana

Menapaki dingin menembus seberkas kabut putih
Melangkah tertatih berteman asa dalam hati
Menjejak bumi menahan beban diri
Menyibak sepi ditengah jalan terjal tak bertepi
Membelah malam, Menuju titik Ranu Kumbolo

Ditengah rehat raga, terbersit tanya dalAm jiwa
Akankah dapat kuraih puncaknya pagi ini??

Berteman hangatnya secangkir coklat susu
Beralas ilalang, berbayang gelapnya langit biru
Mengukir persahabatan,
menguntai butiran cinta
Di tengah temaram lentera tenda
di sela sepertiga malam yang menjelang

Di sela teduh alam, cinta itu datnag mejelma
Membahana di lebat rimba raya

Saat kita tapaki tanjakkan cinta
Kau pegang lenganku dan terjawablah semua tanya hati
Melodi alampun menjadi saksi janji suci
Saat kau tersenyum semanis purnama malam ini

Berpeluk hawa dingin Arcapada
Mahameru pun hadirkan segurat cinta
Menapak puncak abadi para dewa
Mahameru pun menyisakan sepercik asa
Untukku dapat kembali mencumbui puncaknya
Bersama seorang yang separuh hatiku digenggamnya
Menikmati hangatnya teh melati
Menunggu terbitnya sang mentari
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sahabat EPICENTRUM